Cerita 1:
Si Badu karena dari kecil senang olah raga terutama lari, dan ketika dia mengikuti lomba 17 -an dia menang, lalu oleh teman ayahnya (Oding) dia diikutkan lomba-lomba lari sampai ke tingkat Nasional, karena teman Ayahnya bekerja sebagai Laboran, si Badu selalu sebelum lomba di beri minuman/makanan sebagai doping, tapi selalu setelah lomba dia di beri minuman lagi(campuran air kelapa, gula aren, temu lawak, dan kunyit) selama tiga hari. Karena prestasinya terlalu tinggi panitia lomba curiga, lalu si Badu di tes urine dan darahnya oleh para pakar (Ir. Dr. dan Prof), kesimpulan hasil tes, tidak menemukan unsur apapun pada si Badu, jadi para Pakar menyimpulkan bahwa si Badu tidak pernah meminum doping sedikitpun.
Cerita 2:
Karena usia si Badu sudah agak tua, dia sudah tidak lagi bisa berprestasi, dan pemerintah tidak memperhatikannya, sehingga si Badu hidupnya Senin Kemis, akhirnya niat jahat timbul untuk mengambil ayam Pak Adi yang punya ayam ribuan ekor, pada suatu malam si Badu berhasil mengambil 33 ekor ayam. Tapi karena asalnya orang baik, si Badu merasa berdosa, lalu sedikit demi sedikit ayam Pak Adi di pulangkan tiap malam, namun pada malam terakhir ada yang melihat dia membawa ayam ke rumah Pak Adi. Lalu si Badu dilaporkan ke polisi bahwa dialah yang mengambil ayamnya Pak Adi sebanyak 33 ekor. Tapi si Badu berkelit bahwa dia tidak mencuri ayam(karena dalam hatinya dia merasa sudah mengembalikan ayamnya Pak Adi). Akhirnya polisi berusaha untuk mencari bukti di rumah si Badu, apakah ada sisa bulu ayam atau sebagainya yang dapat dijadikan bukti. Namun sebelum polisi datang si badu minta bantuan Pak Oding(Laboran) untuk membersihkan rumahnya agar tidak ada jejak ayam sedikitpun. Ketika polisi dengan para pakar teknogi memeriksa rumah si Badu, tidak ditemukan sedikitpun unsur ayam, lalu polisi dan para pakar berkesimpulan bahwa si Badu tidak pernah mengambil ayam.
Cerita 3:
Akhirnya si Badu hidup menderita tidak ada kerjaan. Pak Simon tetanganya merasa iba melihat si Badu, lalu dia sering memberi makanan kepada si Badu. Pada suatu hari Pak Simon salah memberikan masakan ke si Badu, karena yang di beri kemarin itu adalah Babi, Dia minta maaf kepada si Badu. Besokannya si Badu melapor ke Pak Oding(Laboran) bahwa dia kemarin makan daging Babi, lalu oleh Pak Oding si Badu di kasih racikan (Air soda, susu, jahe dan kencur) selama dua hari. Setelah itu pak Oding mengambil urine dan darahnya si Badu untuk di periksa bersama para pakar teknologi, apakah pada diri si Badu ada unsur Babi. Setelah diperiksa ternyata tidak ditemukan unsur babi sedikitpun, sehinga para pakar berkesimpulan bahwa si Badu tidak pernah mengkonsumsi Babi.
Salam hangat,
Abubakar
Do You Yahoo!?
Yahoo! Photos - Share your holiday photos online!
