Sipil Bersenjata di Aceh Beraksi
3 Warga Dibunuh 5 Rumah Dibakar
Reporter: Rayhan Anas Lubi


detikcom - Banda Aceh, Kekerasan di Aceh makin menjadi-jadi. Seorang anggota
Kamra, dan satu penduduk sipil diberitakan tewas mengenaskan setelah dibacok
berkali-kali oleh sipil bersenjata di Alur Itam, Linge Isak, Aceh Tengah,
Rabu (30/8/2000) dinihari. Sementara warga transmigrasi, Tumiran dihabisi
dengan tiga peluru menembus dadanya.

Aksi ini berlanjut dengan pembakaran lima rumah warga transmigrasi di Desa
Jagong Geget juga satu bangunan poliklinik desa yang berjarak sekitar 6
kilometer dari lokasi kejadian. Dua jembatan kayu yang menghubungkan Desa
Alur Itam dan Jagong Geget dibakar. Akibatnya hubungan kedua desa ini
sekarang putus total.

"Pada mulanya sekitar pukul 23.00 WIB mereka melakukan sweeping
di kawasan jembatan Alur Itam. Kemudian sweeping berlanjut di jembatan Alur
Itam dua yang berjarak sekitar 16 Km dari lokasi pertama. Waktu itu
kebetulan lewat seorang anggota Kamra, Fadlan (25) dan seorang temannya
Maskur (30) dengan naik sepeda motor. Keduanya lantas ditangkap, dan
diborgol tangannya, sebelum akhirnya dihabisi," jelas Kapolres Aceh Tengah
Superintendent Drs Misyik Natari kepada detikcom Rabu (30/8/2000) malam.

Rabu pagi, mayat kedua korban ini ditemukan di dekat jembatan. Mayat Fadlan
ditemukan dengan jempol tangan kanan putus. Di dada dan bagian belakang
kepalanya terdapat luka bekas bacokan berkali-kali.

Sementara mayat Maskur ditemukan dengan kondisi pergelangan tangan kiri
putus, dan di belakang telinga juga terdapat bekas bacokan berkali-kali.
Sepeda motor milik mereka juga ditemukan sudah tingggal rangka karena habis
dibakar.

Setelah aksi tersebut, gerombolan bersenjata --menurut laporan masyarakat
berjumlah sekitar 16 orang-- bergerak ke lokasi perumahan transmigrasi di
Desa Jagong Geget. Masih menurut laporan masyarakat, gerombolan bersenjata
yang menenteng senjata laras panjang dan memakai baju loreng serta jaket
bertuliskan Brimob ini menggedor rumah-rumah penduduk. Penduduk diharuskan
masuk ke dalam rumah tak terkecuali yang sedang melakukan ronda malam.

Tumiran, warga transmigrasi membandel dan menolak masuk ke rumahnya.
"Tiga peluru menerjang Tumiran, di bahu kiri, bahu kanan dan satu tepat di
ulu hatinya," jelas Kapolres lagi.

Gerombolan bersenjata ini -masih menurut laporan masyarakat berlogat Aceh
kental- kemudian menyandera 6 warga transmigrasi dan menyeretnya ke rumah
kepala desa Sumardi.Di rumah kepala desa ini mereka merampok dengan menyikat
50 gram emas, satu set VCD player, dan uang sejumlah Rp 1,8 juta. Sementara
istri Sumardi ditodong dengan sebilah parang.

Di lokasi transmigrasi inilah mereka membakar 5 unit rumah bersama satu
bangunan poliklinik desa. Bersama rumah yang terbakar ikut pula terbakar 6
unit sepeda motor, 3 mobil dan 1 truk. "Kerugian akibat kebakaran ini kita
perkirakan sekitar Rp 2 miliar sedangkan korban jiwa tidak ada," jelas
Misyik.

Bukan itu saja, setelah aksi pembakaran ini, di beberapa rumah penduduk yang
tidak dibakar mereka mencorat-coret dengan spidol, tulisan-tulisan yang
bernada mengusir warga transmigrasi. Tulisan-tulisan itu berbunyi, "Hai
Orang Jawa Pulang Saja ke Gus Dur" dan tulisan lainnya berbunyi agar warga
transmigrasi segera meninggalkan lokasi transmigrasi.

"Bahkan satu karton bertuliskan 'Warga Masyarakat Jangan Keluar Rumah
Kecuali TNI/Polri Karena Kami Sudah Siap Menunggu Di mana Saja' dipajang di
dekat jembatan yang mereka bakar," jelas Misyik sambil menambahkan tulisan
tersebut ditandatangani atas nama Aneuk AGAM. "Kalau ditilik dari tanda
tangannya terbaca Ibrahim," kata Kapolres Aceh Tengah lagi.

Dari lokasi ini mereka melarikan satu mobil Chevrolet dan satu kijang pick
up. Satu mobil kijang hasil rampasan saat sweeping ditinggal karena remnya
blong," tambah Kapolres. Dari lokasi kejadian ditemukan 13 selongsong AK dan
1 selongsong M16.

Tapi menurut Kapolres, para pelaku sudah teridentifikasi. "Mereka memang
Target Operasi kita, karena diidentifikasi sebagai anggota GAM. Bahkan posko
mereka juga sudah kita deteksi," kata Misyik.

Kejadian yang membuat kisruh di lokasi transmigrasi ini terletak sekitar 70
km arah utara kota Takengon, Aceh Tengah atau berjarak sekitar 500 kilometer
dari Banda Aceh. (rus)



_________________________________________________________________________
Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com.

Share information about yourself, create your own public profile at
http://profiles.msn.com.

Kirim email ke