Dilla,
Langsung arsip di file 'majelies'.
Wass,
HaS.
-----Original Message-----
From: Soe Hendri <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 29 November 2000 07:30
Subject: Akhirnya


>MENCARI SEBUAH MESJID
>
>Oleh : Taufiq Ismail
>
>Aku diberitahu tentang sebuah masjid
>yang tiang-tiangnya pepohonan di hutan
>fondasinya batu karang dan pualam pilihan
>atapnya menjulang tempat tersangkutnya awan
>dan kubahnya tembus pandang, berkilauan
>digosok topan kutub utara dan selatan
>
>Aku rindu dan mengembara mencarinya
>
>Aku diberitahu tentang sepenuh dindingnya yang transparan
>dihiasi dengan ukiran kaligrafi Quran
>dengan warna platina dan keemasan
>berbentuk daun-daunan sangat beraturan
>serta sarang lebah demikian geometriknya
>ranting dan tunas jalin berjalin
>bergaris-garis gambar putaran angin
>
>Aku rindu dan mengembara mencarinya
>
>Aku diberitahu tentang masjid yang menara-menaranya
>menyentuh lapisan ozon
>dan menyeru azan tak habis-habisnya
>membuat lingkaran mengikat pinggang dunia
>kemudian nadanya yang lepas-lepas
>disulam malaikat menjadi renda-renda benang emas
>yang memperindah ratusan juta sajadah
>di setiap rumah tempatnya singgah
>
>Aku rindu dan mengembara mencarinya
>
>Aku diberitahu tentang sebuah masjid yang letaknya di mana
>bila waktu azan lohor engkau masuk ke dalamnya
>engkau berjalan sampai waktu asar
>tak bisa kau capai saf pertama
>sehingga bila engkau tak mau kehilangan waktu
>bershalatlah di mana saja
>di lantai masjid ini, yang luas luar biasa
>
>Aku rindu dan mengembara mencarinya
>
>Aku diberitahu tentang ruangan di sisi mihrabnya
>yaitu sebuah perpustakaan tak terkata besarnya
>dan orang-orang dengan tenang membaca di dalamnya
>di bawah gantungan lampu-lampu kristal terbuat dari berlian
>yang menyimpan cahaya matahari
>kau lihat bermilyar huruf dan kata masuk beraturan
>ke susunan syaraf pusat manusia dan jadi ilmu yang berguna
>di sebuah pustaka yang bukunya berjuta-juta
>terletak di sebelah menyebelah mihrab masjid kita
>
>Aku rindu dan mengembara mencarinya
>
>Aku diberitahu tentang masjid yang beranda dan ruang dalamnya
>tempat orang-orang bersila bersama
>dan bermusyawarah tentang dunia dengan hati terbuka
>dan pendapat bisa berlainan namun tanpa pertikaian
>dan kalau pun ada pertikaian bisalah itu diuraikan
>dalam simpul persaudaraan yang sejati
>dalam hangat sajadah yang itu juga
>terbentang di sebuah masjid yang mana
>
>Tumpas aku dalam rindu
>Mengembara mencarinya
>Di manakah dia gerangan letaknya ?
>
>Pada suatu hari aku mengikuti matahari
>ketika di puncak tergelincir dia sempat
>lewat seperempat kuadran turun ke barat
>dan terdengar merdunya azan di pegunungan
>dan aku pun melayangkan pandangan
>mencari masjid itu ke kiri dan ke kanan
>ketika seorang tak kukenal membawa sebuah gulungan
>dia berkata :
>
>"Inilah dia masjid yang dalam pencarian tuan"
>
>dia menunjuk ke tanah ladang itu
>dan di atas lahan pertanian dia bentangkan
>secarik tikar pandan
>kemudian dituntunnya aku ke sebuah pancuran
>airnya bening dan dingin mengalir beraturan
>tanpa kata dia berwudhu duluan
>aku pun di bawah air itu menampungkan tangan
>ketika kuusap mukaku, kali ketiga secara perlahan
>hangat air terasa, bukan dingin kiranya
>demikianlah air pancuran
>bercampur dengan air mataku
>yang bercucuran.
>
>Jeddah, 30 Januari 1988
>Taufiq Ismail
>

Kirim email ke