In a message dated 9/28/00 11:18:37 AM Eastern Daylight Time,
[EMAIL PROTECTED] writes:
> hehehehe..
> gue udah kagak ikutan dah.
> kalo pesawat ngawal gd aja udah dimasalahin
> ntar lama2, gus dur pake baju apa, pake merk kacamata apa, pake sepatu apa
> juga dimasalahin lagi.
>
> kalo mo ngomoning gd mending ngomongin kebijaksanaannya, komentar2 dia
> diluar negeri. something like that. :)
Hahaha...gue sendiri sampe gemes juga ngebacanya....:)
Dimulai dengan topik "GD=menlu?", terus disusul dengan
"GD dikawal 3 F-16" dan akhirnya dilengkapi dengan
topik "INTROPEKSI[Re: GD dikawal 3 F-16]".
Lengkaplah sudah bikin tangan ini gatel, apalagi yg kasih
komentar atas topik2 di atas orang sekelas
Ramadhan Pohan dan Notrida Mandica dimana tulisan2nya
suka saya baca di milis ini karena punya kelas tersendiri....:)
Karena saya tidak mau terjebak dengan obrolan yg ngga jelas,
karenanya dalam merespon pun saya mencoba mengarahkan
ke arah yg lebih ilmiah atau mengacu ke disiplin ilmu tertentu.
Sebenarnya, hal itu hampir bisa berlangsung kalau seandainya
rekan Ida memberikan konfirmasi ke arah mana permasalahan
ingin dia angkat. Sayangnya, tampaknya rekan Ida tidak berniat
membahas lebih lanjut.
Saya membutuhkan konfirmasi lebih lanjut mengingat dua
masalah yg ada akan berbeda dasar pembahasannya.
Topik yg membahas tentang "pemborosan biaya perjalanan GD ke LN"
akan berbeda sudut pembasannya dengan "pemborosan biaya
pengawalan GD dengan 3 F-16".
Saya tidak tahu pasti, apakah hal ini disadari oleh rekan Ida atau tidak
ketika membaca posting saya.
Tapi sudahlah, tampaknya memang topik di bidang tersebut
mungkin kurang menarik minat....:)
Sebenarnya, banyak topik2 aktual di sekitar kita yg menurut saya
cukup menarik di bahas lebih lanjut dengan mengacu pada disiplin
ilmu tertentu. Contoh2 topik yg cukup aktual menurut saya yg
cukup menarik di bahas adalah:
1.Kenaikan BBM dipandang dari sudut pengurangan subsidi pemerintah
atasnya vs social cost yg mungkin terjadi akibat kenaikan harga2.
Topik ini bisa dikembangkan lebih lanjut dengan bagaimana opini
atas kupon yg rencananya akan diberikan oleh pemerintah ke
masyarakat kelas bawah.
2.Perlukah OPEC menekan harga minyak mengingat harga minyak
eceran yg dibayar oleh konsumen di negara2 maju umumnya sudah
dikenakan pajak yg sangat tinggi sehingga harganya bisa lebih dari
dua kali lipat dari harga seharusnya. Yang dipertanyakan adalah ke fair an
pendapatan antara negara penghasil minyak itu sendiri dengan negara
maju yg memunguti pajak yg terlalu tinggi dari konsumen minyak
di negaranya. Catatan tambahan: berdasarkan informasi yg pernah saya
baca, ternyata cadangan minyak yg ada di dunia saat ini diperkirakan
hanya cukup untuk 100 tahun lagi saja.
3.Bagaimanakah mengoptimalkan peranan para dubes atau
wakil pemerintah di LN dalam turut meningkatkan nilai ekspor kita
atau pun mengoptimalkan nilai impor kita.
4.Perubahan teknologi internet yg begitu cepat sehingga arus informasi
dapat mengalir tanpa batasan waktu dan ruang. Bagaimanakah
dunia pendidikan kita perlu menyikapi perubahan yg terjadi ini?
5.Dst.....
Masih banyak topik2 yg bisa dibahas.
Cuma memang, ngebahasnya perlu mikir dan mungkin bikin
dahi berkerut atau pun nyari2 referensi yg bisa digunakan....:)
Jadi, sekarang kembali ke kitanya, mau bikin obrolan di warung kopi,
atau mau bikin obrolan di perpustakaan/kampus.....:)
jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu