Wah, udah nggak sehat nih. Bye...
>From: Mardhika Wisesa <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: Indonesian Students in the US <[EMAIL PROTECTED]>
>To: [EMAIL PROTECTED]
>Subject: Pemberakan II [Re: [Sipadan]
>Date: Wed, 3 May 2000 14:36:06 EDT
>
>Ahh penakut amat....Preman amat anda ini Bung Jaya,
>kok bisa seenak dewek asal ngomong, Sok Jenggo kalau
>kalau orang tua bilang. Jenggo-jenggo sih boleh tapi
>kalau ngibrit pas ditantang balik seperti TNI waktu di
>Timor-timur baru nyaho anda.
>
>Belajar Berdewasalah sebelum sok jago seperti ini,
>kata orang "Kencing saja belum lurus" sudah ngajarin
>seperti bak seorang guru.
>
>Lantas kalau AS banyak yang tidak senang kenapa Indonesia
>bisa kena embargo senjata?? Pendidikan militer bagi
>perwira Indonesia dicabut karena ulah kita di Timor oleh
>para anggota Kongres di Washington, terus yang bukan
>perwira baru calon, di Norwich kena ikut-ikutan getahnya
>Ini menunjukan apa coba? Bahwa Amerika adalah Powerful
>country, kita ngga bisa menyanggah, buktinya anda pun
>dikirim instansi ke AMERIKA juga. Enteng sekali ngomong
>anda.
>
>Penyelesaian terbaik? hahaha anda kan sekolah di Rochester
>Institute of Tech, gimana menurut anda tuh...?
>
>makanya Deplu harus perbaiki cara mereka berdiplomat,
>jangan asal ngambil gembel-gembel dari TNI atau Golkar yang
>hanya bisa mokon "modal kontol" :maaf, ngga bisa ngapa-
>ngapain asal duduk pamer gigi, bahasa indonesia aja
>masih belepotan apalagi bahasa inggris. Malu-maluin
>diplomat indonesia.
>
>Perbaiki dulu Departmen Luar Negeri kita, baru bisa selesaikan
>kasus-kasus sengketa seperti Sipandan/linggitan dan Aceh.
>
>Mardhika Wisesa
>
>
>
>
>Jeffrey Anjasmara <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>Alaaahhh, penakut amat. Pesawat Australia dicegat juga enggak ada tuh
>pasukan AS jalan-jalan ke Monas. Yang enggak seneng dengan AS juga banyak.
>Emangnya anda pikir AS dengan enteng mau memerangi Indonesia? Coba sebutkan
>apa hanya karena SEATO lalu mereka berani mengancam Indonesia? Ya itu sih
>pemikiran pengecut (sekali lagi no offense, kalau tetap mau diambil silakan
>saja).
>
>Sebetulnya kalau kita mau mengekang sifat penakut itu, maka kita dapat
>berpikir bagaimana memainkan dadu Sipadan ini. Malaysia sudah memainkan
>dadunya. Nah, bagaimana sekarang Indonesia memainkannya. Apakah tekanan
>dengan ucapan Shihab cukup? Itu yg perlu kita pikirkan. Bukan menjadi Nice
>Ho atau apa kek. Kita harus belajar bahwa dengan ucapan, Malaysia
>mengabaikan, maka langkah selanjutnya apa suapaya Malayisa mendengar apa yg
>kita mau. Itu lho oom....:) Wah, kalau ngikut cara anda sih bener-bener
>1000
>tahun Siapadan selesai. Itupun setelah Sipadan tenggelam oleh naiknya air
>laut oom...:)
>
>Kalau anda mau menyimak sedikit, seharusnya pelajaran yg dapat kita ambil
>dari Uncle Ho itu adalah tekadnya untuk memperjuangkan sampai mendapatkan
>apa yg dicita-citakan. Bukan diambil ucapan 1000 tahun secara literal,
>yaitu
>sabar menunggu. Itu sih namanya salah mengartikan ucapan si oom Ho itu. Iya
>enggak? Hayoo ngaku.
>
>Nah, apa anda tahu gimana penyelesaian yg baik menurut anda itu? Apakah
>menunggu setelah dunia internasional mengasosiasikan Siapdan dan Ligitan
>adalah wilayah Malaysia? Tolong search di Internet kata "Sipadan" ya. Nanti
>kan anda akan dapat impression demikian. Kalau ini yg terjadi, maka lembaga
>arbitrari internasional bisa terpengaruh.
>
>
>Anjasmara
>
>
>
>____________________________________________________________________
>Get free email and a permanent address at http://www.netaddress.com/?N=1
________________________________________________________________________
Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com