Salam,
Saya baru saja terima e-mail dari sobat di Jakarta tentang permintaan info
tentang penyakit yang diderita Fadiya Lula Radanti (8 bulan). Barangkali ada
di antara teman-teman yang tahu atau bisa membantu memberikan informasi atau
menyebarluaskan e-mail ini. Semoga Fadiya segera mendapatkan jalan terang
dan terobati sakitnya. Amien.
Terima kasih
Singgih Wibowo
>From: Prih Sarnianto Reply-To: [EMAIL PROTECTED] To: [EMAIL PROTECTED],
>[EMAIL PROTECTED],[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
>[EMAIL PROTECTED],[EMAIL PROTECTED] Subject: Please inform Date: Tue,
>20 Aug 2002 13:46:24 +0700
Salam,
Ada orang minta tolong info tentang penyakit dan dokter atau rumah
sakit yang dapat merawat penyakit tersebut. Karena format suratnya
kurang bagus, aku kopi lagi dan kirimkan untuk teman-teman. Mungkin di
antara kita ada yang bisa membantu -- setidaknya dengan menyebarkan
e-mail yang ada lebih luas lagi.
Wasalam,
Ping
Subject : Mohon bantuan informasi
Date : Fri, 16 Aug 2002 11:47:08 +0700
>From : "Tri Edi Mulyono Herlambang" <[EMAIL PROTECTED]>
Dear sahabat
Sebelumnya saya minta maaf bila kiranya mail ini mengganggu kenyamanan
Anda sekalian. Saat ini ada seorang sahabat saya yang sedang dirundung
musibah cukup berat. Putri pertamanya, Fadiya Lula Radanti (8 bulan)
sedang dalam penangan serius tim dokter RS. Harapan Kita karenakan sakit
kelainan bawaan sejak lahir.
Penyakitnya bernama "Bronchi Extacis and Cereberal Atrodifus and Apnu
Attack" yang membuat Fadiya (si anak) mengalami kesulitan menelan
makanan melalui mulut dan krongkongannya karenaada klep penutup jalur
makan dan jalur udara ke paru-paru serta, sering secara tiba-tiba,
(kemungkinan perintah dari syaraf otaknya) menghentikan kegiatan
bernapasnya (kalau tidak salah ini yang disebut Apnu Attack). Sampai
dengan saat saya menulis mail ini Fadiya sudah kurang lebih berada di
rumah sakit tersebut selama 7 bulanan, sempat keluar beberapa saat
tetapi terpaksa kembali lagi keruang UGD RS. Harapan Kita.
Untuk makan dan minum Fadiya harus dibantu dengan selang kecil yang
langsung ditujukan ke lambung melalui hidungnya (istilah medisnya NGT),
karenakan bila dipaksa makan melalui mulut akan masuk keparu-paru dan
bisa mengakibatkan infeksi paru. Dan bila tiba-tiba memberhentikan
kegiatan bernapasnya, ia harus dirangsang untuk bernapas segera dengan
dibantu oxygen.
Tim dokter sudah mencoba berbagai cara yang mereka ketahui tetapi belum
dapat membuahkan hasil yang memuaskan. Mungkin karena kasus seperti ini
jarang terjadi di sini. Karena itu orang tua Fadiya berencana untuk
mencari alternatif RS atau dokter lain yang dapat menangani penyakit
ini, termasuk sampai ke RS di luar negeri.
Bila para sahabat berkenan sekedar membagi informasi (tidak lebih dari
itu) mengenai rumah sakit atau dokter yang dapat dirujuk, atau mengenai
penyakit ini, akan sangat membantu meringankan persoalan keluarga
Fadiya. Atau setidaknya dapat memforward email ini ke sahabat lainnya,
siapa tahu di mailist lain ada yang dapat membantu.
Keluarga Fadiya dapat dihubungi di HP 08129429492 dengan Ibu Ivo (ibunya
Fadiya) atau melalui mail [EMAIL PROTECTED] dan [EMAIL PROTECTED]
Atas nama keluarga Fadiya saya ucapkan banyak terimakasih
Regard's
Tri Edi M. Herlambang
_________________________________________________________________
Send and receive Hotmail on your mobile device: http://mobile.msn.com