Ingin tahu kebohongan besar dari LSM-LSM HAM? Mereka membuat berita sedemikian rupa dan menyembunyikan fakta terpenting bahwa wilayah yang dijarah adalah wilayah transmigrasi. Benar-benar kelompok pembohong besar yang mengaku-aku sebagai koalisi HAM. Benar-benar perbuatan busuk mereka sudah melampaui batas. Anjas ----------------------------------------------- >From: "koalisi-ham" <[EMAIL PROTECTED]> >To: <Undisclosed-Recipient:;> >Subject: [LantakNewS] Aksi Maut di Aceh, 3 Tewas, 6 rumah dibakar >Date: Thu, 31 Aug 2000 12:44:00 +0700 > >-------------------------- eGroups Sponsor -------------------------~-~> >GET A NEXTCARD VISA, in 30 seconds! Get rates >of 2.9% Intro or 9.9% Ongoing APR* and no annual fee! >Apply NOW! >http://click.egroups.com/1/7872/1/_/_/_/967746234/ >---------------------------------------------------------------------_-> > >Aksi Maut di Linge > >* Tiga Orang Tewas >* Enam Rumah Dibakar > >TAKENGON - Segerombol orang tak dikenal yang diperkirakan berjumlah 16 >orang, Selasa (29/8) malam hingga Rabu (30/8) dinihari WIB melakukan >'safari berdarah' di beberapa kawasan dalam Kecamatan Linge, Aceh Tengah. >Aksi maut itu antara lain mengakibatkan tiga orang tewas dieksekusi, >beberapa rumah dibakar, dan dijarah, serta sejumlah kendaraan roda dua dan >empat dirampas dan dibakar. >Kapolres Aceh Tengah Super Intendant Drs Misik Natari yang dikonfirmasi, >kemarin mengatakan, pihaknya telah mengidentifikasikan pelaku insiden >berdarah di Kecamatan Linge itu. Kapolres mengaku sudah mengetahui >identitas "Kelompok 16" itu beserta pimpinannya. >Menurut laporan beberapa sumber serta data yang ada di pihak kepolisian, >gerombolan orang tak dikenal yang diakui berseragam loreng dan hitam itu >mendahului rangkaian 'safari maut'nya dengan membakar dua unit jembatan >kayu di Alur Item sekitar 70 Km dari Takengon menuju arah Blang Keujeren, >Aceh Tenggara. >Penggelaran aksi maut itu diawali sekitar pukul 23.30 WIB, Selasa malam. >Saat itu juga dilanjutkan dengan tindakan sweeping di lokasi dimaksud. >Sesaat dilaksanakan sweeping, dua orang pemuda setempat yang berboncengan >sepeda motor Honda, Fadlan (25) anggota Kamra dan Masykur (30) pekerjaan >tani melewati lokasi dimaksud. >Keduanya langsung diborgol dan dieksekusi dengan rentetan bacokan di >tengkuk dan sekujur tubuh hingga tewas di tempat. Bahkan salah satu lengan >Masykur tak ditemukan. Kedua mayat itu diletakkan di satu sisi ujung >jembatan yang dibakar. >Saat sweeping itu menurut laporan pihak kepolisian, satu unit mobil Toyota >Kijang minibus serta 1 unit Chevrolet Luv dirampas. Sejauh ini belum >diketahui siapa pemilik kedua kendaraan itu. >Kijang minibus akhirnya ditemukan tak jauh dari lokasi sweeping, >ditinggalkan karena remnya blong. Sedangkan Chevrolet dilarikan. >Usai sweeping berdarah di Alur Item, gerombolan itu membelok ke kanan dari >lintas Takengon-Blang Keujeren masuk ke Desa Jagong Jeged atau sekitar 4 Km >dari Alur Item. Di Desa eks lokasi transmigrasi yang telah lama menjadi >desa definitif itu, gerombolan tersebut membakar lima unit rumah permanen. >Salah satunya adalah milik Tohan (50), Kades Jagong Jeged. >Empat rumah lain adalah milik Slamet (35), Ansari (60), Parno (60), Anwar >(50), janda Mbok Atun (70). >Sebelum dibakar, pemilik rumah digiring ke kediaman Keuchik Tohan yang >rumahnya ikut menjadi abu. Sejenak masuk ke Jagong, gerombolan itu membobol >beberapa kios minyak eceran dan mengambil minyaknya untuk disiram ke lima >bangunan di Jagong Jeged. >Insiden itu benar-benar membuat bergidik bulu roma warga setempat. Saat >digelarnya pembakaran itu, warga lainnya diperintah masuk ke rumah >masing-masing. Tumiran, seorang pemilik rumah yang dikabarkan tak mau masuk >rumah, segera dieksekusi dengan terjangan timah panas di depan rumahnya. >Jasad lelaki itu ditembusi tiga peluru yang menerjang rusuk serta dadanya. >Masih di Jagong Jeged, satu unit polindes juga dibumihanguskan. Dalam >insiden itu juga dirampas lima unita kendaraan roda dua, truk roda enam >satu unit. Sedangkan satu unit Isuzu Panther minibus milik warga setempat >dibakar. >Malam itu juga dilaporkan adanya tragedi berdarah di Desa Batu Lintang >Kecamatan Linge. Berat dugaan kejadian itu dilakukan kelompok yang sama, >karena hanya berselang sekitar 40 menit. >Keheningan malam dan sejuknya suasana pegunungan di Atu Lintang tercabik >dengan maraknya api yang membakar rumah milik seorang janda, Mbok Yun (60). >Di desa itu juga gerombolan tak dikenal merampok rumah Kades Sumardi (50) >hingga uang kontan Rp 1,8 juta, satu unit VCD dan digital parabola, 50 gram >perhiasan emas amblas. >Menurut pantauan Serambi, di lokasi jembatan alur item ditempel amaran yang >ditulis dengan spidol berbunyi, "Diharamkan bagi rakyat sipil >mondar-mandir, kecuali ABRI dan Polri." >Peluru Pindad >Kapolres Aceh Tengah, Super Intendent Drs Misik Natari yang ikut melakukan >penyelidikan ke lokasi kejadian mengklaim bahwa pelaku insiden berdarah itu >adalah pihak sipil bersenjata pimpinan WB. >Dari lokasi kejadian pihak polisi juga menemukan 16 kelongsong peluru jenis >M-16, AK-47 yang bertuliskan produk Pindad. Selain itu di salah satu tembok >di Desa Jagong ada tulisan berpesan khusus yang intinya warga pendatang >harus meninggalkan Desa Jagong, minimal lima hari ke depan. >Buntut dari insiden berdarah itu, sebagian masyarakat yang terpencar di >pinggiran desa telah mengungsi ke desa terdekat tepatnya pusat desa Jagong >Jeged. >Hingga tadi malam, suasana di Kecamatan Linge khususnya di jalur yang >terkena musibah berdarah, warga dicekam ketakutan. >Pihak Polres Aceh Tengah, sejak kemarin telah menurunkan beberapa aparat >Brimob BKO ke TKP. Guna berusaha memberikan rasa aman untuk masyarakat yang >tercekam. >Sejauh ini belum ada pihak yang mengaku bertanggungjawab atas peristiwa >berdarah di Kecamatan Linge-Takengon itu.(tim) _________________________________________________________________________ Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com. Share information about yourself, create your own public profile at http://profiles.msn.com.
