Atom itu ibarat huruf. Sedangkan molekul ibarat kata.
Karena sudah dilandasi pola berpikir "tuntas, detail, dan integratif"
maka mudah bagi kita untuk membayangkan rangkaian kata dalam "BAHASA
INDONESIA".
Misalkan kalau ada tulisan "SAYA + PERGI + KE + PASAR" ... kita sudah
bisa membayangkan akan maksudnya. Atau kita bisa mempekirakan apakah
kombinasi itu "memang sreg atau tidak sreg" ditinjau dari kaidah Bahasa
Indonesia.
Bagaimana hal serupa terjadi pula dalam "ILMU KIMIA" ?
Misalkan kalau ada tulisan "NaCl + H2O + H2SO4 + H2O"? Artinya : akan
mudah membayangkan akan hasilnya. Atau kita bisa memperkirakan apakah
kombinasi molekul itu "memang sreg atau tidak sreg" dari kaidah "Ilmu
Kimia"?
Caranya ya ... dengan pola berpikir "tuntas, detail, dan integratif".
Salam,
Nasrullah Idris
----------------------
Bidang Studi : Reformasi Sains Matematika Teknologi
http://bdg.centrin.net.id/~acu