From: Karomul Wachid <[EMAIL PROTECTED]>
To: Nasrullah Idris <[EMAIL PROTECTED]>
Cc: Sentot Baskoro <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Friday, March 10, 2000 09:32
Subject: Re: [al-its] Indosat peringatkan 9 penyelenggara VoIP (Bisnis
Indonesia)



#####Hallo Mas Karmoul Wahid
#####Terima kasih atas responnya.

*****Nah ini tugas dari Dirjen Postel sebagai "Regulator" untuk mengatur ini
semua. Walaupun idealnya "Regulator" bukanlah dari pihak pemerintah, tapi
harus yang Independen, kalau dibahas bisa jadi satu topik tersendiri lagi.
#####Ada model Matematika untuk itu. Misalkan begini :

na   + nb + nc   +  nd   + ....... ------------> ISP
na   + nb + nc   +  nd   + ....... ------------> Konsumen
na   + nb + nc   +  nd   + ....... ------------> Telkom/Indosat
na   + nb + nc   +  nd   + ....... ------------> Speed Teknologi
................................................ ------------->
............................

n adalah variabel
a,b,d,c, dst adalah konstanta

Nah, bagaimana pihak Ditjen Postel mengisi variabel n dan kontanta a,b,c,d,
dst  sedemikian rupa sehingga bisa mengantisipasi  ISP, Konsumen,
Telkom/Inodsat, Speed Teknologi, dan lain-lain?

Saya tidak tahu akan perkembangan teknologi telekomunikasi sebenarnya di
luar negeri pada waktu sekarang ini. Karena belum tentu hasil temuan
telekomunikasi mereka akan langsung dipublikasikan.

Yang perlu diingat bahwa perkembangan telekomunikasi pun meliputi
perkembangan kalkulasi jaringan. Akibat padatnya interaksi informasi
menyebabkan persaingan semakin ketat. Ini memungkinkan dorongan aplikasi
Matematika terhadap telekomunikasi semakin kuat.

Saya tidak tahu, apakah sudah ada terobosan baru di bidang telekomunikasi
sebagai aplikasi Matematika terhadap sistim fisik pada elektromagnetika
sehingga menghasilkan <kita sebutlah di sini adalah X>

Saya juga tidak tahu, apakah dengan kehadiran X akan menjadi counter
produktif bagi usaha kita di bidang telekomunikasi ?


Salam,


Nasrullah Idris

Kirim email ke