Anda yang menabur angin selama ini, kini saatnya anda menuai badai.
Semoga dengan dicabutnya mandat MPR dari Pak Abdurahman Wahid,
Indonesia bisa sedikit bernapas lega terlepas dari konflik2 yg acap
kali dibuat oleh Pak Abdurahman Wahid.
Kalau dulu MPR melakukan kesalahan dengan menghianati demokrasi
rakyat dengan memilih Abdurahman Wahid yang jauh dari diingin oleh
rakyat menjadi presiden setidaknya berdasarkan hasil pemilu 1999,
kini saatnya MPR menebus kesalahan dulu dengan bertobat dan
mendengarkan suara rakyat yang telah disampaikan melalui pemilu
tahun 1999 lalu.
Pengalaman selama lebih dari satu tahun terakhir ini hendaknya
bisa mengajarkan pada kita semua, jangan sekali2 mengabaikan lagi
demokrasi rakyat, suara rakyat Indonesia yang sebenarnya yang bisa
kita lihat dari hasil pemilu lalu.
Masa depan Indonesia yang baru sudah diambang pintu. Mari satukan
barisan untuk membenahi Indonesia dibawah pemerintahan yang baru
nanti. Pemerintahan yang sebenarnya dikehendaki oleh rakyat dari
hasil pemilu tahun 1999 lalu.
jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu