Walah oom, waktu masih jadi menteri berubah haluan. Ente ini kan dulu bilang
nggak suka IMF. Giliran jadi menteri memeluk cium IMF, sekarang lain lagi
ceritanya. Emang banyak yg sadar lah kenapa anda begitu. Cuman cilakanya ada
banyak pula (dan malahan ada yg ngaku ahli moneter lho) yg bikin argumen yg
pro IMF dengan dasar peluk cium anda kemarin itu. Kan kasihan nih ahli
moneternya.... hehehe...:)

Eh, gimana tuh Gus Dur main nyablak lagi. Kirain sudah sembuh penyakitnya.
Selalu saja serasa jadi tuhan atau orang sakti yg punya ilmu "ngerti
sakurunge winarah" alias tahu sebelum kejadian. Sudah berapa kali sih Gus
Dur ini merusak usaha penyelidikan? Kayaknya puluhan kali deh.

Kalau berdasarkan keseringan nonton film detektif, barang siapa yg menyebut
nama tertuduh sebelum disidik, kemungkinan besar si penyanyi ini memang
sengaja merusak proses penyidikan. Artinya? Ya sudah kongkalingkong dengan
yg namanya disebut itu....:) Ini rada mirip modus operandi gerombolan tukang
copet di ibukota kita itu. Giliran temennya ketahuan, bakalan ada deh yg
nyolot "copetttt...". Giliran penumpang pada tengak tengok siapa yg
pencopet, si copet yg ketahuan ini sudah ngabur. Dianya sendiri bisa
melanjutkan aksi copet-mencopet lagi dengan lebih aman. Semua anggota
gerombolan bakal aman kan?


Anjasmara

---------------------------------------
Kwik Kian Gie:
IMF Konspirasi Besar
Reporter: Irna Gustia W

detikcom - Jakarta, Dana Moneter Internasional (IMF) dimata bekas Menko
Ekuin Kwik Kian Gie, merupakan bentuk konspirasi besar yang mempunyai
kepentingan terhadap sumber daya alam Indonesia. Mestinya, kata dia, harus
ada keberanian untuk putus dengan IMF dalam membangun perekonomian.

Kwik mengatakan itu di sela-sela Diskusi Forum Jumat, �Pemulihan Ekonomi
Nasional di Tengah Kapitalisme Global�, di Gedung Mustika Ratu, Jakarta,
Jumat (15/9/2000). Contoh kepentingan IMF itu menurut Kwik, penempatan
sejumlah konsultan asing yang ada di BPPN.

Dalam kesempatan yang sama, bekas Menteri Keuangan Fuad Bawazier juga
menilai IMF tidak concern pada masalah pengangguran. Akibatnya saat ini
jumlah pengangguran terus meningkat. Menurut Fuad IMF hanya fokus terhadap
rekap perbankan dan penjualan aset BPPN.

Kwik juga menilai aset-aset yang ada di BPPN dalam dua tahun terakhir sudah
turun harganya sampai 40 persen akibat digerogoti sendiri oleh pemiliknya.
Kendati demikian, kata Kwik, pemerintah tidak melakukan tindakan yang cepat
untuk mencegah penurunan nilai tersebut.

Kamis (15/9/2000), IMF telah mengucurkan dana US$ 399 juta. Kucuran ini
merupakan pinjaman IMF kedua dalam tiga tahun yang jumlah totalnya
mencapai US$ 5 miliar.(rus)



_________________________________________________________________________
Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com.

Share information about yourself, create your own public profile at
http://profiles.msn.com.

Kirim email ke