Mengapa Indonesia harus menjaga jarak? Lho,yang selalu ikut-ikut persoalan dalam negeri RI siapa? Dalam kasus Atambua memang apa urusan Australia? Dalam kasus Timtim apa urusan Australia? Dengan contoh ini lalu apa anda bisa jamin mereka tidakikut-ikutan masalah-masalah lain? Toh mereka sudah kirim uang dan tim HAM untuk kepentingan di Aceh. Supaya pada ingat, pada waktu Indonesia menyatakan merdeka, tentara sekutu ingin mengembalikan wilayah RI ke Belanda. Ternyata orang NICA dipusatkan di Australia dulu sebelum dikirim ke RI. Mereka mengakomodasi Belanda untuk berkuasa lagi. Ini secara mudah dapat dimaklumi mengingat majikan putih tentunya ingin punya tetangga majikan putih. Kalau kita dulu mau dijadikan lagi jongos orang londo, Aussie sampai sekarang masih punya jongos orang aborigin. Aussie ini sampai tahun 1970an masih mempraktekkan genocide dengan memisahkan anak-anak aborigin dari orangtuanya. Alasannya? KEMANUSIAAN! Sama persis dengan isu HAM yang sekarang hangat. Kemanusiaan versi jahanamlah yang memisahkan anak dari orangtuanya. Sudahlah, kelompok imperialis kok mau dijadikan teman. Kelompok imperialis dari dulu punya club sendiri. Club-nya ya kelompok jahanam yang mengaku adil dan beradab. Bangsa macam kita tentunya nggak akan masuk ke dalam club khusus itu. Contoh: - Italia menggantung Omar al Mochtar si singa padang pasir asal Libya. Mau tahu mengapa Libya sampai sekarang terbelakang? Karena para intelektualnya dihabisi. Caranya? Dibuang dari pesawat terbang. Ini nggak asal ngecap. Mau lihat foto-foto bagaimana Italia membantai orang tua dan wanita? Silakan search aja di internet. Kalau mau diajari,nih caranya: www.google.com lalu ketik libya italy. Atau Italy occupation. Yah, asal ada kata Libya dan Italy kan nanti dapat. - Perancis membantai orang Aljiria. Caranya sama lah. - Spanyol membantai Maya dan Inca serta seluruh Amerika Selatan. - British menjanjikan kemerdekaan untuk Palestina dan orang Yahudi secara bersamaan. Setelah itu karena Yahudi punya uang dan sanggup meneror, maka mereka yang diberi wilayah dan menggusur orang Palestina. Jumlah populasi saat itu adalah 6000-9000 dibanding 600,000orang Palestina. Sampai sekarang mereka tidak malu dan cuci tangan dari masalah Palestina. APa anda pernah dengar British ikut campur masalah penyelesaian Palestina? Nope...:) - Yang tidak pernah tertulis karena sampai sekarang masih berlangsung ya Australia ini. Memang Gus Dur ini perlu dicurigai antek imperialis dan zionis. Jangan-jangan penjelmaan dari Mustapha Kemal dari Turki ya. Anjasmara ----------------------------------------- Minggu, 08 Oktober 2000, 17:18 WIB Australia Tetap Mengharapkan Kunjungan Presiden Wahid Jakarta, Minggu Australia mengharapkan Presiden RI Abdurrahman Wahid tetap berkunjung ke Australia meskipun mendapat penolakan dari anggota parlemen. "Parlemen (DPR) tidak mempunyai kekuasaan untuk menolak (veto) pengaturan perjalanan Presiden," kata Menlu Australia Alexander Downer dalam wawancara dengan televisi Saluran Sembilan Australia, Minggu. Menlu Downer menyatakan, beberapa pimpinan fraksi di parlemen RI memang telah mengadakan pertemuan dan mereka menyampaikan tanggapannya atas rencana kunjungan Presiden RI ke Australia. Ia juga telah mengetahui adanya komentar Ketua DPR RI Akbar Tanjung yang tidak setuju dengan kunjungan Gus Dur ke Australia. "Dubes kami telah berbicara dengan Akbar Tanjung, kami akan tunggu dan lihat perkembangannya," ujar Downer. Dikatakan, Australia sangat menyambut baik apabila Presiden RI jadi berkunjung ke Negara Kanguru. Menurutnya, sejak tahun 1949 hanya ada satu kali kunjungan Presiden RI ke Australia. Sebaliknya sudah 12 kali Perdana Menteri Australia datang ke Indonesia sejak 1975, termasuk tiga kali oleh PMJohn Howard. Ditanya mengapa Howard tidak berkunjung duluan ke Jakarta seperti yang diminta DPR, Menlu Downer menjawab, selain Howard sudah tiga kali ke Indonesia, Presiden RI menyatakan bahwa ia ingin keAustralia. "Hal itu disampaikan langsung Presiden saat saya berkunjung ke Jakarta bulan Januari tahun ini," lanjutnya. Bahkan ketika ia berbicara dengan Menlu RI Alwi Shihab pekan lalu, Menlu RI telah menyatakan bahwa Presiden akan ke Australia dalam waktu dekat ini. Mengenai rencana pertemuan pemimpin RI-Australia-Timtim di Kupang sebagaimana usulan Presiden RI, menurut Downer, hal tersebut belum ada kepastian waktunya. Ia membantah bahwa pertemuan tersebut sudah dijadwalkan pada bulan November mendatang. "Kami memang melihat pertemuan antara Presiden RI, PM Australia dan Xanana Gusmao sangat berguna. Tetapi tentu saja kami tidak ingin hubungan RI-Australia hanya didominasi soal Timtim," ujarnya. Banyak isu penting lainnya dalam hubungan bilateral kedua negara seperti kerjasama perdagangan, pendidikan dan hubungan politik, kata Downer. Ketika disinggung apakah Australia melihat Kupang beresiko bagi tempat pertemuan tersebut, Downer hanya menyatakan, situasi di Timor Barat (NTT) kini masih sulit. Tetapi yang pasti belum ada pembahasan dalam tingkat pejabat tinggi mengenai rincian kapan pertemuan tersebut akan diselenggarakan, katanya.(Ant/Nik) _________________________________________________________________________ Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com. Share information about yourself, create your own public profile at http://profiles.msn.com.
