Saya telah bicara masalah ini di milis ini sejak 3 tahun yg lalu. Membaca berita di bawah ini rasanya sangat melegakan. Buat apa kirim-kirim TKW cuman buat diperkosai. Kalau membela diri lalu malah dihukum pancung. Dasar bangsa barbar dan bangsa rasis nomor dua setelah Israel. Sebagai bangsa dengan pemeluk Islam terbesar di dunia, Indonesia harusnya justru diberi keistimewaan. Coba dengar cerita-cerita bagaimana bangsa-bangsa barbar ini memperlakukan orang-orang Indonesia di pasar-pasar kalau musim haji. Banyak yg kena diraba-raba cing. Memang para tukang harrash ini banyak yg bukan orang Saudi, tapi mestinya Saudi menempatkan polisi cewek khusus untuk memperhatikan masalah ini. Harusnya yang seperti ini diangkat ke permukaan. Saya masih sangat kesal waktu Saudi menolak meminta maaf untuk kasus Mina bertahun silam. Anjasmara ------------------------------ TKI ke Arab Mungkin Dihentikan Jakarta, Kompas Menteri Tenaga Kerja (Mennaker) Bomer Pasaribu, mengatakan pengiriman tenaga kerja Indonesia (TKI) ke Arab Saudi kemungkinan akan dihentikan, meskipun akan berdampak pada penurunan penerimaan devisa negara. Akan tetapi, kalau pihak Arab Saudi mau menandatangani perjanjian kerja sama atau memenuhi aturan perlindungan tenaga kerja, mungkin pengiriman TKI tidak akan sampai dihentikan. Mennaker mengatakan hal itu menjawab pers usai sidang kabinet di Bina Graha Jakarta, Rabu (12/7). Permasalahan tersebut, kata Pasaribu, akan dikaji di badan koordinasi penempatan TKI di bawah Keputusan Presiden (Keppres) No 46. "Melalui rapat di badan tersebut, akan diambil keputusan apakah pengiriman TKI ke Arab Saudi akan dihentikan atau tidak," tambahnya. Badan koordinasi penempatan TKI ini terdiri dari beberapa orang menteri, dan diketuai oleh Mennaker. Berbagai pilihan pengiriman TKI ke Arab Saudi masih akan dibahas melalui badan tersebut. Kebijakan yang diambil pemerintah harus memberikan perbaikan menyeluruh bagi tenaga kerja. "Seandainya Arab Saudi mau menandatangani perjanjian kerja sama atau memenuhi aturan perlindungan tenaga kerja, mungkin pengiriman TKI ke negara tersebut tidak akan sampai dihentikan secara total. Mungkin hanya akan dibatasi saja," ungkap Mennaker. Hingga kini pemerintah melalui Dubes Indonesia di Arab Saudi, Baharudin Lopa, terus memperjuangkan nasib TKI atau tenaga kerja wanita (TKW) yang mengalami masalah, khususnya yang terlibat tindak kejahatan. Akan tetapi, untuk kasus pembunuhan seperti yang dilakukan Warni, menurut Mennaker, agak sulit untuk dibela, sedangkan kasus pemerkosaan atau masalah ketenagakerjaan masih bisa dibela. "Ada juga lo di antara sesama TKW yang saling bunuh. Kalau sudah begitu, kita kan enggak bisa menyalahkan siapa-siapa. Apalagi sekarang banyak TKW ilegal datang ke Arab Saudi. Mereka menjadi sulit dikontrol karena kedatangan mereka ke sana tanpa menggunakan visa kerja, tetapi pada awalnya dengan visa umroh," ungkap Mennaker. Pasaribu mengatakan tidak mengetahui jumlah TKW ilegal yang kini ada di Arab Saudi. (gun/osd) ________________________________________________________________________ Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com
