Siapa berani sama Gelbard? Siapa berani sama AS. Tapi, menurut saya, Gelbard mempunyai power yang cukup untuk mencampuri Indonesia. Dia mewakili superpower, AS. Tapi, apakah gaya diplomasinya ini pantas? Apa bukan suatu kekonyolan? Eit, tunggu sebentar. Jangan-jangan ada personal interest di balik arogansi Gelbard cs dan pihak-pihak di AS. Celakanya, nasionalisme sempit dan gegabah lagi mekar pula di tanah air. Gelbard tahu banget itu. Maka itu, saya bilang, jangan-jangan ada perangkap di balik semua ini. Lalu, siapa memerangkap siapakah? Usai membaca petilan berita di bawah, adakah Anda yang bisa memberi penjelasan? salam, ramadhan pohan (penyimak pinggiran) ### Gelbard Akui Marinir AS Datang Tuding Pangdam Udayana Gagal Lucuti Milisi JAKARTA- Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia H. E. Robert S. Gelbard akhirnya mengakui keberadaan marinir Amerika Serikat di Indonesia. Namun, sekarang marinir AS sudah pulang lagi ke negerinya. "Beberapa hari lalu memang ada. Tapi, mereka sudah meninggalkan Indonesia sembilan hari yang lalu," ujarnya kepada wartawan usai menghadiri acara Economic Growth in an Open Society: Challenges and Opportunity yang digelar Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia Jakarta (ISEI Jaya) dan Kedutaan Besar AS di Jakarta kemarin. Gelbard menyatakan, keberadaan marinir AS di Indonesia itu bukan untuk operasi militer, melainkan melakukan tugas kemanusiaan. Lamanya hanya tiga hari. Menurut dia, tak ada alasan bagi Indonesia untuk mencurigai keberadaan marinir AS yang merapat di perbatasan Timor Timur dan Indonesia. "Mereka hanya melakukan tugas kemanusiaan, tidak lebih dari itu. Saya kira Mayjen Kiki Syahnakri (Pangdam Udayana, Red) tidak usah mencari-cari alasan," tukasnya. Menurut Gelbard, keberadaan marinir AS yang berjumlah 600 personel dan bersenjata lengkap sama sekali tidak ada kaitannya dengan pelucutan milisi eks Timtim dan keinginan untuk intervensi kebijakan militer Indonesia. "Ridiculous (gila), absolutely ridiculous. Tidak mungkin kami memiliki pemikiran demikian," tuturnya. Dalam kesempatan itu, Gelbard juga menyoroti kinerja Pangdam IX Udayana yang dinilai tidak maksimal. Padahal, tugas yang dipikul penanggung jawab keamanan daerah Bali hingga NTT itu sangat berat. Selama ini, kata Gelbard, yang dilakukan Kiki hanyalah mencari-cari alasan dan mencari kambing hitam. Akibatnya, banyak terjadi informasi yang simpang siur mengenai kondisi keamanan di perbatasan Indonesia dan Timtim. Gelbard mencontohkan terbunuhnya seorang wartawan asal Belanda di daerah Timor Timur. Saat itu, menurut Gelbard, Kiki menyatakan dua kali memublikasikan bahwa wartawan itu tidak mati tertembak. Padahal realitasnya, wartawan itu tewas karena serangan brutal yang menggunakan senjata api. "Kiki Syahnakri bisa dikatakan gagal dalam kerjanya sepuluh bulan terakhir. Terutama dalam melucuti milisi. Dia seharusnya lebih berkonsentrasi kepada kerjanya. Tanggung jawab yang dipikulnya itu tidak mudah," tutur Gelbard. Menurut dia, Kiki harus segera melakukan evaluasi total terhadap kerjanya selama sepuluh bulan terakhir. Dia juga menyatakan bahwa selama ini Kiki sering memanfaatkan isu-isu untuk menutup-nutupi kerjanya yang gagal. Salah satunya ialah keberadaan marinir AS di Atambua. "Kita semua bisa lihat mengapa milisi makin tak terkontrol dan terkesan makin kuat. Dan mengapa Kiki tak segera melakukan pelucutan senjata secara total dan membubarkan milisi-milisi eks Timtim itu,'' tuturnya. Namun, Gelbard tidak sempat menjawab pertanyaan mengapa marinir AS yang menjalankan tugas kemanusiaan itu dipersenjatai lengkap. http://www.jawapos.com/dailynews/200009/26/Berita_Utama/1-GELBAR.htm _________________________________________________________________________ Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com. Share information about yourself, create your own public profile at http://profiles.msn.com.
