Pak Ramadhan dan juga rekan2 lainnya,
artikel yang di forwardkan oleh Pak Ramadhan
menurut saya yang menarik bukan keberanian menteri
untuk bicara berbeda dengan Presiden tapi ada
pada paragraf terakhir dalam artikel tersebut yang
bisa dilihat di:
http://detik.com/peristiwa/2000/04/10/2000410-092924.shtml

=======fwd=======
Menurut Yusril, presiden dan pemerintah adalah berbeda. “Kalau
pemerintah itu adalah presiden dan kabinet. Ini berbeda dengan presiden
AS yang tetap bisa memerintah meski tanpa kabinet,” demikian Yusril Ihza
Mahendra.
=================

Saya tidak menguasai hal ini. Mungkin ada rekan2 disini,
atau mungkin Mbak Ida, yang mau berbagi informasi hal
yang berkaitan dengan pernyataan di atas?

Apakah memang benar dalam sistem di Indonesia itu 
Presiden tidak sama dengan pemerintah karena pemerintah
itu adalah Presiden + kabinet. Soalnya, dari pengertian ini
saya menangkap adanya kesan bahwa di kabinet, dengan kata
lain menteri2nya bisa bergerak  bebas dalam pengertian boleh
berjalan tidak sejalan dengan kebijakan yang telah digariskan
presiden.

Setahu saya, menteri itu adalah pembantu presiden.
Presiden mendapat mandat dari MPR untuk menjalankan
roda pemerintahan. Presiden bertanggung jawab langsung
ke MPR.

Jadi, menurut saya pernyataan Yusril di atas banyak
mengandung tanda tanya.

Ada yang bisa menjelaskan lebih lanjut?

Bagi saya pribadi sih, kalau sudah ada menteri yang berani
berjalan diluar garis yang telah ditetapkan oleh presiden
maka menteri itu sudah perlu ditarik dari peredaran.
Dilain sisi, bila menteri merasa garis yang ditetapkan oleh
atasannya yaitu presiden ternyata tidak sesuai dengan apa
yang dia prinsipi, jalan keluarnya mudah saja yaitu resign.

Menurut saya hal ini cukup penting karena kalau anggota
kabinet yang tidak sejalan dengan presiden terus dipertahankan
maka tidak akan banyak yang bisa diharapkan untuk
keberhasilan kabinet itu sendiri. Semoga Gus Dur dan tim nya
segera membersihkan kabinet yang ada dari pihak2 yang
bisa menggerogoti kabinetnya itu sendiri.

jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu

Kirim email ke