Nah,ini dia sijali-jali. Rupanya AS pula yang memasok senjata ke perusuh RMS. Pemerintah RI harus tegas dalam menyelesaikan masalah ini. Pemerintahan yg kuat sangat dibutuhkan. Saya jadi ingat film bagaimana Ratu Elizabeth dari Inggris yang membasmi habis semua antek-antek luar negeri, baik dari Spanyol maupun unsur dari Perancis. Setelah itu Inggris mencapai golden age. Sayangnya Gus Dur sendiri malah bersimbuh ke haribaan AS. Ini repot deh....:) Ingat lho, AS pernah ikut membantu Belanda dalam membasmi Imam Bonjol. Mereka bangga kok. Anjasmara -------------------------------- Kamis, 26 Oktober 2000, 17:35 WIB Sebuah Kapal Perang Amerika Diusir dari Perairan Maluku Ambon, Kamis Sebuah kapal perang Amerika Serikat jenis destroyer (perusak) Spurance Class, USS Obrein, yang dilengkapi persenjataan peluru kendali jarak jauh Tomahawk, dicegat dan diusir oleh KRI Rencong dan KRI Pandrong dari perairan Maluku, karena keberadaannya sempat menimbulkan kecurigaan pihak TNI-AL. Komandan Gugus Keamanan Laut Kawasan Timur Indonesia (Dan Guskamlatim), selaku Kogasla-001/Sekat, Laksamana Pertama Djoko Sumaryono, Kamis, di Ambon mengatakan, kapal perang asing tersebut ketika dipergoki KRI Rencong dan KRI Pandrong di kawasan Perairan Laut Seram dan Laut Buru, Sabtu (21/10), tidak menjelaskan maksud dan tujuannya melewati perairan itu. "Pihaknya hanya mengatakan sedang menggunakan haknya untuk berlayar melintasi Alur Laut Kepulauan Indonesia, tanpa penjelasan lebih lanjut," tegas jenderal berbintang satu itu. Menurut Djoko Sumaryono, pada saat KRI Rencong dan KRI Pandrong membayangi kapal asing itu, sempat muncul KM Rajawali (jenis LCT), milik seorang pengusaha besar dari Maluku, yang mencoba mendekati kapal asing itu. "Saya perintahkan dua KRI itu untuk memeriksa KM Rajawali, tapi tidak ditemukan hal-hal yang mencurigakan, sehingga kapal itupun kami lepas dan berlayar menuju Manado," ujarnya. Namun demikian, katanya, dia akan memanggil pemilik kapal itu untuk dimintai keterangannya sehubungan dengan tujuan kapal yang mencoba mendekati Kapal Amerika yang diklasifikasikan sebagai kapal perang yang cukup canggih itu. Dari Ambon, Rabu, diperoleh keterangan kehadiran kapal perang Amerika USS Obrein itu, bersamaan dengan kunjungan kerja Konjen Amerika, Robert Polar ke Ambon guna mencari data tentang kerusuhan Ambon yang sudah berlangsung hampir dua tahun. Selain itu ada kelompok tertentu di Ambon yang mencoba mengundang pihak asing (Pasukan PBB) untuk menjaga perdamaian di wilayah ini. "Saya tidak mau menghubungkan kehadiran kapal perang Amerika dengan kunjungan kerja Konjen AS di Ambon serta permintaan pasukan PBB oleh kelompok tertentu di Ambon. Tugas kami adalah mengamankan wilayah Maluku dari ancaman luar. Kalau ada yang tidak beres, kita akan bereskan," tegas mantan Atase militer RI di Canberra itu. Djoko mengakui kapal perang milik Amerika Serikat itu memiliki peralatan perang yang cukup canggih. Kapal itu dilengkapi dengan persenjataan rudal Tomahawk dengan daya jelajah bisa mencapai 1.800 km dan mampu menampung dua helikopter. "Kita juga memiliki kapal perang yang cukup canggih, sehingga jika ada kapal asing yang mencoba memasuki perairan ini, pasti akan dideteksi," katanya. Gubernur Maluku, Saleh Latuconsina, selaku penguasa Darurat Sipil di daerah ini mengatakan konflik Maluku tidak perlu melibatkan asing, sebab pemerintah bersama TNI masih mampu mengatasinya. "Kalau ada kelompok tertentu yang mencoba meminta bantuan pasukan PBB, saya kira tidak perlu, sebab ini merupakan urusan dalam negeri Indonesia," katanya. Ketua MUI Maluku, RR Hasanussy mengatakan umat Islam di Maluku secara tegas menolak campur tangan pihak asing menyelesaikan konflik Maluku. "Kalau kita sampai minta bantuan pasukan asing, artinya kita sendiri yang merendahkan martabat kita sebagai sebuah bangsa besar di dunia," katanya.(ant/zrp) _________________________________________________________________________ Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com. Share information about yourself, create your own public profile at http://profiles.msn.com.
