Suara saya yang minor ini hendak ditutup oleh sekomplotan orang. Tadinya sih
komplotan ini mengira bila dapat membuka tabir identitas saya maka suara
minor akan hilang. Strategi lain apapun cara agar suara minornya hilang lalu
dilakukan. Jadi kalau saya berhenti bersuara minor maka tujuan komplotan
tersebut akan berhasil. Yah, mental orba.

Kesimpulannya saya akan terus menulis saja deh. Kalau saya diam atau menarik
diri, wah, tujuan komplotan tercapai, dan saya memble dong. Risikonya? Pasti
komplotan itu akan terus berusaha membuat saya bobo dengan pulas. Lihat saja
deh......:) Nah, gitu saja kok repot....:)

Sudah sekitar 10 hari ini suasana politik Indonesia sangat tenang. Kalau
kita teliti, maka ketenangan itu bersumber dari berhentinya Gus Dur
mengumbar wacana-wacana nggak jelas. Dengan demikian klaim saya bahwa sumber
masalahnya adalah Gus Dur sudah benar.

Yang sangat menarik, Gus Dur ini kok tiba-tiba jadi "beneh". Jadi lurus.
Kenapa nggak dari dulu-dulu ya?

Yang nggak bener-bener malah Matori. Anggota klub KBA (kiss boss' XXX)ini
yang paling getol mengusahakan golnya pembahasan TAP MPRS 25/1966 di MPR
kemarin. Dia masih juga berkotek mengenai pembelaan tanpa reserve kepada Gus
Dur di dalam Muktamar I PKB. Suatu move yg sama persis kayak menteri pemuda
Abdul Gafur dulu bermanis-manis sampai mencium tangan Suharto.

Ada satu move Matori yang benar-benar culas kayak komplotan yg mau ngerjain
saya kemarin. Apa itu? Move-nya tadi adalah mengundang Akbar Tanjung ke
Muktamar mereka. Giliran Tanjung datang, maka dengan enak dijadikan barang
mainan untuk dimaki-maki oleh para muktamirin yang sudah lupa daratan itu.

Satu hal yang benar-benar memalukan adalah klaim PKB bahwa mereka berada di
belakang Gus Dur. Kok lucu? Siapa sih yang lupa bahwa mereka itu memilih
Megawati? Kok sekarang ngaku-ngaku begitu....:)

Yang lebih lucu lagi adalah istilah KRITIK MEMBANGUN. Kalau kritiknya
membangun, maka mereka mau menerima. Masalahnya mungkin sudah tabiat
manusia. Kalau merasa ter-attach pada tokoh atau organisasi tertentu, maka
suara minor apapun nada dasarnya nggak akan pernah dianggap sebagai kritik
membangun. (Jadi ingat waktu saya kemarin nulis masalah alamat KBRI dan KJRI
di web PERMIAS ya...). Dengan demikian, jaman Suharto dan jaman Gus Dur
masih saja sama pemikiran-pemikirannya. Yang penting saya punya peluang
dekat-dekat presiden...:) Kali saja begitu.

Mengenai keterkaitan NU beserta momoknya yaitu bansernya itu, sudah barang
tentu akan terus menempel Gus Dur. Yang perlu diprihatinkan adalah bansernya
ini. Mungkin kita (atau saya deh) terlalu bermimpi bahwa model
banser-banseran ini akan hilang. Kan setali tiga uang dengan PP. Kalau Mega
naik, maka bansernya akan bernama Satgas PDIP. Terusssss.... saja seperti
itu. Yang repot para pemimpinnya itu malah tidak mau lepas dari
satuan-satuan beginian. Kalau Suharto jadi pembina, sekarang Gus Dur juga
pembina. Nah, kan repot....:) Makanya saat ini saya sangat salut dengan PAN,
Golkar, dan PPP yang tidak mau ada begini-beginian. Amien malah menolak ide
agar Muhammadiyah ter-attach ke PAN.


Anjasmara

Note: itu semboyannya sura dira dst kok lucu. Pangastuti yang berarti
kebaikan lalu mau diejawantahkan jadi apa? Jadi backing tanpa reserve? Wah,
itu sih bukan kebaikan tapi angkaramurka. Mungkin yg dimaksud Mbak
Pangastuti atau Sri Widiastuti kali. Mungkin lebih tepat lagi yg dimaksud
adalah mbak Stephanie Widiastuti. Wah.... ini sih lain lagi. Bisa-bisa nama
saya di-delete dari milis gehhh.


'-----------------------------------------------------
Lebih tegas Gus Dur mengatakan bahwa Muktamar I PKB ini harus menjadi
momentum yang penting dalam upaya mewujudkan menghilangkan
perbedaan-perbedaan, khususnya perbedaan yang dasar pada etnis, bangsa,
agama dan ideologi. Pembedaan seperti itu harus dihilangkan, karena percaya
ada hal yang penting, yaitu adanya persamaan yang lebih kokoh, yaitu
kemanusiaan.

Dengan dasar pemikiran seperti itu, Gus Dur mengharapkan PKB menjadi milik
semua golongan. PKB menjadi milik bersama, mereka yang muslim dan yang bukan
muslim.


Sangat Berat

Menanggapi pidato politik ketua umum DPP PKB Matori Abdul Djalil dan Ketua
Dewan Syuro Ma'ruf Amin, Gus Dur menilai sebagai curahan hati orang
frustasi. ''Ini uneg-unegnya orang frustasi terhadap DPR yang tidak mampu
menangani masalah yang benar, tetapi justru mengurusi masalah yang
kecil-kecil. Saya katakan, sabar karena presidennya juga sabar,'' ujar Gus
Dur.

Sebelumnya ketika memberikan sambutan, baik Matori maupun Ma'ruf Amin
mengatakan, Gus Dur sejak awal tidak berambisi menduduki jabatan presiden,
bahkan menurut Matori, orang-orang di belakang Gus Dur termasuk PKB sadar
amanat yang diemban Gus Dur sangat berat, antara lain memperbaiki sistem
nasional yang lebih demokratis, menjalankan rule of law, dan anti KKN.

Ditegaskan Matori hambatan yang menghalangi Gus Dur sangat berat, yakni
krisis ekonomi, persatuan dan kesatuan bangsa yang terancam. Matori
mengingatkan semua hambatan itu adalah warisan pemerintahan Orde Baru.

Pidato politik Matori tersebut sempat disambut teriakan-teriakan massa yang
mengecam Akbar Tandjung yang duduk di sebelah kanan Gus Dur.

Menurut Matori, tidak seharusnya orang-orang Orde Baru yang menjadi
penumpang gelap kereta reformasi merecoki, menghambat atau justru
menelikung. Karena Gus Dur menerima semua itu dan merangkul semua kekuatan
dengan ikhlas dan lapang dada. Seharusnya Gus Dur dibantu, bukannya dihambat
atau bahkan digulingkan.

Matori mengakui, banyak pihak yang menyesalkan terjadinya perubahan saat ini
setidaknya kelompok status quo dan penumpang gelap reformasi. Lebih jauh
Matori mengingatkan warga PKB, NU dan banser bisa menerima kritik terhadap
pemerintahan Gus Dur dengan catatan kritik tersebut membangun.

Tapi jika langka itu sudah tidak konstitusional, culas atau bahkan berencana
menggulingkan presiden, Matori yakin warga PKB dan NU bukan pengecut dan
siap dengan semboyan ''Sura dira jaya ningrat lebur dining pangastuti''
(keangkaramurkaan dan keangkuhan akan dikalahkan dengan kebaikan. (Y-3/080)

________________________________________________________________________
Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com

Kirim email ke