Ny. Rosneli berkunjung ke rumah kakaknya yang sudah lama tidak bertemu.
     "Eh Acu", ujar Ny. Rosneli sambil memangku dan menciumi keponakannya
yang berusia 4 tahun itu", "Sudah gede ya? Lucu lagi"
     Acu cengar-cengir saja. Soalnya ketika beliau datang sebelumnya, Acu
masih berusia 3 bulan.
    "Minta duitnya dong, Tante ! Mau jajan es nih?"
     "Ya ... nanti Tante kasih. Tapi Tante mau nanya dulu : kalau udah gede
mau jadi apa?"
     "Insyinyul", jawab Acu dengan suara cadel.
     "Aduuuh .... keponakan Tante sudah cita-cita yang bagus ya?"
     "Terus kalau sudah jadi Insinyur mau jadi apa?
     "Mau minta duit ke pemelintah, supaya Acu bisa sekolah kelual negli"
     "Hebat ya anak Mbak ini ya", ujar Ny. Rosneli kepada ibunya Acu yang
duduk di sampingnya di ruang tamu, "Terus diluar negeri ngapain?"
     "Yaaa ... belajal ....cali objekan ... bikin paduan suala"
     "Panduan suara apa ?"
     "Saya dan teman-teman nanti mau mengklitik pemelintah dari jalak jauh"
     "Rupanya keponakan Tante pikirannya sudah jauh ya?", Ny. Rosneli
terkagum-kagum, "Lalu pulang ke Indonesia mau kerja di mana?"
     "Minta ployek sama pemelintah"
     "Wah ... itu susah. Karena saingan banyak", ujar Ny. Rosneli mulai
tersentak hatinya. "Mendingan wiraswasta"
     "Ah tante bodoh ah. Pakai otak dong. Kan bisa nyogok. Pintal-pintal
kitalah calanya"
     "E e e e e ehhhhhhhhhhhhhhh ... kecil-kecil otak Acu sudah kotor ya",
mata Ny. Rosneli terbalak menatap keponakannya itu.
     "Tante ! Mana duit untuk beli esnya itu?
     "Ogah ... minta aja sama ibu loe", bentak Ny. Rosneli sambil menurunkan
Acu dari pangkuannya. "Muak gua lihat ngomongan loe. Kecil-kecil aja sudah
bermental kotor. Apalagi sudah gede. Dasar loe".



Salam,



Nasrullah Idris
----------------------
Bidang Studi : Reformasi Sains Matematika Teknologi
http://bdg.centrin.net.id/~acu

Sumber Inspirasi : I Made Wiryana

Maaf : Cerita dengan tema ini adalah ulangan untuk Milis

Kirim email ke