In a message dated 9/26/00 4:30:59 PM Eastern Daylight Time,
[EMAIL PROTECTED] writes:
> Irwan... Irwan........,
>
> Anda rupanya ingin mencoba ilmu 'pertanyaan dikomentari dengan pertanyaan'.
> Cuma sayang, kelemahan anda dalam tulisan-tulisan anda hari ini terlihat
> sangat jelas. Anda tidak mengerti benar isi tulisan orang.
Irwan:
Dalam suatu diskusi, untuk hal2 yg butuh konfirmasi atau pun klarifikasi
lebih lanjut, saya tidak akan segan2 untuk melemparkan
pertanyaan. Selain itu, terkadang dengan cara melemparkan pertanyaan,
partner diskusi diharapkan juga dapat melihat dan menemukan
hal2 yg mungkin sebelumnya tidak terlihat olehnya.
Mudah2an paragraf di atas tidak sedang mengatakan bahwa
komentar yg anda buat adalah komentar sempurna yg tidak
ada cacatnya dan tidak boleh dikritisi.....;)
Mari kita lihat tulisan2 anda sebelumnya, apakah sayanya
yg tidak benar dalam menangkap tulisan anda ataukah
sebaliknya, anda yg tidak terima ketika rekan anda mencoba
mengkritisi komentar anda....:)
Saya ambil saja dari posting awal anda dengan judul di atas
yg bisa dilihat kembali di alamat:
http://www.egroups.com/message/diskusi-permias/1952
Budi:
> Rekan-rekan yth.,
>
> Ngomongin fenomena yang agak aneh ah........
Irwan:
Berangkat dari pernyataan anda di atas, maka saya tangkap
anda akan menceritakan suatu kejadian yg menurut anda
aneh. Apa ukuran anehnya, para pembaca sama2 belum
mengetahuinya.
Budi:
> Ketika berangkat menuju negara-negara Amerika Latin dan Kanada, pesawat
> pak presiden GD dan rombongan dikawal oleh 3 pesawat tempur F-16 di sisi
> kanan-kiri dan belakangnya selama 45 menit. Kira-kira pak GD-nya sendiri
> tahu nggak ya kalau dikawal? (Maaf, bukan dalam artian 'harafiah' lho
> ya.....).
Irwan:
Suatu paragraf yg intinya sedang mencerikan suatu kejadian.
Kata lainnya, tulisan di atas adalah tulisan berita/peristiwa [kecuali
dua kalimat terakhir].
Budi:
> Kenapa pula ya kok pakai dikawal pesawat tempur ketika masih ada di atas
> wilayah Indonesia bukannya di atas wilayah negara lain? Ini hanya untuk
> gaya-gaya-an atau memang mencegah terjadinya serangan musuh? (di wilayah
> sendiri?). Lalu, kira-kira ide siapa ya kawal-kawalan ini?
Irwan:
Paragraf di atas tampaknya anda sedang mempertanyakan
situasi atas berita atau peristiwa yg anda dengar atau baca.
Tampaknya yg anda maksud dengan pernyataan "fenomena
yg agak aneh" salah satunya adalah karena pengawalan
atas pesawat presiden dalam kawasan sendiri.
Anda pertanyakan apakah hal itu untuk gaya2an atau untuk
mencegah terjadinya serangan musuh walaupun itu di wilayah
sendiri.
Sekedar anda tahu saja, musuh itu tidak harus berada di luar
wilayah. Musuh bisa berada pula di wilayah sendiri.
Bila anda mengikuti peristiwa yg terjadi akhir2 ini di tanah
air kita, "musuh" [ntah siapa orang/kelompoknya] sudah berani
melakukan tindakan2 yg sifatnya sangat keras dan bahkan
sudah melewati batas perikemanusiaan. Saya yakin anda
mengikuti peristiwa pemboman BEJ yg menelan korban
meninggal dunia sampai sekitar 15 orang.
Belum lagi bom2 di tempat lainnya dan rencana2 pemboman
yg beberapa berhasil dicegah.
"Musuh" yg dihadapi tampaknya punya kekuatan yg cukup
destructive.
Saya tidak tahu, apakah informan lingkungan istana mendapatkan
informasi2 tentang adanya kemungkinan upaya pembunuhan
terhadap GD atau tidak, apakah ada ancama atas penerbangannya
atau tidak, dll. Saya hanya percaya bahwa mereka, para pasukan
pengaman presiden, telah melakukan tugasnya sesuai dengan
yg dibutuhkan dan prosedur yg ada.
Saya merasa, tampaknya anda menutup mata atau pun
menyepelekan atas kemungkinan2 di atas sehingga anda
merasa peristiwa pengawalan itu menjadi aneh buat anda.
Silahkan anda cari tahu tentang pengawalan presiden
di negara2 lain khususnya bila dalam situasi seperti
yg sedang di alami oleh GD agar anda bisa boleh mengetahui
apakah pengawalan yg dilakukan itu termasuk kategori aneh
atau wajar2 saja dalam ukuran umum (bukan pribadi).
Budi:
> Kira-kira berapa ya ongkos menerbangkan 3 pesawat tempur F-16 dari
> Madiun ke Jakarta tambah 45 menit 'ngawal' lalu balik lagi ke Madiun?
> Kalau dana ini dipakai sebagai tambahan ongkos pemeliharaan pesawat
> tempur lainnya, mungkin pesawat-pesawat tempur kita bisa bertahan lebih
> lama ya dalam menghadapi embargo peralatan militer.
Irwan:
Paragraf anda di atas adalah paragraf yg saya komentari pada
posting sebelum ini. Sayangnya, bukannya anda memberikan
konfirmasi atau klarifikasi yg dibutuhkan, tapi malah
melemparkan komentar2 yg saya kurang mengerti tujuannya.
Saya bertanya pada posting terdahulu apakah paragraf anda di atas
ingin mengatakan bahwa sebaiknya ketiga pesawat jet itu sebaiknya
tidak terbang untuk menghemat biaya. Bahkan anda katakan
bahwa biaya yg dikeluarkan sebaiknya digunakan untuk perawatan
pesawat tempur lainnya.
Di paragraf berikutnya, sebenarnya kalau anda mau lebih
teliti lagi, saya sudah memaparkan bahwa salah satu perawatan
rutin dari pesawat tempur adalah dengan menerbangkannya.
Bukan dengan cara dikandangin terus2an. Silahkan anda cari
informasi tentang hal ini, kalau tidak percaya.
Itulah sebabnya, pesawat2 tempur secara rutin (ntah setiap
berapa lama sekali), melakukan penerbangan2 baik itu dalam
latihan militer atau pun untuk perawatan.
Ini yg tampaknya anda kurang mendapat informasi yg cukup.
Mengingat hal tersebut di atas, karenanya bagi saya adalah bukan
suatu hal yg aneh atau pun pemborosan bila 3 jet tempur tersebut
melakukan tugas pengawalan. Bisa saja, schedule nya pas dengan
waktu perawatan dimana pesawat2 tempur itu perlu diterbangkan.
Nah, bukankah bila memang demikian, maka yg seharusnya
penerbangan rutin jet tempur untuk perawatan akan terbang tanpa
melakukan satu tugas/misi apa pun, bukankah akan jauh lebih baik
bila sekalian saja diserahi tugas untuk mengawal?
Jadi, ya penerbangan jet tempurnya jadi ngga mubazir.
Saya kurang tahu, apakah waktu anda menulis komentar awal
sudah memikirkan kemungkinan2 [situasi keamanan presiden,
perawatan pesawat] di atas atau memang tidak
terpikirkan sama sekali oleh anda sebelumnya.
Yang jelas buat saya, karena saya tidak tahu pasti peristiwanya,
saya tidak akan pernah menutup kemungkinan2 yg ada di atas.
Atau mungkin anda memang sudah sangat tahu sekali
duduk permasalahan dan situasinya sehingga anda sampai
berani mengambil kesimpulan seperti yg anda tuliskan
sebelumnya?
Budi:
> Mungkin ada baiknya juga kalau pak GD memesan 3 mobil Batman untuk
> mengawalnya kalau bepergian menggunakan jalan darat.
>
> Indonesiaku........Indonesiaku........., lucu dah kamu...........
Irwan:
Komentar di atas juga sebenarnya kurang perlu anda lontarkan
bila anda tahu bahwa keamanan seorang presiden itu masuk
dalam kategori top priority.
Tidak peduli apakah seorang Clinton melakukan perselingkuhan
atau tidak, tapi kalau sudah menyangkut keamanan presiden,
maka hal tersebut akan jadi top priority. Mudah2an anda
pernah mengikuti bagaimana pasukan keamanan presiden AS
baik yg resmi maupun yg memakai jasa Secret Service
melakukan tugas pengawalan terhadap presiden AS dan keluarganya.
Anda akan lihat bahwa apa yg telah GD terima masih jauh
dibawah apa yg presiden dan keluarganya terima.
Moga2 sekarang wawasan anda bisa bertambah sehingga
tidak lagi melihat suatu pengawalan atau pun penjagaan
keselamatan presiden yg super ketat menjadi suatu hal
yg aneh buat anda.....;)
Budi:
> Lihatlah komentar anda terhadap rekan Ida dan terhadap
pertanyaan-pertanyaan
> saya.
Irwan:
Rekan Budi, saya sudah lihat kembali dan belum menemukan
apa yg anda maksudkan. Silahkan tunjukkan saja komentar2
saya yg mana yg menurut anda tidak pas atau pun menyimpang.
Komentar yg saya berikan kepada rekan Ida adalah masih dalam
taraf cari klarfikasi permasalahan yg ingin diangkat oleh Ida
sebelum masuk ke komentar yg membahasnya.
Sebaiknya anda bersabar saja dulu mengikuti diskusi saya
dengan rekan Ida.
Biarkan rekan Ida sendiri yg memberikan klarifikasi atas
apa yg sebenarnya ingin dia sampaikan.
Sekedar tambahan yg perlu direnungkan [kalau mau]:
Bila ada seorang anak bernama Sudin makan es krim,
maka bagi saya adalah sangat tidak tepat bila kita melarang
anak itu makan es krim hanya karena Tono, anak dari
desa seberang, minggu lalu makan es krim akhirnya sakit panas.
Saya ngga tahu, apakah rekan Ida khususnya bisa menangkap maksud
saya dari paragraf di atas.....:)
Kalau pun rekan Ida tidak menangkap, ya ngga apa2.
Nanti saja saya jelaskan setelah rekan Ida memberikan konfirmasi
atau pun klarifikasinya atas poin mana yg dia maksud, satu atau dua.
Budi:
> Dengan demikian, diskusi menjadi tidak ke arah yang diinginkan. Sayang.....
Irwan:
Sayang sekali memang. Kebetulan, saya melakukan diskusi
di milis ini bukan dengan tujuan memenuhi keinginan atan selera anda...:)
Singkatnya, kalau memang ada yg tidak sesuai dengan apa yg
anda maksud semula, tinggal anda tulis ulang dengan memberikan
penekanan agar rekan diskusi anda bisa menangkap dengan jelas.
Saya bukan termasuk paranormal yg bisa mengetahui keinginan
anda tanpa anda memberitahukannya......;)
Hmmm.....atau mungkin anda mengharapkan apa yg anda
tulis sebaiknya tidak ditentang atau dikritisi sama sekali
bila ditemukan hal2 yg dirasa kurang tepat/mengena?...:)
jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu