From: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]> To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]> Date: Sunday, March 12, 2000 17:07 Subject: Re: Disain Persamaan #####Hallo Theo *****Kalau persamaannya begini: 2a + 3b = 19 3a + 4b = 27 4a + 5b = 40 ... ini dua dimensi juga? Kalau begini: 2a + 3b + 4c + 5d = 19 3a + 4b + 3c + 4d = 27 4a + 5b + 5c + 4d = 40 ... ini berapa dimensi? #####Itu dua dimensi dua. Pokoknya yang kita kenal sekarang inilah. Maksud saya begini : Misalkan kita sediakan 125 kotak sama (2 cm x 2 cm x 2cm). Lalu kita susun dalam bentuk balok (5 kotak x 5 kotak x 5 kotak). Kotak-kotak itu diisi dengan angka, operasi hitung, sama dengan, dan huruf. Sehingga terciptalah persamaan <di mana kita saja di sini dengan persamaan tiga dimensi> Jadi nanti dilihat dari depan 2a + 3b = 19 ----------------- 3a + 4b = 27 ----------------- 4a + 5b = 40 Ini persamaan tiga "anu" dilihat dari kiri ke kanan <kita sebutlah bidang belakang> tanda ----------------- berarti baris kotak tanpa isi. Nanti kita buat lagi persamaan tiga "anu" pada bidang kiri. Jadi dalam hal ini masuklah 2a, 3a, dan 4a. Nanti kita buat lagi persamaan tiga "anu" pada bidang tengah. Jadi dalam ini masukan 3b, 4b, dan 5b. Nanti kita buat lagi persamaan tiga "anu" pada bidang kanan. Jadi dalam ini masuklah 19, 27, dan 40 Nanti di bidang lain bisa saja ada 3d, 10d, 9d. Bisa juga ada angka lain. Jadi belum tentu semua kotak tersisi angka, sama dengan, operasi hitung, dan huruf. Apakah itu karena memang harus memang demikian atau karena belum sampai ke sana saja. Sampai detik ini saya ini saya tidak tahu akan fenomena/tradisi hal ini. Karena itu saya ajukan kepada anda. Siapa tahu anda bisa menjadi mediator antara saya dengan dunia pustaka. Untuk istilah2 yang menurut anda terasa asing anggap aja sifatnya sementara. Salam, Nasrullah Idris
