Itu sih nggak signifikant. Kalau Indonesia masuk ... ya akan sampai merusak monas. Malah mungkin akan terjadi orang seperti Misalkan memberi mas kawin dengan bola. Atau membeli lagi TV agar tidak rebutan dengan anak-istri yang ingin sinetron. Pokoknya banyak.
Salam, Nasrullah Idris ----- Original Message ----- From: Irwan Ariston Napitupulu <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Thursday, June 13, 2002 12:27 AM Subject: Re: Hadiah Nobel Perdamaian Untuk tahun 2002? Lha, pertandingan Jerman vs Kamerun hari selasa kemarin apa ngga ditonton Uda?....:) Di pertandingan itu, keluar 16 kartu kuning dan 2 kartu merah. Kalau Uda Idris nonton pertandingan itu, bisa lihat deh pertandingan bola mirip tawuran anak SMU.....:) Atau juga, apa Uda ngga ngikutin dampak dari pertandingan Rusia vs Jepang yg dimenangkan oleh Jepang 1-0. Gara2 Rusia kalah, orang2 Rusia di negaranya pada ngamuk dan melakukan tindakan anarkis, bakar2in mobil. Bahkan sampai ada yg meninggal satu orang, katanya. Kalau dipikir2, mungkin ada hikmahnya juga Indonesia tidak pernah lolos ke putaran final PD. Soalnya, bisa2 nanti monas dirubuhin deh.....:) jabat erat, Irwan Ariston Napitupulu In a message dated 6/12/02 7:43:42 AM SE Asia Standard Time, [EMAIL PROTECTED] writes: << Oya ... bagaimana kalau kita usulkan supaya Hadiah Nobel perdamaian tahun ini diberikan kepada FIFA? Rasanya sebagian besar orang akan setuju.Lihat saja waktu pertandingan Iran-Amerika (1994), dua musuh bubuyutan, bisa berlangsung damai. Ini secara psikologis memberikan dampak positif bagi terciptanya hubungan bersahabat antar mereka. Salam, Nasrullah Idris >>
