Rekan PERMIAS: Kita berbeda beda namun tetap satu jua. Perselisihan, perdebatan and salah paham merupakan bumbu persaudaraan. Ibarat Makanan apabila tanpa diberi bumbu tak ada rasanya. Mari bersama sama rekan PERMIAS di mana saja baik West, Mid, East Coast and Hawaii ulurkan tangan bersatu bersama sama sebegai generasi Indonesia untuk membantu menyelesaikan segala masalah yang terjadi di Indonesia and di USA sendiri. Jernihkhan pikiran, lapangkan dada, saling membantu and menghargai sesama manusia yang tidak luput dari kesalahan dan dosa. Sudah gue mau solat Jumatan di Mesjid at Santa Clara. Gue bersyukur di San Francisco Bay Area and Silicon Valley dimana Sun Microsystem, Yahoo!, Nescape, Apel lahir and high tech company lainya lahir, ada beberapa masjid besar yang rutin melaksanakan solat jamaah Lima waktu, ada islamic school and islamic library juga. Nanang Fardiansyah. Hamba Tuhan di San Francisco Bay Area Budi Haryanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Rekan Faran dan teman-teman lain, > > Bagaimanapun, tulisan di dalam milis ini bisa dijadikan pelajaran > berharga. Cobalah untuk bersikap netral dan melihat dengan teliti. Tentu > kita akan bisa mendapatkan mana pemikiran yang baik dan mana pemikiran > yang kurang baik. Kedua hal ini sangat bermanfaat bagi kita untuk bahan > mendewasakan diri dan mengembangkan pemikiran. Bisa saja pemikiran yang > baik kita rekam dalam hati dan memori kita untuk ditiru dan dipakai > suatu saat. Demikian juga dengan pemikiran yang kurang baik, bisa > menjadi bahan bagi kita sendiri untuk mencoba mencari cara bagaimana > mengatasi dan memperbaikinya. > > Terjadinya konflik sebenarnya adalah hal yang wajar, karena kita memang > diciptakan untuk bisa mendapatkan berbagai pengalaman ini. Namun, > memanfaatkan konflik menjadi sesuatu yang menguntungkan bagi diri kita > seperti mempertajam daya pikir, menentukan netralitas sikap, memperdalam > rasa bijaksana, memperoleh pengalaman, dll adalah hal yang tidak setiap > saat bisa kita peroleh. > > Kalau kemudian ada yang bermusuhan dan sebangsanya antar pelanggan > milis, sebenarnya ya cuman tergantung dari kedewasaan dan kematangan > yang bersangkutan saja. > > Sekali lagi, kalau isi dari milis ini banyak konfliknya seperti ini, ya > begitulah kualitas kematangan dan kedewasaan penulisnya. In contrast, > saya juga ikutan di salah satu milis (AIDS), yang sebagian terbesar > pelanggannya adalah berusia kira-kira 40 tahun keatas, peneliti, penentu > kebijakan, pengamat, pengusaha, wiraswasta, dan graduate student, > ternyata hampir tidak pernah terjadi konflik perorangan, padahal beda > pendapat sangat menonjol. Kelihatan khan, semakin dewasa dan matang > seseorang, semakin bisa mengendalikan diri dan mencegah timbulnya suatu > konflik. Dan kematangan dan kedewasaan berpikir itu diyakini tidak > selalu berkorelasi positif dengan semakin tuanya seseorang. Artinya, > kenapa kita tidak mulai sekarang saja belajar untuk matang dan dewasa > secara cepat dengan memanfaatkan pengalaman-pengalaman termasuk konflik > orang lain. > > Salam, > Budi > > Faransyah Jaya wrote: > > > > eh permias@ ini dejavu ato lingkaran setan sih ? > > > > selalu terjadi proses yang sama. > > > > mentok2nya yah kayak gini. > > > > benar vs salah > > menang vs kalah > > > > kapan indonesia mo maju. generasi penerusnya aja kayak gini. mudah2an ntar pikirannya bisa lebih maju. amien. > > > > faran > > ps: jauh2 ke amerika kok ginih ginih juga. banyak yang bilang bukan pergaulan tambah maju tapi tambah mundur. nggak bergaul sama orang bule, berantem sama orang indonesia sendiri... > > > > ------------------------------------------------------------ > > Happy Summer from the staff at DCEmail.com > > - FREE Email for the Community ____________________________________________________________________ Get free email and a permanent address at http://www.netaddress.com/?N=1
