http://www.jawapos.co.id/print/index.php?view=detail&id=39735
Nggak Nyangka Bu Mega Lancar�
Presiden Berdialog dengan WNI di AS
Washington DC-
Presiden Megawati Soekarnoputri mendapat sambutan hangat saat tatap muka
dengan warga Indonesia di Amerika, kemarin. Kendati pertemuan berlangsung
pada jam kerja dan jam kuliah, 500 orang memenuhi Wisma Indonesia, Tilden
Washington DC.
Sejak tiba di wisma hingga tanya-jawab yang berlangsung hampir sejam, aplaus
dan tepuk riuh bergema terus. Berkali-kali presiden ke-5 RI itu terpaksa
menghentikan pidato dan jawabannya karena tepuk tangan.
Wartawan Jawa Pos di Washington DC Ramadhan Pohan melaporkan tadi malam,
banyak warga yang terkesima karena kelancaran Megawati menjawab pertanyaan
kalangan tokoh agama dan mahasiswa. Soal-soal yang ditanyakan menyangkut
Maluku, persamaan semua WNI di depan hukum, kebijakan ekonomi dan
pendidikan, hingga soal pengadilan pelanggar HAM di Timtim dan Aceh.
"Saya nggak nyangka Bu Mega lancar ngomong. Soalnya, selama ini yang saya
dengar dan baca Mega itu kan banyak diam dan tidak bisa ngomong," kata
beberapa pemuka agama kepada JP.
Jawaban-jawaban Mega sendiri sangat mengena. Misalnya, saat ditanya Pendeta
Nico Lewier asal Ambon yang sudah lama berdiam di ibu kota AS. Dia
menanyakan kenapa soal-soal separatis di Aceh dan Irian Jaya saja yang
diangkat Mega. Padahal, dulu Bung Karno saja begitu mengakui Maluku sehingga
tidak layak jika Maluku ditepis.
Apa jawaban Mega?
"Terima kasih Pak Pendeta. Jika tadi saya hanya mengangkat soal Irian Jaya
dan Aceh, itu kan karena Maluku memang tidak ingin memisahkan diri dari
Indonesia," jawab Mega, enteng.
Jawaban Megawati yang apa adanya namun jitu tersebut tak pelak disambut
tepuk tangan gemuruh. Ini sama dengan ketika Megawati menyatakan dukungannya
kepada umat Islam Indonesia di bawah asosiasinya (IMAAM) yang ingin
membangun masjid di ibu kota AS.
Gambaran Megawati yang dianggap pemurung, ketus, dan angker -seperti
ditangkap WNI di AS yang membaca lewat media massa- pun lenyap. Berkali-kali
Megawati membuat warga ger-geran mendengar banyolan dan jokes yang
diselipkan Mega ketika memetakan banyaknya persoalan besar yang dihadapi
pemerintahan saat ini.
Terhadap banyaknya pihak di tanah air yang menyampaikan aspirasi yang sangat
beragam, Mega mengaku biasa saja. Bahkan, ketika soal yang sama
terus-menerus didesakkan kepadanya, Mega mengaku tetap mendengar dan
menjawab 'ya' terus.
"Saya selalu jawab, ya. Terus bilang lagi, Bu Mega ini begini-begini, harus
ini�. Saya bilang lagi yaaaaa," kata Mega, yang ketika memanjangkan vokal
"a" di akhir kalimatnya itu disambut tawa hadirin.
Kalangan Indonesia di AS juga melihat jelas gambaran langsung kepemimpinan
Megawati. Bukan hanya mengumpulkan para menteri yang ikut mendampinginya ke
AS, bahkan komando Mega tetap muncul di atas mimbar. Mega langsung
memerintahkan menterinya -terutama Menko Perekonomian Dorodjatun
Kuntjoro-Jakti dan Menko Polkam Susilo B. Yudhoyono- menjawab setiap
pertanyaan yang memerlukan jawaban detail.
Para warga -di antaranya Christianto Wibisono, mantan pejabat BI C.
Harinowo, Direktur Eksekutif IMF Dono Iskandar, para pengurus Society for
Indonesian American (SIA, organisasi yang mewadahi generasi kedua Indonesia
di AS yang sudah warga negara AS, Red)- terpana melihat wibawa Mega di depan
anak buahnya.
Kepada warga, Mega menyatakan, persoalan Indonesia yang dahsyat saat ini
tidak akan bisa dipecahkan dalam semalam. Mulai persoalan ekonomi,
pendidikan, sosial, pelanggaran-pelanggaran HAM yang dulu terjadi dan
meninggalkan masalah saat ini, semuanya memerlukan penanganan serius.
Megawati melihat, waktu yang dimiliki pemerintahnya saat ini sangat pendek,
dan hanya 2,5 tahun saja. Kerja keras dan kerja cepat mau tidak mau harus
dipacu Mega kepada seluruh menteri di Kabinet Gotong Royong saat ini.
Mega mengakui dirinya terpaksa rewel demi mempercepat recovery ekonomi dan
pemulihan keadaan Indonesia dari keterpurukan.
"Maaf, saya terpaksa cereweti. Saya bilang ke mereka (para menteri, red),
kalau bisa waktu kerja 24 jam itu ditambah. Karena pemerintah ini efektif
berjalan cuma dua setengah tahun. Ini kan singkat (dari periode penuh 5
tahun, Red)," kata Mega yang saat menyebut 'mencereweti' kembali disambut
aplaus panjang dan tawa hadirin.
Masalah utang uang dari pihak internasional seperti IMF, Bank Dunia, dan
lain-lain -yang sebelum era-era pemerintah sekarang acap diistilahkan
bantuan- juga disambar Mega. Presiden ke-5 ini meminta orang Indonesia
jangan dininabobokan istilah bantuan. Istilah bantuan hanya membuat
masyarakat lengah dan tidak waspada.
"Sehingga kita pun tidak sadar bahwa itu semua adalah pinjaman yang tetap
harus dibayar," ujar Mega. Pengunjung kembali aplaus. Sebagian malah
berdiri.
Warisan utang yang ditanggung pemerintah sekarang sudah cukup banyak. Semua
pinjaman itu, kata Mega, memang memusingkan kepala.
"Kalau saya sih, pusingnya sudah lebih tujuh keliling," ujarnya.
Mega meyakinkan warga bahwa Indonesia saat ini sudah melangkah di jalur yang
tepat. Situasi nasional, baik di bidang ekonomi, sosial, politik, maupun
keamanan kini berjalan pas. Tinggal pelaksanaannya saja yang harus terus
dijaga konsistensinya supaya sesuai dengan harapan semula.
"Kepastian sudah muncul, harapan yang bisa kita jadikan sinar demi masa
depan yang baik,"paparnya.
Tentang apa yang harus dilaksanakan, pun sudah jelas arahnya. Kerja sama
semua pihak baik lembaga-lembaga negara, pemerintah, maupun masyarakat
sangat diperlukan demi kondusifnya pembangunan Indonesia. Mega menegaskan
walau persoalan berat kita tidak perlu emosi, karena sikap marah-marah dan
emosional tidak bermanfaat apa-apa bagi tanah air.
"Hal yang perlu kita lakukan sudah jelas. Ada arah. Harus betul-betul
disiapkan dengan kerja keras, tapi memang harus sabar," ujarnya.
Usai pidato dan tanya-jawab dengan warga yang dipandu DCM Samodera
Sriwidjaja (Dubes RI untuk AS belum ditetapkan, Red), tidak ada warga yang
langsung pulang. Semua masih ingin melihat Mega, bahkan sabar menunggu di
halaman luas Wisma Tilden.
Rupanya, Megawati mengerti dan secara mengejutkan menyalami 500 orang yang
sabar menunggu giliran bersalaman dan berfoto bersama dengannya. Presiden
ke-5 RI ini menebar senyum dan sabar meladeni kehausan publik yang memang
baru pertama melihat langsung wajahnya. Kalangan Dinas Rahasia (Secret
Service khusus dilakukan untuk mengamankan Mega dan rombongan selama menjadi
tamu resmi AS hingga 25 September, Red) terpaksa dibikin repot atas
kesediaan Mega menemui jubelan orang yang mengelu-elukan namanya. Tidak
sedikit warga yang malah berani mencium tangan Megawati.
Jika Megawati tetap senyum dan menyapa warganya, Dinas Rahasia AS malah
kalang-kabut. Kendati begitu, sampai usai menyalami seluruh warga, Megawati
yang didampingi Taufik Kiemas, putra-putri Puan Maharani dan Pratama, ramah
tamah berjalan lancar dan aman.
http://www.jawapos.co.id/print/index.php?view=detail&id=39735
_________________________________________________________________
Get your FREE download of MSN Explorer at http://explorer.msn.com/intl.asp