Model matematika/rumus Matematika itu ibarat "Pisau".
     Penyelesaian masalah dengan model Matematika/rumus Matematika dalam
kehidupan itu ibarat "Pemotongan Buah".
     Sedangkan lembaga pendidikan Matematika itu ibarat "Gudang".
     Hanya sayangnya. Yang tersedia dalam gudang jauh lebih banyak ketimbang
yang dipakai untuk memotong buah.
     Ternyata produktivitas disain pisau jauh lebih cepat ketimbang
penggunaannya.
     Karena itu banyak orang setelah mengambil banyak pisau dari dalam
gudang malah bingung : untuk dipakai apa akan pisau-pisau miliknya itu ...
meskipun ia sudah memperoleh sertifikat sebagai kolektor pisau.
     Justru pisau sangat populer di Indonesia ini adalah yang diambil dari
Gudang SD. Tidak hanya bisa dipakai untuk memotong buah, malah bisa dipakai
untuk memotong berbagai jenis buah.
     Siapa pun yang pernah singgah ke gudang SD untuk mengambil beberapa
pisau kemungkinan besar mengetahui cara menggunakannya untuk memotong buah.
Apakah itu tukang becak, ibu rumah tangga, sampai konglomerat.
     Misalkan pisau " 1 + 1 = 2". Ini bisa dipakai untuk memotong buah "1
bebek + 1 bebek" <biologi>, buah "1 pulsa + 1 pulsa" <telekomunikasi>, buah
"1 atom + 1 atom" <kimia>,  buah "1 sel + 1 sel" <medicine>, buah "1 rupiah
+ 1 rupiah" <ekonomi>, dan lain sebagainya.
     Begitulah potret dunia Matematika di Indonesia.

Salam,


Nasrullah Idris
----------------------
Bidang Studi : Reformasi Sains Matematika Teknologi
http://bdg.centrin.net.id/~acu

Kirim email ke