Bung Anjas, nama (apakah belakang atau depan atau semuanya) nggak menjamin soal partisan atau tidaknya orang. Soalnya selain diakui adanya faktor 'kebetulan', biasanya nama memang tak bisa digeneralisir. Dulu ada yg posting, bilang bahwa isterinya Hasyim Wahid "BPPN" alias Gus Im (adiknya Gus Dur) juga boru Napitupulu. Saya pikir info itu pun tak menjelaskan apa-apa-- kecuali semua berdiri sendiri. Dulu ada teman saya, namanya Marhaen Pakpahan-- tapi SS ekonominya 'borju' tuh. Ada lagi namanya Jatuh Bangun (orang Karo), tapi namanya sering saya lihat tercantum di teve sebagai pemberi sumbangan setiap ada bencana di Sumut dulu-dulu sekali. Teman baik saya, si Tigor (bahasa Batak, Lurus), jalan hidupnya malah zig-zag terus. Ada pula orang yang namanya berbau "Budha" tapi agamanya Islam. Ada juga namanya berbau Islam, tapi dianya Nasrani. Belum lagi ada orang yang menurut pakem, namanya perempuan, tapi faktanya dia lelaki. Sebaliknya juga gitu. Di kampus dulu, soal begini pernah heboh dan menggemparkan ruangan kelas. Pasalnya, seorang dosen terjebak salah mengklasifikasi jenis kelamin orang. Di sebuah milis, soal begini pun sempat jadi rame dan panas. Semua lagi-lagi, gara-gara nama. Karena itu, saya pun (untungnya) sejak dulu sudah tidak percaya pada nama-nama. Termasuk nama politisi, nama negeri, nama sejarah, nama tokoh dan nama-nama lainnya. Semua itu, jika mau dinamai kembali, monggo saja. salam, penyimak pinggiran ### In a message dated 6/27/00 1:17:50 PM Eastern Daylight Time, [EMAIL PROTECTED] writes: << Lihat aja nama belakangnya. Nanti kan ketahuan komentarnya partisan atau tidak. Gitu aja kok repot. >From: Irwan Ariston Napitupulu <[EMAIL PROTECTED]> >Reply-To: Indonesian Students in the US <[EMAIL PROTECTED]> >To: [EMAIL PROTECTED] >Subject: Re: Fw: [is-lam] Kesehatan Amien Rais Diragukan Tidak Layak > Ketua MPR >Date: Mon, 26 Jun 2000 07:18:53 EDT > >In a message dated 6/26/00 6:18:23 AM Eastern Daylight Time, >[EMAIL PROTECTED] writes: > > > > "Terakhir saya dengar ia bilang akan diam sampai bulan Agustus 2000. > > > Yah, > > > mari kita lihat apakah Amien Rais bisa diam atau konsisten dengan > > > omongannya", David Napitupulu mengakhiri pengamatannya.*** > > >>
