Agama tidak dijadikan titik tolak dalam membangun komunisme. Yang dijadikan titik tolak adalah ketidakadilan sosial yang memunculkan strata-strata sosial yg sangat distinctive satu sama lain. Kalau mau dihubung-hubungkan (tidak langsung), agama yg dijadikan titik tolak adalah agama Katolik Roma. Mengapa? Gereja di beberapa tempat masih memegang peranan penting di dalam pemerintahan. Ini yg menempatkan kaum gereja di kelompok yg sama dengan kaum ningrat. Tapi sekali lagi bukan agama yg dijadikan titik tolak. Titik tolak dari ajaran komunis berasal dari revolusi industri di Inggris, dan berkembang sampai mencakup seluruh Eropa Barat. Perjuangan awal komunis berasal dari usaha memajukan kaum buruh yg menjadi kaum paling kentara kesengsaraannya (baca: Kaum proletar). Strata sosial lain adalah kaum Borjuis yaitu kaum kapitalis baik yg baru maupun para tuan tanah. Strata sosial lain yg kentara adalah kaum Ningrat (kerajaan). Pada jaman itu terjadi perebutan kekuasaan antara kaum ningrat dengan kaum borjuis (dan kelas menengah lainnya). Kaum komunis (proletar) diinstruksikan untuk membantu menumbangkan kekuasaan kaum Ningrat (kerajaan), dan pada gilirannya direncanakan menumbangkan kekuasaan kaum borjuis tadi (baca karya Engels). Satu lagi adalah kaum Peasant (baca: Kaum Tani). Mereka akhirnya dimasukkan ke dalam kaum proletar yg dimulai di Rusia yg kuantitasnya sangat menjanjikan untuk diajak be-revolusi. Ringkasan saya kemarin jelas tidak memadai untuk mengerti apa itu komunisme. Mengapa? Posting saya hanya sepotong demi sepotong. Ajaran komunisme berbeda dengan ajaran lain karena bentuk ajarannya itu sendiri sangat saklek, terinci sampai tahap step by step implementasinya termasuk perkiraan korban yg muncul (mirip planning operasi militer yaaa?). Ini yang sangat berbeda karena paham ini menjadi sangat operasional. Saya anjurkan untuk baca Principles of Communism oleh Engels di site di bawah ini. Jangan takut kehabisan waktu karena singkat kok. http://gate.cruzio.com/~marx2mao/M&E/PC47.html Di situ kita akan sadar bagaimana korban dari perjuangan antar kelas sudah diantisipasi. Bagaimana kup atas properti yg dimiliki kaum borjuis diprediksi akan mengalami perlawanan. Bagaimana strategi mereka untuk mula-mula membantu kaum borjuis menumbangkan kaum ningrat, lalu setelah mereka berkuasa akan gantian ditumbangkan kaum komunis. Saya tiap kali membaca masih suka terkaget-kaget. Makin sebel kalau ada yg ingin membiarkan paham ini berkembang atas nama HAM. Ah, gila. Ini sama saja ngajak orang bonceng motor, padahal dia sadar si pembonceng mau menggolok lehernya dari belakang. Makanya saya anjurkan para anggota milis macam Irwan dkk membaca site-site komunisme tadi. Mengapa? Karena kaum humanis dapat mudah tergelincir ke dalam paham komunis bila tidak awas. Semua site-site yg saya sebut adalah site resmi para pendukung paham komunisme, jadi tidak ada maksud mereka untuk menyudutkan paham komunis tadi. Anjasmara '------------------------------------------------- >From: Nasrullah Idris <[EMAIL PROTECTED]> >Reply-To: Indonesian Students in the US <[EMAIL PROTECTED]> >To: [EMAIL PROTECTED] >Subject: Re: Sedikit ringkasan ttg komunisme (Re: Lahirnya Partai Komunis > Indonesia) >Date: Fri, 7 Apr 2000 07:19:18 +0700 > >From: Budi Haryanto <[EMAIL PROTECTED]> >To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]> >Date: Friday, April 07, 2000 04:06 >Subject: Re: Sedikit ringkasan ttg komunisme (Re: Lahirnya Partai Komunis >Indonesia) > > >================= > >Sebenarnya agama mana yang dijadikan titik tolak oleh Karl Marx untuk >membangun ajaran Komunisme? > > > >Salam, > >Nasrullah Idris ______________________________________________________ Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
