Keberpihakan "moral pribadi" yang saya dambakan jelas kok: Merah-Putih, kebenaran yang tulus, keadilan yang tidak sekadar nama klise, pro Islam inklusif dan tidak suka Islam eksklusif alias fanatik, dan tidak sreg dengan politik minoritas yang tiran membajak suara mayoritas moderat. Ingat khan, seperti kelompok fanatik di ormas dan parpol tertentu di tanah air, itu lho yang suka main ancam sweeping dan menakut-nakuti pihak asing alias mereka yang condong "anthrax di seberang lautan tampak tapi gajah di pelupuk mata malah tidak ngeliat, dll.
Kalau moral profesi, ya nggak boleh hitam-putih begitulah. Walau suatu pendapat tampak cengeng, naif, agresip, belagu, dan kurang bacaan, yah terpaksa ditulis juga, demi menampung aspirasi para partisan hehehhe. Makanya, enakan penyimak pinggiran:-). Kebebasan yang membebaskan. salam penyimak pinggiran ## >From: [EMAIL PROTECTED] >Reply-To: [EMAIL PROTECTED] >To: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED] >CC: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED] >Subject: Re: [imaam] Re: Tulisan Anies Baswedan >Date: Sat, 10 Nov 2001 22:44:57 EST > >Assalaamu'alaikum WW., > >Tulisan dan komentarmu cantik dan tak bias Ver. >Cantik, kau puji komentar orang lain, seakan-akan sependapat. >Tapi kau masukkan juga pndapat kau sendiri yang berbeda. >Berbeda itu cantik, asal tidak asal berbeda. Perbedaan kau >masuk akal dan (tentu) objektif. > >Seharusnya ketidak berpihakan ini milik wartawan, seperti >adinda Madhan itu. > >Selamat menyongsong Ramadhan Ver. Salam juga untuk >keluargamu. > >Wassalam > >duta _________________________________________________________________ Get your FREE download of MSN Explorer at http://explorer.msn.com/intl.asp
