Rekan-rekan yth.,

Hingga Sabtu sore minggu lalu, Bali masih merupakan andalan dan prestise
kita, Indonesia, di dunia internasional ditengah keterpurukan nama Indonesia
dari sisi korupsi, politik, demo, kelesuan ekonomi, pertikaian ras, dan
kriminal. Sekarang, kita bangsa Indonesia telah kehilangan semua yang bisa
kita banggakan di dunia internasional.

Kita sama-sama tahu bahwa bagaimanapun juga, keterpurukan Indonesia hingga
sedemikian dalam ini adalah sebagai akibat akumulasi segala ulah para
politisi dan lemahnya kredibilitas pemimpin dan pemerintah secara
keseluruhan.

Lalu, sebagai salah satu anak bangsa Indonesia ini, apakah kita hanya
memilih untuk berdiam diri saja terhadap kenyataan pahit ini? Apakah
kesempatan langka untuk belajar di luar negeri yang kita kenyam selama ini
hanya untuk diri kita sendiri saja? Bagaimana kesiapan kita kalau sampai
waktunya nanti giliran kitalah yang berperan dalam membangun Indonesia kita
ini? Apakah kita masih saja mendiamkan milis Permias sebagai milis yang sepi
akan ide seperti terjadi selama ini?

Saya yakin, telah begitu banyak pelajaran yang dapat kita ambil tentang
permasalahan di Indonesia selama ini. Barangkali, sudah saatnya kali ini
kita harus mendiskusikan masalah Bali ini. Marilah kita sama-sama berpikir
sebagai anak bangsa yang terpelajar untuk bersama-sama mencari solusi
permasalahan Bali dan Indonesia pada umumnya.

Alamat email para po;itisi dan pimpinan bangsa ini telah ada dan bisa kita
manfaatkan a[abila kita merasa perlu menyampaikan hasil diskusi kita.

Ditunggu komentarnya.
Terima kasih.

Salam,
Budi

Kirim email ke