Saya setuju dengan bung Marianus tentang asumsi bahwa
pernyataan pak Dubes itu benar (ini bermanfaat untuk
mengingatkan kita). Jadi yang akan kita lakukan adalah
memperbaiki isi dari posting-posting di milis ini. Ada
beberapa cara untuk memperbaiki, salah satu yang saya
usulkan adalah penentuan tema diskusi. Jadi kita ngga'
ngomong dulu mengenai cara penulisan. Menurut saya
kalau menulis tanpa ada kata umpatan, ya sudah lumayan
lah. Nanti kalau sudah banyak menulis kan akhirnya
juga semakin bagus. Kalau berminat untuk bisa nulis
yang bagus sih bisa menghubungi lae Pohan tuh.........
atau kontak mas Syamil yang sering nulis singkat tapi
berisi (berguna gitu....)
Saya memang sudah lama ngga' nulis. Sederhana saja,
kalau ada tema diskusi yang menarik ya saya ikutan,
tapi kok kelamaan nunggu ngga' ada yang cocok juga....
Sorry, saya termasuk pembaca yang kalau melihat
temanya tidak menarik ya langsung emailnya saya hapus
saja....ngga' usah pakai basa-basi.......

Kalau bung Marianus tanya posisi saya, ya singkat kata
sementara ini posisi saya ada di pinggir lapangan
bung......

Kembali ke tema diskusi, saya mengusulkan ketua
Permias supaya memikirkan dan melontarkan tema yang
berguna untuk RI, ya paling tidak 1 state 1 tema, kan
sudah banyak tuh? Kemudian dipilih misalnya 5 tema
yang paling penting (terserah gimana milihnya, para
ketua Permias pasti lebih tahu). Ini menurut saya
sudah lebih bagus daripada ceplas-ceplos (kayak saya
ini kali....:) )
Masak sih 1 state ngga' bisa menemukan 1 tema yang
bagus? Saya sih yakin bisa, apalagi kalau rekan-rekan
calon doktor pembaca milis ini menyempatkan diri untuk
memikirkan tema diskusi.

Berhubung belum ada yang melontarkan ide (kalau ngga'
mulai bisa "dikecam" sama bung Marianus
nih....he..he...), ini saya tawarkan tema diskusi:
"Cyber Law" atau "Cyberspace Law"

Sudah banyak yang tahu bahwa saat ini di Jakarta
sedang rame-ramenya membahas masalah ini. Tema ini
lumayan laris untuk dijual (kadan-kadang maksa....) ke
perusahaan-perusahaan, pembicaranya level dirjen
walaupun biasanya pada saat-saat akhir hanya diwakili
oleh bawahannya.

Yang jelas draft UU-nya belum lengkap dan menterinya
juga masih sibuk mencari input. Nah, ini berarti kan
Permias bisa ikut menyumbangkan pendapat.

Untuk sementara lupakan saja deh kita ini SH / LLM
atau bukan, yang jelas kita kan termasuk "pemakai"
internet atau ecommerce (saya tahu beberapa rekan
pakar "b to c" dan "b to b" yang suka baca email
Permias, sayangnya belum muncul tulisannya di sini),
jadi sedikit banyak tahu (atau bisa ngomong lah...)
bagaimana sebaiknya hukum mengatur cyber space ini di
Indonesia.

Mungkin sudah ada rekan yang punya draft "cyberspace
law" milik Departemen Kumdang? Saya lagi nyari nih....

Salam,
Dody

Note:
Buat bung Oki, anda sekarang di Jakarta?, kalau begitu
bisa dong dimintai tolong untuk mencari draft cyber
law untuk dibahas di sini.

--- Marianus DATUBARA <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Salam PERMIAS,
>
> Ini untuk kedua kalinya -kalau tidak salah lho- saya
> membaca nama Bapak
> Dubes RI kita di AS di bawa2 di milis permias@
> dengan pernyataannya yang
> mengatakan bahwa permias@ kebanyakan sampahnya (bau
> donk..hehehe...).
>
> Well, taruhlah pernyataan itu pernah beliau
> ungkapkan -entah dimana itu-
> dan taruhlah pernyataan beliau itu benar adanya, so
> adakah terlihat niat
> dari beliau untuk 'sejenak' mengintip ke dalam
> permias@ kebenaran kata2
> beliau tsb. dan berusaha -sebagai seorang Bapak-
> untuk memberikan suatu
> 'wejangan' di dalam milis ini bagaimana caranya agar
> milis permias@ yang
> tercinta ini tidak 'kebauan' oleh sampah lagi.
>
> Hmm, jawabnya ada dalam hati Bapak Dubes RI. Bukan
> begitu, Bapak Dubes?
>
> Kalau Bapak Dubes RI hanya mendengar atawa membaca
> beberapa potong email
> yang ada di dalam permias@ ini (saya katakan
> beberapa potong email, coz
> tidak mungkin beliau mengikuti permias@ sejak awal
> berdirinya, wong saya
> sendiri hanya berani men-judge permias@ sejak saya
> hadir disini kok) itu
> sich tidak ada bedanya dengan 'kebanyakan' orang
> Indonesia lainnya, yang
> -katanya- bisa ngeritik doank. So, no wonder negara
> kita berantakan gini,
> wong untuk level permias@ aja, ada orang -Dubes RI
> lagi- bisa seenaknya
> ngeritik, tapi tidak ada di dalam milis permias@ ini
> (oops, gimana kalau
> ternyata ada, Dharma? Hehehe..maaf, pak Dubes, but
> aniwei, kok Bapak nggak
> nulis aja di [email protected]...).
>
> Terus terang, sebenarnya saya tidak ingin
> mengomentari komentar mas Dody,
> tapi perlu mas Dody ketahui, bahwa saya akan saya
> menghargai orang yang
> memberi kritik kepada permias@ apabila orang
> tersebut benar2 terlibat di
> dalamnya, sebagai misal, mas Syamil, mas Yohanes,
> mas Moko, mas Jaya, mas
> Yusuf, mas Mubasyir, mas Pandu, mas Okki, mas Arya,
> Daeng Ida, kang Nasrul
> (walaupun nyelimet, saya sangat menghargai ide2 kang
> Nasrul..Go Nasrul!!),
> lae Irwan, mas Agus van Syracuse dan saya juga lho
> (plus yang lainnya yang
> saya lupa nama2nya), dan apabila mereka ini
> mengeritik permias@, dan sudah
> barang tentu, kita semua yang ada di milis ini
> berusaha untuk memperbaiki
> atawa paling tidak meningkatkan mutu dari penulisan
> di dalam permias@ ini.
>
> So, mas Dody, kapankah anda terakhir kali menulis di
> permias@? Maukah anda
> menunjukkan kepada rekan2 yang saya sebutkan namanya
> diatas bagaimana cara
> menulis yang baik, dan saya yakin, mereka akan
> belajar banyak dari anda.
> Let's do it, dude...;)
>
> Kalau tidak salah, beberapa waktu yang lalu, mas
> Budi dan lae Irwan asyik
> diskusi tentang "pemain dan penonton sepakbola", so,
> di posisi mana nich
> mas Dody berada..;))
>
> Well, akhir kata, sepotong komentar mas Dody, kalau
> dilihat dari sisi yang
> lain, akan memberi makna yang dalam, yaitu akan di
> bawa kemana milis yang
> menjadi kebanggaan PERMIAS selama 8 tahun terakhir
> ini? Jawabnya, hm, kita
> semua yang berada di milis permias@ ikut bertanggung
> jawab terhadap sampah
> atawa tidaknya milis ini.
>
> Dan, saya berani katakan, milis permias@ bukanlah
> milis sampah ataupun ada
> banyak sampah, karena 'sampah' biasanya tidak ada di
> dalam rumah.
>
> Salam hangat,
> Dharma Datubara


=====
draddtx

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Get Yahoo! Mail � Free email you can access from anywhere!
http://mail.yahoo.com/

Kirim email ke