Ah, nggak Bomer nggak A Latief, nggak juga si Domo. Semuanya memang mucikari. Makanya dari dulu demen sekali ngirim-ngirim TKW. Saya ingin tahu berapa rupiah per kepala yang diberikan ke mereka oleh orang-orang berkaki tiga itu. Jangan-jangan diberikan dalam bentuk cukai seperti rokok ya? [Ngomong-ngomong Sisca bekas isrinya Domo dulu TKW bukan sih?] Mereka-mereka ini harus dituntut tanggung jawabnya. Ganjaran untuk menjadi mucikari tidak perlu ditunggu sampai mereka dikafani atau dikasih jas dan dikasih rumah 2m x 0.5m x 0.5m. Di dunia fana inipun mereka dapat dikasih ganjaran. Misal Bomer itu digeser menjadi menteri urusan peningkatan pendapatan negara di bidang komoditi sex. Sekarang ini kan bangsa-bangsa berkaki tiga juga sudah sering melancong ke tanah air kita dengan semangat wisata seks. Kalau nggak percaya silakan tengok hotel besar di jalan Pramuka, Jakarta. Nanti kan banyak orang berkaki tiga di sana. Kadang berkaki empat kalau sedang bawa tongkat. Jadi ingat Philipina jaman Imelda Marcos. Dia juga merangkap sebagai mucikari untuk orang-orang Jepang. Sudahlah, kalau memang pendapatan negara penting sekali, lebih baik mereka-mereka saja yang diundang untuk datang ke Indonesia daripada kita mengirim TKW. Kan jauh lebih lumayan karena selain mereka dapat melepaskan hajatnya, mereka juga dapat menghamburkan uang petrodollar-nya untuk keperluan lain. Daripada mengirim TKW kan merusak martabat bangsa. Sudah diperkosai, kalau membela diri malah dihukum pancung. Hukum bangsa itu cuman dua. Persis seperti hukum buat mapram yaitu: Pasal 1: Bangsa berkaki tiga tidak pernah salah. Pasal 2: Bila bangsa berkaki tiga bersalah, lihat pasal 1. Nah, lalu gimana cara menarik wisman hidung belang itu? Saya punya usul untuk kandidat Menakermat Bomer Pasaribu itu. Oya, Menakermat adalah singkatan dari Menteri Tenaga Kerja Pramunikmat. Ini kementrian baru untuk pengembangan investasi non-finansial, karena memang hanya bermodalkan badan dan gincu. Usulan saya adalah agar Kramat Tunggak dibuka kembali dan dibuat modern (agar mampu menarik wisman). Kalau perlu namanya diganti menjadi Kota Satelit Holyland Kramatwood (tunggak kan artinya bonggol kayu kan?). Kalau perlu dibuat menjadi suatu wilayah otorita, dan bebas tax!! Bangsa berkaki tiga itu memang perlu dikasih pelajaran. Termasuk yg perlu dikasih pelajaran adalah para mucikarinya. Sayangnya Indonesia dari dulu paling demen dapat pujian. Kalau dibilang negara sahabat senangnya kayak dapat durian runtuh. Lupa kalau pengertian sahabat itu mestinya sederajat. Bukan direndahkan dengan memperkosai WNI. Memang hanya kita sendiri yang mampu mengangkat harkat kita sendiri. Bukan bangsa lain....:) Jeffrey Anjasmara '------------------------------------------ Ratusan TKW Diperkosa Menaker Bersikap Kepala Batu Reporter: Didik Supriyanto detikcom - Jakarta, Data yang dikumpulkan Solidaritas Perempuan, menunjukkan jumlah tenaga kerja wanita pembatu rumah tangga (TKW-PRT) yang mengalami kekerasan di Arab Saudi selama dua tahun terakhir meningkat 100%. Jika pada 1998 terdapat 227 kasus, maka pada 1999 terdapat 484 kasus. Data tersebut sejalan dengan data KBRI di Arab Saudi yang mencatat pemerkosaan terhadap TKW PRT. Pada 1995 terdapat 59 kasus, pada 1996 terdapat 363 kasus, pada 1997 terdapat 506 kasus. Sebuah angka yang mengerikan! �Jumlah kasus yang sesungguhnya terjadi mungkin jauh lebih tinggi, karena ada banyak kasus yang tidak dilaporkan oleh korban,� demikian keterangan pers yang disampaikan oleh Kelompok Kerja Gerakan Perempuan untuk Buruh Migran (Pokja GPBM) kepada detikcom, Sabtu (12/8/2000) lalu. Meski demikian, pemerintah, khususnya pejabat Departemen Tenga Kerja, benar-benar tidak mau mengerti tentang keadaan tersebut. Mereka tidak melakukan upaya-upaya serius untuk mencegah masalah tersebut. Bahkan usulan untuk menghentikan sementara pengiriman TKW-PRT ke Arab Saudi ditentang habis-habisan oleh Menteri Tenaga Kerja Bomer Pasaribu. Padahal langkah penghentian sementara itu dimaksudkan untuk menyusun satu perangkat hukum yang memberi perlindungan terhadap TKW-PRT di Arab Saudi. Ini merupakan salah satu cara membebaskan perempuan dari kasus penganiayaan dan pemerkosaan perempuan pekerja rumah tangga di Arab Saudi. Menurut Pokja GPBM, Indonesia adalah satu-atunya negara pengirim TKW-PRT ke Arab Saudi yang belum pernah mengambil langkah drastis sebagai tanda penolakannya terhadap penganiayaan yang dialami warga negaranya di negara tersebut. �Srilanka dan Filipina sudah melakukan hal itu, dan kini pekerja kedua negara itu relatif terlindungi,� katanya. Sehubungan dengan sikap kepala batu Menaker Bomer Pasaribu itu, Pokja GPBM mulai melakukan kampanye untuk menekan pemerintah agar mau menghentikan untuk sementara waktu pengiriman TKW ke Arab Saudi. Caranya antara lain dengan mengirim surat ke Menekar Bomer Pasaribu, agar orang yang mengaku dirinya reformis ini sadar, bahwa sebagai pejabat ia ikut mengeksploitasi perempuan Indonesia di negeri seberang. �Tentu, adalah hak setiap warga negara untuk mencari nafkah di luar negeri. Tetapi, adalah tanggung jawab moral sesama warga negara untuk ikut menjamin bahwa mata pencaharian itu tidak menjerumuskan mereka ke dalam lembah kegelapan dan kesengsaraan,� kata Pokja GPBM. GPBM adalah kumpulan organisasi dan individu yang peduli terhadap kekerasan dan penindasan yang dialami oleh buruh migran perempuan. Sampai saat ini, organisasi-organisasi yang terlibat mencakup Solidaritas Perempuan, Komnas Perempuan, Muslimat NU, Fatayat NU, Koalisi Perempuan Indonesia, Kalyanamitra, LBH APIK, Jaringan Mitra Perempuan, SBSI. (diks) ________________________________________________________________________ Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com
