Nah, ini dia jawaban buat orang-orang yang suka melecehkan teknologi, termasuk pemerintahan buta huruf sekarang ini. Jelas berita baik ini tidak bisa dikaitkan dengan performance pemerintahan Gus Dur yang nggak karuan ini. Apalagi dengan performance AS Hikam sang ahli sastra itu. Yang perlu diacungi jempol adalah Habibie sebagai menteri. Bukan sebagai presiden yang penuh dengan KKN itu. Masak memerintah cuman segitu lama langsung memasukkan orang-orangnya berdasarkan sukuisme ke segala penjuru dunia. Gile bener tuh....:) Yang sekarang perlu dicermati adalah langkah pemerintahan saat ini dalam memfollow-up. Saya curiga mereka malah bikin berantakan. Biasalah, nggak pernah merasakan cash-in, bisa-bisa malah minta komisi. Kan cilaka tujuh belas. Kita juga perlu lihat apakah Gus Dur akan bikin usaha swasta untuk menangani masalah ini. Jangan-jangan si usahawan yg jadi partner dalam menggelapkan sumbangan dari sultan Brunei akan ditunjuk untuk menfollow-up. Sialnya rumahnya yg di jalan Irian malah dijadikan rumah pertemuan kelas tinggi. Siapa lagi yg kira-kira bermodal KKN punya potensi ditunjuk? Priyadi menteri sarjana perikanan yg di BRI saja nggak becus itu ya? Anjasmara ------------------------------------------ Selasa, 19 September 2000, 10:29 WIB Namibia Pesan Puluhan Pesawat Terbang Produksi IPTN Jayapura, Selasa Pemerintah Namibia berkeinginan membeli puluhan pesawat terbang dan helikopter buatan Industri Pesawat Terbang Nasional (IPTN) Bandung untuk menunjang aktifitas pembangunan di negaranya. Duta Besar RI berkuasa penuh untuk Namibia, Theo Waimuri mengatakan di Jayapura, Selasa, Komite Pertanahan Namibia telah menandatangani nota kesepakatan (MOU) dengan pihak IPTN untuk membeli pesawat produksi perusahaan penerbangan nasional itu. Dalam MOU disepakati, Komite Pertahanan Namibia memesan 24 pesawat terbang jenis Gatotkaca dan sebagiannya helikopter, namun tahap awal komite tersebut menyanggupi pembelian 12 buah pesawat dan helikopter. Bila Komite Pertahanan Namibia merealisasikan pembelian 24 unit pesawat terbang itu, maka secara tidak langsung menambah pemasokan negara sebesar 300 ribu dollar Amerika Serikat. Menurut Waimuri, pemerintahan Namibia mengakui mutu pesawat produksi IPTN cukup bagus dan cocok untuk dioperasikan di negaranya yang umumnya daerah dataran rendah dan berbukit-bukit. Untuk merealisasikan MOU antara IPTN dan Komite Pertahanan Namibia itu telah disampaikan kepada Presiden Abdurrahman Wahid guna mengambil langkah-langkah lebih lanjut. Selain itu, katanya, pihaknya sedang menjajaki kemungkinan Perdana Menteri Namibia Hage Geingob untuk melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia dalam waktu dekat. Kedatangan pejabat Namibia itu tergantung kesediaan Presiden Gus Dur. Kunjungan PM Hage Geingob itu selain membicarakan realisasi MOU pembelian pesawat produksi IPTN juga membicarakan peluang kerjasama bidang ekonomi bilateral yang semakin luas.(ant/zrp) _________________________________________________________________________ Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com. Share information about yourself, create your own public profile at http://profiles.msn.com.
