Berita lengkap silahkan baca di: http://www.detik.com/peristiwa/2000/04/27/2000427-110828.shtml Saya setuju agar partai2 yg ada dipecah jadi dua kelompok yaitu kelompok oposisi dan yg pro pemerintah. Cuma yg saya masih tanda tanya dari usulan HMI lainnya adalah paragraf berikut ini: ===== Selanjutnya, mereka mendesak pemerintah melakukan perlawanan terhadap segala macam intervensi asing dengan melepaskan ketergantungan pada IMF dan Bank Dunia, serta serius mengadakan pemulihan ekonomi nasional. ======= Seandainya disini ada rekan2 dari HMI, mungkin bisa dijelaskan lebih lanjut langkah kongkritnya itu seperti apa agar kita bisa melepaskan ketergantungan dengan IMF maupun Bank Dunia? Hal ini mengingat spt yg sudah saya bilang sebelumnya, kita tidak punya cukup cash untuk membiayai negeri kita saat ini. Kalau mau sih ada cara revolusioner yaitu merampas semua aset pribadi masyarakat dengan menjadikannya sebagai aset milik negara untuk membiayai kebutuhan nasional. Kalau cara ini yg dipakai, wah, nanti bisa dituduh ngikut gaya komunis dong......sama rasa sama rata....:) Atau cara lain adalah dengan menjual salah satu pulau. Mungkin natuna, atau batam, atau bintan, atau pulau2 lainnya untuk memenuhi kebutuhan cash kita. Apa kira2 cara ini lebih bijak dari pada menerima bantuan dari IMF? Semoga rekan2 dari HMI juga mengajukan alternatif jalan keluarnya bila kita ingin tidak bergantung dengan IMF atau World Bank saat ini. Ngomong2, sebenarnya di dunia internasional itu Indonesia bisa dijadiin contoh oleh IMF gimana kalau negara yg ngga patuh pada kesapakan yg sudah ditetapkan dengan IMF akhirnya ekonominya susah pulihnya dibanding yg patuh dengan IMF seperti Korea dan Thailand (belum termasuk negara lainnya yg juga sudah cepat pulih setelah mengikuti program2 pemulihan yg telah disepakati sebelumnya). jabat erat, Irwan Ariston Napitupulu
