Teman-teman yth,

Saya mendukung dan menghargai sekali apa yang akan dilakukan oleh Tino,
Danny, Yoga, dan teman-teman lain di LA tersebut. Saya pikir itu adalah
acara yang bagus tidak saja untuk memberikan exposure tentang bidang ilmu
yang dipelajari/diteliti para pembicara but also sebagai ajang untuk
menyampaikan inovasi-inovasi baru atau gagasan-gagasan baru (kalau ada)
kepada teman-teman lain.

Mengingat sangat bervariasinya bidang ilmu dan materi yang akan dibicarakan
(dari urusan kerusakan gigi, utak-atik software computer, public policy,
sampai deteksi gempa bumi, dll.)(sayang, urusan penyu pakai bikini belum
masuk di sini untuk saat ini.....), ada baiknya kalau para pembicara bisa
menjadikan presentasinya dalam bahasa awam yang mudah dimengerti rekan-rekan
lain yang hadir, yang saya yakin juga berasal dari berbagai disiplin ilmu
yang bervariasi.

Penyampaian Tino dalam milis ini juga perlu dihargai karena begitu
bersemangatnya. Hingga saat ini, kita masih perlu dan harus tetap menjaga
semangat-semangat seperti ini. Usia Indonesia kita masih panjang, dan masih
penuh dengan tantangan..........

Kemarin, Kamis February 14, teman-teman FKM-UI dan saya mengadakan seminar
"Mewaspadai bahaya kesehatan BBM: Dari bensin bertimbal hingga bensin tanpa
timbal" di UI. Pembicaranya dari Bapedal, Depkes, Pertamina, UI, Walhi,
YLKI, Universiti Putra Malaysia, dan Swiss Contact. Idenya adalah mencari
solusi dan perlindungan kepada masyarakat karena bahaya kesehatan yang
ditimbulkan oleh senyawa peningkat oktan (yang digunakan sebagai pengganti
timbal dalam bensin) ternyata lebih besar dibandingkan menggunakan timbal
(bisa menyebabkan kanker dan leukemia tanpa batas aman). Sementara itu
penggunaan catalytic converter yang dapat mereduksi emisi pencemarannya di
kendaraan bermotor tidak pernah disosialisasikan apalagi dilakukan oleh
pemerintah. Hasilnya, pemerintah tidak tahu dan tidak menyadari besarnya
masalah kesehatan karena pemakaian bensin tanpa timbal tersebut, demikian
juga masyarakat umum. Yang jadi prioritas saat ini adalah masalah ekonomi
dan politik saja. Belum ada suatu rencana apapun dari pemerintah untuk
menanggulangi terjadinya pencemaran udara penyebab kanker ini. Kesimpulan,
kita, masyarkat Jakarta hanya pasrah dan rela saja untuk setiap hari
bernafas dan memasukkan zat-zat pencemar penyebab kanker ke paru-paru kita,
karena memang tidak ada pilihan untuk bernafas di tempat lain (Dharma: Kalau
penyu masih bisa bernafas di air, kalau orang mah..... bernafas dengan ....
susah payah...).

Itulah sedikit ilustrasi tentang Indonesia kita saat ini, yang masih sangat
memerlukan semangat-semangat untuk memperbaikinya.

Salam,
Budi

----- Original Message -----
From: Marianus DATUBARA <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Thursday, February 14, 2002 9:47 PM
Subject: Re: [forum] Update, Los Angeles Scientific Meeting


> >Betul Lae Darma, tapi kita punya yang di LA berbeda dengan yang dulu-dulu
> >(you coba dulu, baru beli, hehehhe). Kalau acara yang di berkeley dulu
> >(ketuanya dewi susanti, pemenangnya Firdaus Ali), biayanya $puluhan ribu
,
> >lobbinya sampai lobby menteri, perencanaanNya sampai berbulan-bulan.
>
> Hehehe..bener2 pedagang ente nich...;)
>
> Gimana ane mau coba, wong kesananya aja ane udah perlu biaya..;(
>
> >Kalau acara kami biayanya : $0. Dari mahasiswa, oleh mahasiswa, untuk
> >mahasiswa. Tujuan singkat padat: para student ngumpul-ngumpul dan
> >omong-omong ilmiah sesuai disiplin ilmunya tapi mencoba belajar
> >menyampaikannya kepada orang awam dengan bhs yang umum. Tidak ada lobby
> >kaum birokrat (mandiri 100%).
>
> Good..good..percaya dech gue..;)
>
> >Apa yang kami propose (The most important point) kepada permias adalah
kita
> >bisa mengadakan acara yang menunjukkan intelektualitas mahasiswa
indonesia
> >dengan biaya minimal, tujuannya singkat tapi padat (ngak muluk-muluk),
dan
> >dapat dilanjutkan or ditiru oleh mahasiswa di daerah lain (tentu karena
> >biaya yang sangat rendah).
> >
> >getu loh, so bagaimana dengan florida? mbok juga ngadain acara ilmiah
> >serupa donk, karena kita kan pengen baca soal penelitian Penyu nich
(karena
> >konon kabarnya anda mmmmmbahnya penyu bukan?)!
>
> Florida? Hmm.."sikon" nya beda, mas Tino..;)
>
> Kalau saya tidak salah hitung, jumlah mahasiswa Indonesia di Florida
sekarang ini (catet ya, bukan di South Florida) tidak lebih dari jumlah jari
tangan dan kaki..;)
>
> Udah gitchu, kalau mau ngumpul, paling tidak, setiap orang harus menempuh
sedikitnya 3 jam perjalanan dulu. Maklumlah, titik pertemuan mahasiswa
Indonesia di Florida hanya bisa diadakan di daerah Orlando.
>
> Nggak kayak ente, mahasiswa Indonesia di daerah Los Angeles, bisa ditemuin
di setiap sudut jalan..hehehe..just kidding lho..;) [silahkan cek ke
restoran Sanam Luang (?)..pasti diatas jam 11 malam selalu ada mahasiswa
Indonesia...;)
>
> Mengenai penyu? Hmm, tidak tertarik mengundang saya untuk datang
kesana?...;)
>
> Nanti saya kasih tau bagaimana caranya mencari jejak penyu di malam hari
yang tersembunyi di balik tubuh2 muda yang berbaring di tepi pantai (ayo,
jangan pada ngeres ya..hehehe..)..;)
>
> [mas Budi: Ayo, mas Tino, undang lae Dharma, saya mau lihat video dia
dengan penyu dan cewek2 pantainya...]..;)
>
> >salam dari ujung sebelah barat!
> >tino
>
> salam hangat dari pantai penyu bertelur,
> Dharma
>
>

Kirim email ke