Apakah tidak mungkin GAM membunuh rektor IAIN? Apa yang membuat mereka tidak
mampu membunuh rektor itu? Toh mereka sudah membunuh ratusan polisi dan
tentara? Lalu bagaimana pula dengan pembunuhan anggota DPR Aceh oleh GAM
itu?

GAM beserta koalisi HAM (entah HAM macam mana) menyebarluaskan berita bohong
pembunuhan penduduk kampung. Ujung-ujungnya ketahuan bahwa penduduk kampung
itu adalah penduduk transmigrasi yang sudah lebih dari setahun diserang,
dirampok, diperkosa para wanitanya. Dengan kekejaman seperti ini apakah
tidak mungkin mereka membunuh rektor IAIN?

GAM menjual ganja untuk membeli senjata. Apakah tidak memungkinkan bila
mereka tega merusak hidup anak muda lalu tidak tega membunuh orang tak
berdosa di gedung BEJ?

Terlalu banyak propaganda yang sama sekali tidak masuk akal. Contoh dalam
kasus matinya 2 orang GAM. GAM menyebut polisi menyerbu suatu perkampungan
dan membunuh penduduk sipil. Giliran ada polisi yang terbunuh mereka bilang
polisi menyerbu perkampungan dan terjadi perlawanan. Dua polisi mati dan
penduduk sipil tak berdosa mati. Logika dari mana ini?

Mau baca seringnya berita nggak masuk logika? Silakan baca Lantaknews. Nanti
kan banyak sekali yang beginian. Persis modusnya kayak Timtim dulu.


Anjasmara

-------------------------------------
Polisi Sebar Sketsa Pembunuh Rektor IAIN
Ar-Raniry
Reporter: Rayhan Anas Lubis

                                                               detikcom -
Banda Aceh, Dua sketsa wajah pelaku pembunuh Rektor IAIN Ar Raniry Banda
Aceh, Prof. Dr. Shafwan Idris, MA, Selasa (3/10/2000) mulai disebar jajaran
Polda Aceh lewat berbagai media massa. Satu diantaranya, diyakini telah
tewas setelah adu tembak dengan salah seorang polisi, Serka Bambang.

Sketsa dua wajah pembunuh Shafawan itu dilukis oleh tim dari Mabes
Polri. Sebagian besar saksi berpendapat, sketsa tersebut sangat mirip
dengan pelaku sebenarnya.

�Dari keterangan sebelas saksi dan khususnya saksi kunci kita sudah
mendapat lengkap sketsa wajah pelaku. Saksi kunci sendiri merasa kaget
karena sangat mirip,� ujar Kasubsatgaspen Operasi Cinta Meunasah
I-2000 Senior Superintendent Kusbini Imbar kepada detikcom.

�Dan mulai hari ini dua sktesa itu akan kita sebar,� tambah dia lagi.
Menurut Kusbini, pelaku tersebut diperkirakan berumur 27 tahun dengan
tinggi badan sekitar 163 cm. Postur tubuh pendek, tapi tidak begitu gemuk
dalam artian normal.

Warna kulitnya sawo matang. Rambut agak panjang dan bergelombang,
serta hidung agak mancung. Saat melakukan aksinya pelaku memakai
kemeja kotak-kotak lengan pendek.

Sedang pelaku lainnya, yang saat itu menunggu di halaman rumah dengan
naik sepeda motor, diperkirakan berusia sekitar 26-27 tahun. Tinggi
badan 163 cm, warna kulit hitam dan rambut cepak.

Ciri lain, pipi kempot dengan rahang agak timbul. Berkumis tipis. Saat
melakukan aksinya, pelaku memakai baju kaos oblong warna biru
dongker dengan kancing depan.

�Tapi si pelaku yang menunggu di halaman rumah ini diperkirakan sudah
meninggal,� jelas Kusbini lagi. Pasalnya, pada tanggal 24 September 2000
lalu, seorang anggota Dit Perintis Samapta Polda Aceh, Serka Bambang
ditembak dikawasan Jl.T.Daud Beureu-eh Banda Aceh. Dalam aksi ini, Serka
Bambang sempat memberikan tembakan balasan.

Ceritanya, ketika Serka Bambang lagi mendapat perawatan di salah satu
ruang UGD RSU Zainoel Abidin, di sampingnya juga ada korban yang
sedang mendapat perawatan. Saat itu dikatakan, orang tersebut korban
kecelakaan lalu lintas.

Melihat orang yang sedang dirawat itu, Serka Bambang sontak berteriak,
�Itu yang menembak saya, itu dia orangnya!� teriak dia. Kontan saja
dengan surat perintah Kapolres Aceh Besar, orang tersebut yang
kemudian diketahui bernama Azwar (30) penduduk Lhokseumawe, Aceh
Utara itu diboyong ke Rumah Sakit Tentara Tk.III Banda Aceh.

Azwar ternyata mengalami luka tembak di bagian punggungnya dan
meninggal keesokan harinya. �Ketika ditunjukkan foto asli wajah Azwar,
saksi kunci membenarkan bahwa sepertinya memang Azwar orang yang
menunggu di halaman rumah Pak Shafwan saat kejadian itu,� kata Kusbini.

Sehubungan dengan penyebaran sketsa yang akan disebarkan lewat media
massa ini, Polda Aceh juga membuka kotak pos 1000. Dengan cara ini,
masyarakat yang mempunyai informasi tentang pembunuhan tersebut dapat
menyampaikannya secara leluasa tanpa ada katakutan apa pun.

�Kotak pos ini khusus kita buat untuk masyarakat yang ingin
menyampaikan informasi apa pun tentang kedua pelaku atau informasi
seputar pembunuhan Pak Shafwan. Mungkin mereka takut menyampaikan
secara langsung karena ancaman misalnya, Makanya kita buka kotak pos
ini,� kata Kapolda Aceh Brigjen Pol.Doddy Sumantayawan HS
disela-sela pertemuannya dengan wartawan di ruang Machdum Sakti ,
Mapolda Aceh Jl.Cut Mutia, Banda Aceh. (asy)

Keterangan Sketsa:
Sketsa sebelah kanan adalah pelaku penembakan dan sketsa sebelah kiri
adalah pelaku yang menunggu di halaman rumah Shafwan.
_________________________________________________________________________
Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com.

Share information about yourself, create your own public profile at
http://profiles.msn.com.

Kirim email ke