Eh, ngomong-omong, bahasa yang dipakai para pejabat tinggi kita kok kesan saya
'aneh' ya..... Bayangan saya, kalau pejabat tinggi seperti MD dan Dr. SS itu
kalau ngomong tentu secara terstruktur, berurutan, jelas, dan mudah dimengerti
orang lain. Namun, kenyataannya kok berlawanan ya dari bayangan saya.
Ngomongin mau mundur atau tidak (SS) dan latar belakang tawaran yang diajukan
(MD) saja kok harus mbulet-mbulet dulu. Apa kalau jadi pejabat tinggi memang
ngomongnya harus begitu 'kali ya....
Setelah membaca transkrip pembicaraan tsb., kesan saya kok masih kurang kuat
apabila transkrip tsb dijadikan bukti oleh SS, meskipun terkesan pula bahwa
kelihatannya si SS ini jujur bahwa ia tidak berbuat kesalahan dalam kasus Bank
Bali.
Well......., rupanya inilah salah satu 'wajah nyata' Indonesia kita ini.
Salam,
Budi
Ramadhan Pohan wrote:
> Salam!!!
> Membaca transkrip telepon Marzuki Darusman dan Syaril Sabirin di bawah ini,
> saya miris. Lebih vulgar dari transkrip Monica Lewinsky dan Linda Tripp.
> Walau bahasanya tak luput dari simbolik, dengan benturan-benturan politik
> kalangan papan atas politisi Indonesia. Begitu berbahayanya politik di
> Indonesia. Sangat bernafsu. Sangat lapar. Barangkali karena mereka 'membaca'
> Thomas Hobbes, Leviathan. Mungkin juga menonton lakon Panembahan Reso nya
> mas Willy.
> Barang siapa menjadi pejabat di Indonesia- untuk saat sekarang-- siap
> siaplah masuk jebakan politik dan permainan kekuasaan yang tak punya
> landasan hukum. Kita sudah tidak bicara salah dan benar semata. Busyet!!!
>
> salam,
> penyimak pinggiran
> ###
>
> Senin, 21/8/2000, 20:13 WIB
> Inilah transkrip pembicaraan rahasia Marzuki-Syahril
> Laporan Novi Nuryanti
>
> satunet.com - "Saya mundur juga akan menganggu, tidak mundur juga akan
> mengangggu," kata Syahril Sabirin dari ujung telepon saat berbicara dengan
> Jaksa Agung Marzuki Darusman ihwal ketetapan hatinya untuk tak mundur dari
> Gubernur BI.
>
> Dalih demi kepercayaan dan gangguan bagi ekonomi, kalau ia tak mundur, yang
> diajukan Marzuki, terkalahkan oleh pertahanan diri Syahril merasa ditekan.
>
> Kini, oleh Gubernur BI, transkrip pembicaraan via telepon dengan Marzuki itu
> diajukannya sebagai salah satu lagi bukti, untuk menunjukkan bagaimana Jaksa
> Agung telah mengintimidasinya agar mau mundur dari jabatannya sebagai
> Gubernur BI.
>
> Melalui transkip itu diketahui bahwa jakgung menyediakan dua pilihan bagi
> Syahril. Yakni mundur seperti keinginan Presiden KH Abdurrahman Wahid atau
> dijadikan sebagai tersangka dalam kasus Bank Bali. "Kita akan lihat apa
> bukti itu bisa dibantah," kata Syahril seperti dikutip pengacaranyanya, M
> Assegaf.
>
> Bukti tersebut menurut Assegaf akan diserahkan ke PN Jaksel. Sidang gugatan
> Syahril yang mempraperadilankan Jaksa Agung tersebut, dimulai Selasa (22/8)
> ini. Gugatan itu diajukan menyusul penahanan atas Syahril yang dinilai tidak
> berlandaskan alasan yuridis, tapi rasa kegeraman Jaksa Agung karena yang
> bersangkutan menolak mundur.
>
> Berikut transkip lengkap percakapan itu.
>
> Pembicaraan 1 Maret 2000
>
> Marzuki Darusman [MD]: Halo
>
> Syahril Sabirin [SS]: Halo Pak Marzuki, dari Syahril Sabirin, Tadi bapak
> telepon ya?
>
> MD: He hem
> http://satunet.com/artikel/isi/00/08/21/24453.html?print=1
>
> _________________________________________________________________________
> Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com.
>
> Share information about yourself, create your own public profile at
> http://profiles.msn.com.