Mr Pecut:
Buku bantuan Permias tetap nyantol di Bea Cukai.
- Beda dengan mobil mewah�
http://www.jawapos.co.id/cetak/detail.php?u_kat=23353
###
Minggu, 24/06/2001 - 00:09 WIB
Akhirnya, Buku Permias Diloloskan
Bea Cukai: Asal Tidak Diperjualbelikan
SURABAYA- Kantor Bea Cukai Tanjung Perak akhirnya melunak. Kemarin, mereka
berjanji segera meloloskan sumbangan buku dari Permias (Perhimpunan
Mahasiswa Indonesia AS) dalam waktu secepatnya. Yang menggembirakan,
pengeluaran buku-buku hibah ini tidak dipungut beaya sepeser pun. Syaratnya,
ada surat jaminan bahwa buku itu tidak diperjualbelikan, tetapi
disumbangkan.
Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Koordinator Permias
(Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di AS) Los Angeles, Henny Linggarwati,
kepada Jawa Pos tadi malam. "Saya sudah ditelepon Pak Nyoman Puspa (kepala
Pelayanan Bea Cukai Tanjung Perak). Katanya, buku-bukunya sudah bisa
diambil. Tanpa rekomendasi dari menteri keuangan maupun mendiknas. Cuma,
harus ada keterangan bahwa buku itu tidak diperjualbelikan," kata Henny.
Seperti diberitakan, empat perguruan tinggi Surabaya masing-masing UK Petra,
Unair, ITS dan Unesa mendapat sumbangan buku sebanyak 200 judul dari
Permias. Sudah dikirim beberapa bulan lalu, ternyata buku itu sempat nyantol
di Bea Cukai Tanjung Perak. Ketika dikonfirmasi Bea Cukai terkesan mbulet
dan berbelit.
Menurut Henny, sebenarnya paket kiriman itu sudah ada keterangan resmi dari
Konsulat Jenderal RI di Amerika bahwa buku-buku itu tidak untuk
diperjualbelikan tetapi untuk disumbangkan ke beberapa PT untuk bahan
bacaan. Kalaupun sempat dipermasalahkan kelegalannya, lanjut Henny, jelas
pengiriman itu legal.
"Kami kirim dengan beaya USD 250. Ada bukti dan sudah ada keterangan dari
KJRI. Awalnya, mereka (bea cukai) ngotot harus ada surat dari Menkeu dan
Mendiknas. Tetapi, tidak tahu kok tiba-tiba melunak," jelasnya.
Kini, buku-buku kiriman hasil kerja sama dengan Ajar Fondation USA itu masih
diurus oleh Translindo (agen yang menangani pengiriman buku dari Permias).
Ini setelah pihaknya mengantongi surat jaminan dari Plh Rektor Universitas
Kristen (UK) Petra Dr Pakim Adriono. Karena memang alamat yang dituju adalah
UK Petra.
"Jika surat itu harus dari empat PT kami sanggup mengurusnya. Tapi kalau ini
terlalu berbelit sampai ke Menkeu dan Mendiknas segala, jelas hal itu memicu
perbincangan. Sebab, mestinya di saat seperti ini ada toleransi," paparnya.
Hanya, kata Henny, memang hingga detik ini buku-buku itu belum di tangannya.
"Masih diurus. Pak Nyoman juga ngomong, bilang ya sama Jawa Pos, kalau
selama ini pihaknya tidak pernah merasa menghambat," kata Henny. Dia
menambahkan, program bantuan ini adalah pilot project. Kalau ini sukses dan
tidak berbelit, nantinya akan kembali dikirim buku bantuan lanjutan. (hud)
http://www.jawapos.co.id/cetak/detail.php?u_kat=23394
_________________________________________________________________
Get your FREE download of MSN Explorer at http://explorer.msn.com