Satu-satu aku mau naik pesawat komersial umum saja... Dua-dua aku naik garuda carteran saja... Tiga-tiga aku mau punya pesawat sendiri saja... Jeffrey Anjasmara ---------------------------------------- Gus Dur Jajaki Beli Pesawat Kepresidenan 5 Sep 2000 22:25:20 WIB TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemerintah Indonesia sedang menjajaki pembelian pesawat kepresidenan dari pabrik Boeing. Alasan penjajakan, karena sampai sekarang jika presiden pergi ke luar negeri masih menggunakan pesawat komersial milik Garuda Indonesia. Demikian dikatakan Biro Protokol Sekretariat Presiden, Wahyu Muryadi, kepada pers dan dikutip Antara, dalam penerbangan dari Seattle menuju New York AS, Senin (4/9) malam. Presiden Abdurrahman Wahid yang didampingi Ibu Nuriyah Wahid, Senin pukul 10.15 WIB meninggalkan Tanah Air menuju New York untuk menghadiri KTT Milenium di Markas Besar PBB, New York, yang dibuka 6 September besok oleh Sekjen PBB, Kofi Annan. Pesawat Garuda berangkat dari Bandara Halim Perdanakusumah menuju Bandara Narita, Jepang, dengan lama penerbangan tujuh jam. Setelah satu jam mengisi bahan bakar, pesawat melanjutkan perjalanan selama hampir sembilan jam menuju Seattle, AS. Sambil menunggu pesawat Garuda mengisi bahan bakar yang kedua kalinya, di Bandara Seattle Gus Dur menerima Direktur Utama Boeing, Philip Condet. "Pihak Boeing menawarkan Boeing 737-800 yang harganya antara 50 hingga 60 juta dolar AS," kata Wahyu. Ia menjelaskan, dalam pertemuan itu Condet mengemukakan, jika Indonesia benar-benar ingin membeli pesawat Boeing, permintaan secara tertulis harus disampaikan secepatnya, karena banyak negara yang juga ingin membeli. Wahyu juga menjelaskan, pemikiran pembelian itu adalah jika Presiden terus-menerus memakai pesawat milik Garuda, maka jadwal penerbangan BUMN itu bisa mengalami gangguan-gangguan. Pesawat kepresidenan itu nantinya bisa saja disewa atau dicarter orang lain, bila sedang tidak digunakan kepala negara. Pesawat itu nantinya juga akan dioperasikan oleh Garuda. Setelah menempuh perjalanan sekitar 23 jam, rombongan Gus Dur tiba di Bandara John F. Kennedy, new York, pukul 22.25 waktu setempat atau 09.25 WIB hari Selasa, waktu Indonesia lebih dahulu 11 jam dari New York. Di dalam rombongan Presiden, antara lain terdapat Menlu Alwi Shihab, dua anggota DPR dari PDIP, Sophan Sophiaan dan Sembiring Meliala, serta pengamat politik Arbi Sanit. Pada hari Selasa (5/9), acara Presiden cukup padat antara lain menerima pengusaha George Soros; PM Portugal, Antonio Guterres; pertemuan dengan masyarakat Indonesia; menerima Menlu AS, Madeleine Albright, serta Presiden Nigeria, Olu Segun Obasanso. (PL) _________________________________________________________________________ Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com. Share information about yourself, create your own public profile at http://profiles.msn.com.
