Kawan kawan,
saya sangat menyambut  seruan bung Arya ini.
mahasiswa di LN memang secara teoritis bisa "keluar" dalam satu suara
untuk menyikapi kasus kasus tertentu.
Saya yakin bahwa sebagian besar dari kita tidaklah apatis melihat
perkembangan yang menyedihkan di tanah air, namun secara individual
memang sangat sulit untuk melakukan sesuatu. Apalagi mengharap
bahwa elit politik yang memang mempunyai agenda masing-masing
untuk mendengar "teriakan" rakyat.

Di tengah arus kelompok-kelompok demikian, Perhimpunan Pelajar dan Mahasiswa
di luar negeri memang seharusnya memainkan peranan yang lebih besar yang
dilandasi dengan saling menghormati terhadap platform masing-masing
perhimpunan.

PPI Jerman sendiri di berbagai kota cukup aktif mengadakan forum-forum
diskusi dalam kerangka "investasi" SDM maupun meningkatkan arus
informasi dan networking.
Usaha-usaha "Jangka panjang" memang harus selalu dilakukan, namun saya juga
berpendapat bahwa kita berhak untuk bersuara saat ini , dan secara
bersama-sama suara kita akan semakin "nyaring".

Sebagai ketua PPI Jerman, saya sangat mendukung usulan ini. Dan hendaknya
platform kerja sama tidak hanya terbatas dalam pernyataan sikap, namun yang
lebih penting upaya ini dapat membantu terwujudnya jaringan informasi dan
kerja sama di antara kita.



Salam hangat,

Deddy




-----Urspr�ngliche Nachricht-----
Von: "Mardhika Wisesa" <[EMAIL PROTECTED]>
An: <[EMAIL PROTECTED]>
Gesendet: Mittwoch, 19. Juli 2000 21:04
Betreff: Perhimpunan Indonesia??[Re: Mana suara PERMIAS?]


> Bung Arya dan rekan-rekan,
>
> Dari tulisan bung Arya, saya menangkap adanya keinginan untuk
"Mempersatukan"
> seluruh organisasi perkumpulan pelajar Indonesia dalam satu wadah atau
satu
> organisasi. Dengan demikian visi dan pergerakan
> dapat disatukan untuk menyuarakan pemikiran kita sehingga suara kita
> dapat lebih diperhatikan oleh para pemimpin di Jakarta.
>
> Untuk ide ini, saya sangat sekali mendukung, terutama apabila kita, para
> mahasiswa dan pelajar di LN dapat bersatu pula dengan
organisasi-organisasi
> kemahasiswaan di dalam negeri.
>
> Bung Anjas, walau seringkali saya negatif thd pemikiran anda, namun
> untuk yang ini, anda patut mendapat ancungan jempol kanan dan kiri saya.
> Sangat sedikit orang yang pernah mendapatkan ancungan jempol saya, jadi
> berbahagialah anda.
>
>
> Mardhika Wisesa
>
> Arya Indrathama <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Rekan rekan Mahasiswa,
>
> Kalau anda ingin melaksanakan agenda sesuai apa yang dikatakan sama Mas
> Anjasmara, Organisasi Pelajar di Amerika tidak mungkin bekerja sendiri.
Butuh
> komitmen dari seluruh permias lokal yang ada dan juga hubungan dari
> organisasi mahasiswa Indonesia di negara lain seperti Permica ( Canada )
dan
> PPI ( dibagian dunia yang lain ). Kalau hubungan ini sudah terjalin, dan
> ditambah dengan network dari universitas di Indonesia, maka Mahasiswa
> Indonesia akan sangat besar bargaining powernya untuk dapat menyelesaikan
> paling tidak satu kasus saja, katakanlah kasus Ambon. Dengan persatuan
> mahasiswa Indonesia di seluruh dunia ini, maka penggalangan dana yang
besar
> dapat dengan mudah diraih dan juga kemampuan politik untuk memaksa
pemerintah
> lebih keras untuk menyelesaikan kasus Ambon bisa dilaksanakan.
>
>
> ____________________________________________________________________
> Get free email and a permanent address at http://www.netaddress.com/?N=1
>

Kirim email ke