Gubernur Sulteng, HB. Paliudju: Pembantaian di Poso TakBerperikemanusiaan
Rabu, 05 Juli 2000, @13:16 WIB

Palu -- Setelah sekian lama bungkam dan terkesan menyembunyikan fakta
jumlah korban kerusuhan Poso, Gubernur Sulteng HB. Paliudju akhirnya
angkat bicara. Kepada sejumlah wartawan Rabu (5/7) hari ini, Paliudju
menegaskan bahwa pembantaian di Poso, sama sekali takberperikemanusiaan.
"Sampai saat ini menurut keterangan dari aparat yang saat ini terus
melakukan pencarian sudah 211 orang yang dinyatakan tewas. Jumlah itu
adalah jumlah korban yang berhasil ditemukan aparat di Sungai Poso dandi
sejumlah lokasi lainnya. Saat ini mereka sudah dikuburkan," katajenderal
purnawirawan bintang dua itu.

Dia mengatakan bahwa pembantaian yang dilakukan oleh para perusuh itu,
mirip cara-cara yang pernah dilakukan oleh PKI pada 1965. Sebab,jelasnya,
sebagian besar jenazah yang dievakuasi penuh luka bacokan dan kehilangan
salah satu anggota tubuhnya. "Bahkan ada yang dibakar. sebelum mereka
dikubur massal atau dibuang begitu saja," kata Paliudju.

Menurut Paliudju, dia sudah memerintahkan aparat untuk segera menangkap
pelaku-pelakunya dan segera membawanya ke pengadilan. Sementara dariPoso
dilaporkan Selasa (4/7) kemarin sekitar 33 jenazah berhasil dievakuasi
dari Jurang di Desa Pandiri (22 km dari Kota Poso). "Rata-rata mereka
dibakar sebelum dibuang. Karena banyak yang tinggal tengkorak dan
kelihatan hangus. Kemungkinan mereka dibakar dengan kayu ditambahban-ban
bekas. Itu yang kami temukan di sana," kata Agus, yang juga menyebutkan
bahwa saat ini, sejumlah jenazah itu sudah dikuburkan secara massal di
Pemakaman Umum Kelurahan Lawanga, Poso

Dilaporkannya juga, dari menara Gereja Jemaat Yerusalem di Desa Kelei
(desa yang diduga menjadi tempat pelatihan pasukan Tibo) ditemukan
sejumlah amunisi untuk senjata organik dan satu pucuk senapan angin.
"Amunisi-amunisi itu terdiri dari peluru 9 mm, empat butir kaliber 5,56,
lima butir kaliber 3,8, dan empat butir Dn ps 79," imbuh Agus. Sejaklima
hari lalu, dari data yang ada, total jenazah yang berhasil dievakuasi
sebanyak 63 orang. Selain di Lawanga, mereka juga dikuburkan diPekuburan
Umum Tegalrejo. ***(far)

Source: http://www.berpolitik.com/article.pl?sid=100/07/05/1316212
________________________________________________________________________
Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com

Kirim email ke