Sebodoh-bodohnya sebuah bangsa, tetap mempunyai pemikiran yang khas,
termasuk di bidang Sains, Matematika, dan Teknologi, serta tidak/kurang
dimiliki bangsa mana pun.
     Seharusnyalah pemikiran khas tersebut diangkat serta diapresiasikan
bersama berbagai pemikiran khas lainnya dalam ruang lingkup yang sama.
Sehingga wawasan ilmu itu terbentuk secara maksimal.
     Bangsa yang besar di bidang Matematika, misalkan, bukanlah bangsa yang
pintar mengadopsi berbagai pemikiran bangsa lain. Tetapi bagaimana bangsa
itu menambah wacana keilmuan dari Matematika berdasarkan pemikiran khasnya.
     Coba bayangkan, bagaimana sikap seorang ibu dari daerah  tertentu yang
setiap kali mengikuti pertemuan etnis hanya mencicipi masakan khas di luar
daerahnya, sementara di daerahnya mempunyai makanan khas. Kalau dia sadar
akan hal ini, sekaligus ingin mengangkat kehormatan daerahnya, tentu akan
diusahan, agar pada pertemuan etnis berikutnya ia mempersembahkan makanan
khas daerahnya itu.
     Karena itulah, kalau sampai detik ini kita belum mampu menampilkan
"TEORI MATEMATIKA FUNDAMENTAL - MADE IN INDONESIA" <misalkan> kepada
masyarakat di seluruh dunia hendaknya membuat kita intropeksi : mengapa itu
sampai terjadi. Khususnya di kalangan masyarakat Matematika.



Salam,

Nasrullah Idris
----------------------
P.O. Box 1380 - Bandung 40013
Bidang Studi : Reformasi Sains Matematika Teknologi
http://bdg.centrin.net.id/~acu

Kirim email ke