Masalah kapal-kapal yang tenggelam (alias harta karun), masih banyak yang
belum diketemukan. Walaupun Sarwono benar, sebetulnya wacana banyaknya harta
karun sudah bukan barang baru lagi. Wilayah Indonesia terutama di perairan
Riau dan Selat Malaka sudah dikenal sebagai gudang harta karun. Kalau anda
mau baca, silakan baca majalah Time (mungkin up to 10 edisi terakhir karena
saya lupa persisnya), maka di sanapun malah dipampangkan peta-peta harta
karun besar di dunia ini. Salah satunya ya yang dikatakan ada di perairan
Selat Malaka. Kalau tidak keliru, namanya harta karun Del Mar.

Untuk itu Indonesia harus bertindak cepat dengan menyatakan bahwa pelakukan
eksplorasi harta karun di perairan Indonesia hukumnya adalah pencurian.
Kalau sudah ada hukumnya secara tertulis, para pemburu harta karun ini dapat
langsung dikejar dan masukkan ke bui.

Mengapa harus bertindak cepat? Wah, gampang saja logikanya. Teknologi
eksplorasi laut sudah berkembang demikian pesat. Para maling-maling itu
bahkan berani tampil di publik. Kan lucu, sudah jadi maling malah bangga dan
dapat pemberitaan luas. Hal ini memang tipikal pemikiran orang-orang bule.
Kalau dapat untung lalu semua dibuat pembenaran. Tak heran mereka menjarah
Afrika, Amerika, dan Asia lalu malah jadi figur-figur penting dalam sejarah
dunia (tanpa malu).

Oya, mengapa dikatakan banyak harta karun jelas memang Selat Malaka dari
dulu merupakan jalur penting yang ramai. Belum lagi cerita bajak laut yang
juga ramai. Otomatis kemungkinan adanya kapal tenggelam jelas banyak.

Untuk segera menarik perhatian publik, pemerintah seharusnya segera membuat
strategi. Menurut saya, strateginya gampang banget. Kasih umpan di koran
bahwa harusnya barang-barang (harta karun) ini dapat diklaim oleh propinsi
yang bersangkutan. Nanti dapat dieksplorasi bersama, dan hasilnya sekian
persen untuk propinsi dan sekian persen untuk pemeritah pusat. Dengan animo
daerah yang saat ini sangat haus dengan pendapatan daerah (nah, baru nyaho
semua deh...), maka umpan ini saya kira akan mendapat perhatian publik yang
cukup hebat. Setelah itu follow up-nya segera dilakukan oleh DPR dan
pemerintah pusat. Ini dengan asumsi Gus Dur masih mau urus masalah beginian.
Maklum sekarang prioritasnya kan bagaimana agar dapat berkuasa kembali.
Yah.... repot deh.


Anjasmara

-------------------------------------------------
From: Mardhika Wisesa  <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Fri Jul 28, 2000 10:25pm
Subject: Indonesia Kecurian Harta Karun Lagi


" Harta Karun Tek Sing di Nagel Auktionen "
http://kompas.com/kompas-cetak/0007/29/UTAMA/hart01.htm

"Eine Trag�die: Die Tek Sing "
http://www.tek-sing.de/index.htm?main=/geschichte.htm

Lagi-lagi Sarwono bener, lagi-lagi Australia maling, lagi-lagi DPR "GOBLOK
BENER", nasib-nasib jadi bangsa kecolongan terus, gara-gara 80% rakyatnya
masih bodoh.


________________________________________________________________________
Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com

Kirim email ke