Merdeka, bung Rosadi!!! Makasih atas komentarnya.
Jika Partai Keadilan (PK) memang pengen terus demo, saya hanya bisa menyayangkan. Ternyata PK sama saja dengan ormas-ormas Islam yang suka pengerahan massa: Mengusung isu luar negeri!!! Dampak ekonomi akibat demo anti Amerika, tentu tidak bisa dilihat di satu event. Dampak itu lebih merupakan akumulasi dari semua demo ormas Islam dan terakhir PK lakukan (Baca baik-baik kutipan berita di bawah, pp). Akumulasi demo-demo anti AS kalian (PK dan ormas-ormas nggak mutu) itu nggak tepat dan lebih banyak menyengsarakan rakyat dan menyulitkan suasana perekonomian di tanah air ( Baca lagi kutipan di bawah). Coba tengok lagi. Indonesia bukan bebeknya AS, tapi bukan pula berarti kita harus memusuhi AS gara-gara isu Afghanistan. Seperti kata Wapres, pernyataan Presiden Mega sudah cukup mewakili semuanya. Kebijakan luar negeri RI tentu tidak bisa memenuhi semua tuntutan PK-- emangnya PK apaan? Kebijakan luar negeri kita tidak mungkin digerakkan melalui demo-demo PK dan kelompok-kelompok garis keras di Indonesia. Jika kalian mau berjuang-- apalagi untuk isu-isu luar negeri-- pakai lah parlemen. Itu lebih beradab, modern dan tidak memberi citra jelek kita di internasional, di mata MAYORITAS Islam moderat Indonesia dan Rakyat Indonesia umumnya. Tapi itu lah, gara-gara segelintir minoritas garis keras, mayoritas yang moderat dan Indonesia umumnya ikut terbawa-bawa negatipnya. Isu yang diusung urusan luar negeri pula tuh! Pikirkan itu! Lama-lama orang bisa menduga sebenarnya ada agenda lain kalian di luar isu anti-AS atau isu Afghanistan itu. Orang juga dapat curiga ada kepentingan lain atau udang di balik batu. Habis gimana dong, isu-isu yang kalian usung itu usang, dan padahal pemerintah RI sendiri sudah cukup perduli. Di Indonesia sendiri masalah HAM dan penindasan itu banyak, dan belum beres. Jumlah kalian yang katanya berdemo unjuk gigi 20 ribu massa demi Afghanistan itu akan lebih terpuji jika yang diusung isu Aceh, Tg Priok dll. Jika kalian terus-menerus demikian, saya cuma bilang gini: Kuman di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tidak kelihatan! Gerombolan 20 ribu orang yang anti-AS itu seperti meledek para janda dan piatu korban-korban di Aceh, Priok, dll. Oke gitu aja deh. Rosadi, saya juga heran kenapa ente tidak sejernih Wina menangkap substansi? Nah, kalau ane ngomong gini, bukan berarti menolak demokrasi ala partai ente. Saya melihat dogmatis PK yang muncul dalam polemik, sebaiknya lebih indonesiawi (Soal-soal orang Islam, Barat, AS-- sebaiknya PK jangan terlalu sensitif alias tipis kupingnya. Dewasa lah dalam berbangsa dan bernegara). Indonesia itu bangsa yang kaya pluralisme, suku, agama, golongan dsb. Mari belajar lebih demokrat dan inklusif. Btw, pertanyaan dan usulan Priyo soal demo kalian sebaiknya di DC itu kok nggak berjawab? Menurut saya, ide itu cukup brilian dan disampaikan secara cerdas pula. Sehingga, sayang jika dilewatkan begitu saja. Merdeka!!! penyimak pinggiran (orang bebas, non partisan, tak terkait profesi) ### ## http://www.kompas.com/kompas-cetak/0110/20/NASIONAL/part06.htm Massa PK juga menuntut pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri serius mengkaji ulang kelanjutan hubungan diplomatik Indonesia dengan AS yang dituding mengembangkan dan melindungi terorisme. Aksi yang digelar Partai Keadilan tersebut merupakan aksi anti-AS yang terbesar di Jakarta selama kurun waktu sebulan terakhir ini. Arak-arakan massa Partai Keadilan tersebut cukup panjang; barisan terdepan telah tiba di Bundaran Hotel Indonesia (HI), sementara barisan paling belakang masih berada di depan Istana Merdeka. Lalu lintas di sepanjang Jalan Thamrin-Sudirman sempat macet total. Dari Monas mereka bergerak ke Kedutaan Besar (Kedubes) AS. Sambil mengibar-ngibarkan bendera-bendera kertas dalam bentuk kecil dan mengepalkan tangan, pengunjuk rasa meneriakkan yel-yel anti-Amerika. ## "Bila unjuk rasa terus terjadi, yang juga berpengaruh pada daya serap pasar tradisional terhadap ayam potong produksi kami, tidak mustahil kerugian kami akan bertambah besar dan ujung-ujungnya akan mengakibatkan gulung tikar ...." Pemilik Rumah Potong Ayam Jabal Nur, Herry Santoso, mewakili 13.000 KK peternak ayam kawasan Peringan Timur, Tasikmalaya. http://www.suarapembaruan.com/last ## The Jakarta Post October 25, 2001 Tourist arrivals to drop by 20% Damar Harsanto, The Jakarta Post, Jakarta The Jakarta Tourism Office has predicted that the number of overseas tourists visiting the capital will drop significantly to an estimated 960,000 this year, down from 1.2 million last year, a senior official said here on Wednesday. Over 1.3 million tourists reportedly canceled trips to Indonesia due to heightening anti-Westerner sentiment, violent protests and threats which were triggered by many fanatical groups here after the Sept. 11 terrorist attacks in the U.S. "Certainly, (such cancellations) also severely hurt our business," Le Meridien hotel director of sales and marketing, Nenden Rukasah said. Overseas tourists accounted for 65 percent of hotel visitors, said Nenden, adding that thus far, the hotel only reached 30 percent in occupancy rate. ## The Jakarta Post October 25, 2001 Anti-Western protests causing new crisis Bambang Nurbianto, The Jakarta Post, Jakarta House Speaker Akbar Tandjung said on Wednesday that protests and threats against Westerners had prompted unprecedented numbers of business travelers and holiday-makers to spend their tourist dollars somewhere other than Indonesia. Akbar pointed out that a gloomy future in the tourism sector was imminent and that the government's target of 5.4 million visitors this year will not be achieved. The recent waves of anti-Western street protests have forced 30 percent of the tourists who had already formally booked Indonesian trips to cancel their visit, he said. "As a result, the government will lose about US$2 billion in potential revenues from the tourism sector alone," Akbar said in response to data from tourist agencies which does not consider the number of would-be travelers without reservations. ## http://www.kompas.com/kompas-cetak/0110/20/UTAMA/jang01.htm Wakil Presiden Hamzah Haz meminta agar semua pihak menyudahi demonstrasi anti-Amerika Serikat (AS). Jangan lagi bicara soal boikot produk AS, sebab belum menyatakan boikot saja, sudah banyak orang kulit putih yang keluar. Pengaruhnya terasa bagi dunia usaha. Apa yang diperjuangkan kalau overdosis bisa menjadi bumerang. "Kita ini menghadapi dilema yang luar biasa. Salah langkah bisa masuk jurang. Kemarin, saya masih toleran, demonstrasi masih disilakan asal tidak melanggar aturan-aturan hukum. Tetapi, kalau sekarang, saya kira Presiden Megawati Soekarnoputri sudah ngomong begitu rupa pada Isra Mi'raj," kata Hamzah, saat meresmikan Masjid Baitul Rahmah, di Cawang, Jakarta Timur, Jumat (19/10). Hadir pada kesempatan itu Menteri Agama Said Agil Munawar, Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah, dan Wakil Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin. Menurut Hamzah, tidak ada lagi pidato yang lebih cantik, yang lebih tegas, dan lebih prinsip dibanding apa yang dikemukakan Presiden pada Isra Mi'raj. "Jadi, kalau ditanya lagi, pemerintah mengeluarkan statement lagi, Presiden kan sudah mandataris MPR. Yang kabinet itu adalah pembantu-pembantunya itu. Saya pembantu, Wakil Presiden membantu Presiden. Menteri-menteri diangkat dan diberhentikan oleh Presiden. Jadi, kalau Presiden bicara, ya sudahlah, itu wakil pemerintah. Jadi, karena itu, atas dasar itu, maka saya bilang, apa yang diminta oleh umat kita sudah ditampung dalam pernyataan Presiden," kata Hamzah disambut tepuk tangan hadirin. "Kami sekarang blas, tidak dapat penghasilan dari tamu luar negeri karena memang tidak ada yang datang. Semua wisatawan mancanegara membatalkan kunjungannya ke Yogya dan Jateng, tidak hanya warga Amerika. Untuk bertahan hidup, kami terpaksa ndudah celengan (mengambil tabungan-Red) dan sekarang ini sedang beralih menjadi guide wisatawan domestik," kata Marwoto, pramuwisata anggota HPI. "Tahun lalu, ketika ada sweeping di Solo, terjadi pembatalan tamu asing sekitar 7.500 orang. Sekarang ini, rencana kedatangan tamu dari kapal pesiar asing berjumlah 2.500 orang pada bulan Desember juga tidak jadi. Lalu masyarakat nanti lama-kelamaan mau makan apa jika tidak ada tamu yang datang? Afganistan yang dibom AS, kok, Indonesia yang mati," kata Kepala Sub-Bina Program Pariwisata Jateng Sunarto. _________________________________________________________________ Get your FREE download of MSN Explorer at http://explorer.msn.com/intl.asp
