Salam Permias, Memang sudah diisyaratkan oleh Rasulullah bahwa umat Islam hanya akan selamat bila berpegang dengan Al-Quran dan Hadis. Memang orang-orang musrik tidak punya hujjah yang dapat mempertahankan kedaifan prinsip mereka yang selalu mereka sembunyikan. Untuk itu mereka selalu berbuat hiruk pikuk. Menggunakan taktik musang berbulu domba. Padahal yang bisa disamarkan hanyalah gerak-gerik domba dan bentuk fisik domba, namun mereka tidak akan pernah dapat menjiwai cara pandang dan roh dari domba itu. Mereka selalu berusaha mengalihkan umat Islam dari dua warisan diatas, membangun pandangan-pandangan yang keliru. Mereka ciptakan figur-figur idola yang memiliki nilai Islami. Setelah orang berpandangan bahwa figur-figur itu merupakan penjelmaan dari nilai-nilai Islam, maka mulailah mereka merusak figur-figur tadi. Saya tidak akan menunjuk orang-perorang untuk ini. Di dalam Islam tidak ada pengkultusan. Setiap orang bertanggung jawab atas amal dan amanat yang diembannya masing-masing. Himbauan saya untuk kasus Ambon dan Poso: Kepada saudaraku sesama Muslim, saya mengajak diri saya dan kaum muslimin sekalian, marilah kita kembali kepada kedua warisan diatas. Hidupkanlah/amalkanlah amalan-amalan Rasulullah (amalan Islam) agar dapat memahaminya. Marilah kita luruskan niat kita semata-mata karena Allah, di awal perbuatan, ditengah, diakhir dan sesudah perbuatan itu. Perbanyaklah istigfar. Kepada para ulama dan yang alim pimpin dan didiklah yang jahil. Membunuh manusia (apapun agamanya) tanpa hak adalah dosa besar, Karena dari orang-orang tersebut barangkali Allah akan melahirkan dari mereka keturunan yang sholeh yang berbakti pada Allah Tuhannya. Bukankah beratus-ratus tahun yang lalu nenek moyang kita juga belum mengenal Islam dan Allah telah melimpahkan hidayah-Nya pada kita semua hari ini. Kepada saudara sebangsaku kaum Nasrani dan agama lainnya, sesungguhnya tiada paksaan dalam beragama. Kami tidak akan melarang kamu sekalian untuk hidup dengan cara yang kamu sukai. Bagimu agamamu dan bagi kami agama kami. Saya yakin membunuh manusia juga dilarang dalam agama anda, sehingga melanggarnya berarti anda mengingkari agama anda. Bagaimana mungkin keingkaran dapat membeli ketaatan. Saya yakin masing-masing individu umat tidak berkepantingan dalam keributan ini. Setiap pimpinan umat peganglah umat masing-masing dan berdialoglah dengan niat yang lurus. Sebelum bertindak bukalah kitab suci kita masing-masing dan tanyailah apakah bila Rasulullah Muhammad SAW dan Nabi Isa Almasih AS berada di depan kita hari ini akan merestui tindakan tersebut. Kita tidak memerlukan bangsa asing untuk mengurusi bangsa kita, bahkan mungkin merekalah yang menginginkan hal ini terjadi. Saudaraku di Maluku dan Poso, jangan biarkan anda jadi objek kepentingan politik, karena andalah yang mengalami penderitaannya dan anda tidak dapat apa-apa dari penderitaan ini. Tiada sakit hati, dan tiada dendam yang dapat menyelesaikan masalah ini. Saya akui kejadian ini adalah cobaan yang sangat berat bagi semua pihak, namun hanya sikap menerima dan saling memaafkanlah yang dapat menghentikan semua ini. Bukankah hidup ini lebih indah sebelum keributan ini terjadi? Salam Agus "A. Syamil" wrote: > Salam Permias, > > > Inilah kelemahan bagi kita Muslimin dan muslimat Indonesia, tidak bisa > menekan > > hawa nafsu kedengkian, kecurigaan dan selalu mempertahankan prinsip bahwa > > ORANG ISLAM selalu benar (Bukan Agama Islam, karena sebagai pemeluknya, > saya > > yakin akan Kebenaran dan Kesolehan agama saya). Inilah yang SALAH, orang > yang > > beragama Islam tidak selalu benar, dan mereka ini bukan yang kita sebut > > pemeluk yang taat beragama, kalau mereka taat dan mengaku bahwa mereka > Muslim, > > mengapa mereka malah turut merusak dan megacau apa yang sudah disebut Nabi > > besar sebagai ZALIM ? > > Sejak kapan Anda belajar mencomot istilah dalam agama Islam? > > Tahukah Anda bahwa tidak ada orang Islam yang menggunakan istilah: > > ", .... saya yakin akan Kebenaran dan Kesolehan agama saya.?" > > Sejak kapan agama dinyatakan soleh? > > Siapa sih yang percaya Anda beragama Islam? > > Saya tunggu jawabannya. > > Jabat erat, > > Ahmad Syamil > Toledo, OH
