Dear all, artikel menarik. Ide cerita yang mirip2x sama dengan film 'The Saint'.
Potensi aplikasi jeleknya dapat terjadi kalau teknology ini dipakai untuk membuat EMP (electro- magnetic pulse) suite-case bom. Yang mungkin USArmy sudah punya kali yah..? salam, tj >From: Moko Darjatmoko <[EMAIL PROTECTED]> >Reply-To: Indonesian Students in the US <[EMAIL PROTECTED]> >To: [EMAIL PROTECTED] >Subject: Tabletop Nuclear Fusion? >Date: Wed, 6 Mar 2002 20:43:51 -0600 > >Dear Netters, > >Mungkin di mailinglist ini masih ada yang punya perhatian pada hal-hal >yang ilmiah atau science ... > >Meskipun masih controversial, akhirnya majalah Science yang akan terbit >Jumat ini (Mar 8) jadi memuat paper tentang satu riset yang membuat >klaim bisa membuat nuclear fusion dalam sebuah bejana yang berisi cairan >organic. Kalau klaim ini benar, penemuan ini adalah SOC atau SOM ... >(Science Of the Century/Millenium). Paling tidak ini akan membuat studi >tentang fusion bisa dilakukan secara sederhana dan murah (mampu >dilakukan oleh lab sederhana), dan yang lebih penting lagi adalah >potensi dan pengaruhnya dalam penyediaan energi murah [selama ini energi >nuklir dilakukan secara "fission", membelah atom - dengan konsekwensi >by-productnya, limbah radioaktip, menciptakan problem baru]. Meskipun >jalan ke aplikasi praktis masih panjang, klaim riset ini, kalau benar, >memberi masa depan energi yang akan merubah kualitas hidup umat manusia. > >Eksperimen tabletop fusion ini dilakukan oleh nuclear engineer Rusi >Taleyarkhan dari OakRidge National Laboratory (Tennessee) bersama >nuclear engineer Richard Lahey dari Rensselaer Polytechnic Institute >(Troy, NY) et al. yang memanfaatkan temperature dan tekanan yang sangat >tinggi ketika gelembung uap (bubble) dalam cairan kolaps secara >implosive, fenomena yang dikenal sebagai "cavitation." Temperatur dalam >bubble ketika terjadi implosion ini, tergantung ukuran bubble, bisa >mencapai temperature 10^7 Kelvin, sepanas inti matahari dimana fusi atom >hydrogen membentuk inti yang lebih berat (helium dan tritium) plus >energi nuklir yang hangatnya kita rasakan setiap hari itu. > >Taleyarkhan dkk. menggunakan "deuterated acetone" yaitu pelarut organik >aceton (biasa dipakai untuk membersihkan cat kuku) dimana setiap atom H >(hydrogen) diganti dengan deuterium (D), atom hydrogen yang lebih >"berat" karena punya satu extra neutron. Gelombang akustik dipakai untuk >menggetarkan bubble yang mengembang dan kemudian kolaps, fenomena ini >disebut sebagai "acoustic cavitation." Pada saat yang sama, cairan >tersebut di"tembak" dengan neutrons energi tinggi (sekitar 14 MeV) untuk >memberi "extra punch of energy" dan sekaligus menciptakan bubble yang >lebih besar (sekitar satu millimeter, ketimbang biasanya hanya beberapa >nanometer). Menurut para peneliti ini, ketika kolaps, ato-atomm >deuterium ini saling bertumbukan dan bersatu (fuse), melepaskan energi, >neutron dan tritium yang merupakan "signatures" terjadinya fusion. > >Ada kalangan ilmuwan yang sependapat (dan telah mencoba mengulangi >ekperimen ini), tetapi tidak sedikit pula yang skeptikal. Dunia ilmiah >masih belum lupa akan skandal "cold fusion" di Utah tahun 1989 yang >silam. Kendati kontroversi yang ada, majalah Science akhirnya memutuskan >untuk menerbitkannya, dan juga memberi kesempatan kepada publik untuk >membaca "sneak preview" artikel yang berkaitan, beberapa hari sebelum >tanggal penerbitan resmi. Buat yang tertarik, silahkan download sendiri >artikelnya (PDF format) dari situs majalah Science: >http://www.sciencemag.org/feature/data/hottopics/bubble/index.shtml > > >Moko/ >Madison, WI _________________________________________________________________ Send and receive Hotmail on your mobile device: http://mobile.msn.com
