Salam PERMIAS,

Pertama-tama, terima kasih banyak kepada mas Jaya atas pertanyaan2nya
tentang ajaran agama Katolik, dalam hal ini tentang Sakramen Perkawinan,
dan terus terang, saya tidak melihat ini sebagai pelecehan terhadap agama
Katolik seperti yang diduga oleh lae Irwan. So, santai aja, lae Irwan, and
the best thing to do, you should pray to God and thank Him that there is
someone who wants to know about The Wisdom of Christian Life.

Sebelum saya menjawab pertanyaan mas Jaya, bolehkah saya diteruskan
informasi yang mas Jaya dapatkan dari SMH (singkatan apa sich nich? maaf
ya, saya kurang banyak gaul di darat nich) dan CNN, dan katanya di Kompas
juga, soalnya barusan saya coba2 nyari di CNN dan Kompas, tapi nggak
ketemu2 tuch atawa saya nya yang 'bluun' 'kali ya..;))

Nach, sekarang down to business dech, mas Jaya.

Kalau tidak salah, dikatakan bahwa perkawinan kedua dilakukan di gereja.
Nach yang menjadi pertanyaan saya, di gereja mana tuch? Gereja Katolik
atawa Gereja agama lain. Ini crucial sekali bagi saya untuk bisa
memberikan jawaban atas pertanyaan2 mas Jaya.

Jadi, mengenai apakah itu lewat Sakramen Perkawinan atawa tidak, saya
belum dapat menjawabnya, karena, ya itu tadi, di gereja mana nich.

So, mas Jaya, dengan senang hati saya akan menjawab pertanyaan2 mas Jaya
seandainya saya bisa mendapatkan informasi yang akurat apakah si Xanana
itu menikahnya di Gereja Katolik atawa tidak.

Satu hal yang pasti, mas Jaya, di dalam agama Katolik, wanita dan anak
mendapat tempat khusus, dan itu terlihat di dalam devosi Gereja Katolik
terhadap Santa Perawan Maria, serta pandangan Gereja Katolik terhadap
Aborsi. Jelas dan Tegas.

Well, saya tunggu ya, mas Jaya informasinya, biar saya nggak repot2
ngurusin perkawinannya si Xanana. Dia yang enak, gue yang harus ikutan
pusing nich..hehehe...;))

Akhir kata, sekali lagi, terima kasih, mas Jaya atas keinginantahuan mas
Jaya akan ajaran agama Katolik dan terima kasih karena mas Jaya juga
telah sharing sedikit tentang perkawinan di dalam agama Islam.

May God Bless You and family always. Amen.

Salam hangat,
M. Dharma Datubara

Kirim email ke