In a message dated 4/13/00 7:43:46 PM Eastern Daylight Time, [EMAIL PROTECTED]
writes:

<< In a message dated 4/13/00 6:00:36 PM Eastern Daylight Time,
[EMAIL PROTECTED]
 writes:

 << Dulu Juwono masuk Dewan Pakar, tapi nggak  aktif. Dia kurang disukai
 karena
  dianggap terlalu nasionalis (saya nggak mau pakai istilah sekuler).
Artinya,
  dia dituding  kurang warna agamisnya. Padahal, sepanjang yang saya tahu,
  Juwono itu sangat baik ahlaknya.   Untuk detilnya saya nggak bisa cerita di
  sini. Pasalnya,  soal keimanan dia hanya Dia lah yang tahu, bukan saya atau
  si A atau ustad B atau ulama C. Saya sih nggak mikirin, seperti kata Gus
 Dur,
  gitu saja kok repot-repot;-). >>

 Dalam kepengurusan priode 1995-2000 nama Juwono tidak ada.
 Priode sebelumnya juga  tidak tuh...

 Saya berharap dinda Pohan tidak ASTUL seperti kebanyakan
 wartawan kita. Semoga.

 Wass

 DUmar

 ps. tolong diteruskan ke permias
  >>
Kalau ternyata benar alias pernah? Mudah-mudahan bang Duta tidak menyesal
karena astar (asal komentar). Semoga.

salam,
pp
p.s: Orlam (orang dalam) belum tentu pasnar (pasti benar) lho...

Kirim email ke