----- Original Message -----
From: <smeacham@northnet>
Date: Thu, 24 Oct 2002 11:14:47 -0400
To: <eagle888@email>
Subject: [Fwd: Press Release dari Badan Intelejen Negara]

From: <nunuk63@hotmail>
Date: Wed, 23 Oct 2002 12:44:57 +0300

> >  BADAN INTELEJEN NEGARA REPUBLIK  INDONESIA RILIS
> >TERBATAS
> >01/BIN/HUMAS/10-2002
> >Berdasarkan hasil  sementara Operasi Intelejen Gabungan
> >sehubungan dengan Tragedi Bali yang  terjadi di 2
> >Lokasi yaitu Wilayah Renon dan Kuta serta Peledakan
> >Bom di  Manado dapat disimpulkan beberapa hal penting
> >sebagai berikut
> >
> >1.      JENIS BAHAN  PELEDAK
> >
> >Berdasarkan informasi forensik dan saksi, disinyalir
> >bahan  peledak yang digunakan adalah sejenis SEMTEX
> >yaitu gabungan material RDX  dan PETN bertekanan lebih
> >dari 2000 Atmosphere yang menimbulkan hentakan  dan
> >panas sampai dengan 1800 derajat celcius dalam radius
> >200m2. Bahan  peledak ini biasa digunakan dalam operasi
> >militer terbatas yang disebut  demolisi untuk
> >penghancuran jembatan atau gedung atau kepentingan
> >usaha  khusus seperti digunakan secara sangat terbatas
> >untuk pertambangan terbuka.  Peledakan dilakukan dengan
> >memakai alat detonator khusus yang
> >kemungkinan berjenis ADC buatan Korea yang beberapa
> >waktu lalu sempat  menjadi kasus akibat adanya
> >pengiriman beberapa kontainer detonator dan  bahan
> >peledak tanpa izin tujuan Republik Demokratik Timor
> >Leste yang  ditangani KP3 Pelabuhan Tanjung Perak
> >Surabaya. Kaitan ini sedang dalam  penelitian. Pemicuan
> >ledakan kemungkinan besar dilakukan melalui alat
> >remote control atau Timer. Mengingat kejadian di Bali
> >berlangsung  sekitar pukul 22.30 WITA  yang
> >memungkinkan pelaku segera keluar dari  Bali dengan
> >pesawat terakhir pukul 23.00 WITA.
> >
> >Pemilik Bahan peledak  sejenis untuk keperluan militer
> >di Indonesia hanya Korps Zeni Tempur TNI  AD, sedangkan
> >untuk keperluan pertambangan perlu penyelidikan  lebih
> >mendalam.
> >
> >Khusus untuk peledakan di Konsulat Jenderal  Republik
> >Philipina di Manado disinyalir hanya untuk pemenuhan
> >anggapan  bahwa antara Bom Bali dan Bom Manado saling
> >berkaitan. Bom yang meledak di  Manado berdaya ledak
> >rendah (low explosive) dan kemungkinan bahan  yang
> >dipakai berjenis C4.
> >
> >2.      INDIKASI  PELAKU
> >
> >Melihat akibat yang ditimbulkan, kerusakan dan jumlah
> >korban  yang sedemikian besar dengan mayoritas korban
> >adalah Warga Negara Asing  khususnya Australia,
> >Inggris, Jerman dan 3 orang Amerika (luka  ringan),
> >dapat dipastikan maksud utama pelaku adalah :
> >
> >Pertama  menghancurkan Citra Bangsa Indonesia secara
> >total dan sistematis, Kedua  memojokkan agama Islam
> >yang mayoritas dianut oleh Bangsa Indonesia,  Ketiga
> >adalah upaya memecahbelah persatuan dan kesatuan
> >Bangsa  Indonesia, Keempat adalah bentuk pembuktian
> >menyangkut keberadaan jaringan  terorisme
> >Internasional. Dari keempat tujuan tersebut,
> >identifikasi  pelaku dapat dibagi dalam 6  Kategori
> >Utama.
> >
> >A.      Kelompok  Separatis
> >
> >Terdapat 3 Kelompok Separatis bersenjata di  Indonesia
> >yaitu GAM, RMS dan OPM. Kelompok yang paling
> >berkepentingan  merusak citra Indonesia dimata
> >Internasional adalah GAM (Gerakan Aceh  Merdeka).
> >Secara teknis GAM memiliki kemampuan melakukan
> >berbagai upaya  teror seperti dalam beberapa kasus
> >peledakan sebelumnya antara lain Kasus  Bom BEJ.
> >Indikasi
> >bahwa kelompok ini yang dapat disinyalir  melakukan
> >adalah aksi balas dendam atas tewasnya Komandan GAM
> >wilayah  Aceh Barat, Abu Araffah sebelumnya. GAM dalam
> >berbagai hal telah memiliki  sel-sel kerja termasuk
> >kemungkinan pasokan senjata dan bahan peledak  dari
> >berbagai sumber militer di  Indonesia.
> >
> >B.      Kelompok Anti  Pemerintahan
> >
> >Kelompok ini terbagi menjadi 2 bagian yaitu  Kelompok
> >yang tertekan secara hukum dan Kelompok yang
> >tersingkir dari  pemerintahan. Dalam hal ini indikasi
> >mengarah pada kelompok pertama yang  dianggap tertekan
> >secara hukum. Kelompok Hutomo Mandal Putra alias  Tommy
> >yang kini dipenjara 15 tahun memiliki kemampuan
> >persenjataan,  jaringan, biaya dan keahlian khusus.
> >Patut dicurigai adalah kaki tangan HMP  seperti Agus
> >Dias dan  centeng-centengnya.
> >
> >C.      Kelompok Anti  Australia
> >
> >Kelompok yang juga mungkin melakukan tindakan  teror
> >terhadap WN Australia adalah Kelompok Pro Integrasi
> >Timor Timur  yang kecewa dengan campur tangan Militer
> >Australia dalam proses jajak  pendapat Timtim beberapa
> >tahun yang lalu dan sekarang mendapat  konsekuensi
> >hukum bahkan diantaranya sudah dituntut hukuman atas
> >tuduhan  pelanggaran hak azasi manusia. Kelompok yang
> >memiliki kaki tangan di  Republik Demokratik Timor
> >Leste ini bisa mendapat pasokan bahan peledak  dari
> >sana sebab dimungkinkan bahan-bahan diperoleh  melalui
> >jalan  darat dan laut secara estafet, dan adanya
> >penerbangan  berjadwal dari  Denpasar ke Dili.
> >
> >D.      Kelompok  Fundamentalis
> >
> >Kelompok yang dianggap Fundamentalis di  Indonesia
> >adalah Kelompok Lasykar Jihad Ahlussunah Wal Jamaah
> >pimpinan  Ustadz Jafar Umar  Thalib yang pernah ditahan
> >di Mabes Polri dan  Kelompok Front Pembela Islam (FPI)
> >pimpinan Habib Ridzik Shihab serta  Kelompok jamaah
> >Islamiyah pimpinan Ustadz Abu Bakar Ba'asyir.  Kelompok
> >Pertama Lasykar Jihad dalam melakukan tindakan
> >pembelaan agama  Islam cenderung dalam bentuk
> >pertahanan fisik dan argumentasi. Dalam  pertikaian
> >antar agama di Propinsi Maluku kelompok ini tidak
> >menunjukan  kemampuan khusus dalam keahlian
> >persenjataan. Dan semenjak ditahannya  pimpinan Lasykar
> >Jihad beberapa waktu lalu, kelompok ini  lebih
> >mengutamakan dakwah dan pengumpulan dana. Kelompok
> >Kedua FPI tidak  memiliki urgensi terhadap kepentingan
> >asing di Indonesia, karena dalam  berbagai kasus yang
> >melibatkan kelompok ini biasanya dilakukan  secara
> >primitif dan kekerasan fisik bersenjata tongkat dan
> >sejenisnya.  FPI dalam pengamatan intelejen hanya perlu
> >dibina dan ditingkatkan  toleransi beragama dan
> >kualitas intelektualitasnya serta  menghentikan
> >tindakan-tindakan pengerusakan dan melawan hukum.
> >Kelompok  Ketiga Jamaah Islamiyah, sejauh ini belum
> >pernah dijumpai tindakan  kekerasan yang dilakukan,
> >namun akibat pernah terjadinya sweeping terhadap  warga
> >negara asing di Solo oleh beberapa kelompok kecil yang
> >lain, citra  Jamaah Islamiyah mendapat sorotan. Istilah
> >Jamaah Islamiyah yang berarti  Kumpulan Umat Islam
> >sering disalahartikan bahkan dipelesetkan  oleh
> >Intelejen Asing akibat keterbatasan informasi dan
> >kemampuan  penyerapan. Kesalahan Kelompok ini hanya
> >disebabkan oleh Dakwah Abu Bakar  Baasyir yang mengecam
> >perilaku Barat terhadap dunia Islam di Singapura  dan
> >Malaysia.
> >
> >E.      Kelompok Teroris  Internasional
> >
> >Kelompok (jaringan) Terorisme Internasional  yang
> >dituduhkan dengan cara menghancurkan Citra Indonesia
> >di dunia  antara lain Kelompok Abu Sayaf dari Filipina,
> >Kelompok Al-Qaeda pimpinan  Osama Bin Laden dan
> >Kelompok Pembusukan Citra Islam  Internasional
> >(International Islamic Disgrace Movement).
> >
> >Kelompok  Pertama Abu Sayaf dikenal sebagai Kelompok
> >Pembusukan Citra Islam di  Filipina karena dalam setiap
> >kegiatannya selalu mengorbankan rakyat sipil  tidak
> >bersenjata dan melalukan kegiatan teror murni seperti
> >penculikan,  peledakan bom dan permintaan uang tebusan.
> >Namun demikian dalam setiap  kegiatannya mereka selalu
> >menunjukkan identitas dan tujuan dari kegiatan  teror
> >tersebut.
> >Kelompok Kedua Al-Qaeda yang disebut oleh pers  barat
> >dan pimpinan Australia beberapa menit setelah
> >kejadian, juga  menjadi pertimbangan penyelidikan,
> >kemungkinan keterlibatan kelompok ini  adalah gencarnya
> >polarisasi atas kejadian tersebut yang diarahkan  pada
> >Al-Qaeda. Dalam 2 peristiwa terakhir yang waktunya
> >hampir bersamaan  di Kuwait, Osama Bin Laden
> >mengirimkan pesan tertulis tentang upaya  penembakan
> >pada personel militer Amerika Serikat dalam sebuah
> >latihan  militer di Utara Kuwait. Sementara untuk
> >kejadian luar biasa ini tidak ada  pesan khusus yang
> >biasanya disiarkan Jaringan Televisi  Al-Jazeera.
> >
> >Kelompok Ketiga adalah International Islamic  Disgrace
> >Movement (Gerakan Pembusukan Citra Islam
> >Internasional) yang  bertujuan mengekalkan dominasi
> >barat atau yahudi di dunia. Kebangkitan  Kelompok ini
> >mulai dirasakan di Indonesia setelah peristiwa 11
> >September  2001 melalui cap Islam Fundamentalis dan
> >terorisme Internasional. Gerakan  kelompok ini selalu
> >memanfaatkan kelompok Fundamentalis Primitif  dan
> >dikelola secara terjadwal dan terorganisasi secara
> >rapi. Indikasi  keterlibatan Kelompok ini adalah
> >pemilihan waktu peledakan tepat 1 tahun 1  bulan 1 hari
> >setelah peristiwa 11 September 2001 di New York
> >Amerika  Serikat, dan bertepatan dengan program acara
> >Balines Surver di Jaringan  Televisi Internasional
> >Discovery Channel.
> >Sebagai informasi tambahan,  Sari Club adalah Klub
> >khusus Orang Asing yang tidak memperbolehkan WNI  masuk
> >kecuali pegawai Klub saja.
> >
> >F.       Kelompok Oportunistik
> >
> >Kelompok ini merupakan kelompok yang  menginginkan
> >peralihan kekuasaan secara lebih cepat di Indonesia
> >dengan  memanfaatkan peristiwa besar ini sebagai
> >tekanan pada pemerintahan Presiden  Megawati Soekarno
> >Putri. Kelompok ini cenderung dikategorikan  bukan
> >sebagai pelaku namun perlu diwaspadai melalui komentar
> >atau ucapan  yang dilontarkan seputar hal-hal negatif
> >terhadap kinerja pemerintahan  dalam penanganan kasus
> >bom saat ini.
> >       3.      LANGKAH PENANGANAN KASUS
> >
> >Badan  Intelejen Negara telah melakukan berbagai
> >observasi baik di lapangan maupun  secara teknis
> >koordinatif menyangkut kemungkinan
> >siapa pelaku atau  kelompok mana yang berbuat dan upaya
> >yang ditempuh dalam mempersempit ruang  gerak terorisme
> >yang mungkin dapat kembali terjadi sewaktu-waktu  di
> >seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
> >Dalam  penanganannya telah pula dilakukan pembicaraan
> >awal tentang kemungkinan  melibatkan Biro Intelejen
> >Asing dari Jerman, Inggris, Australia dan  Amerika
> >Serikat.
> >Secara prosedural akan dimulai dari titik  lokasi
> >ledakan dan penanganan forensic terhadap korban-korban
> >yang belum  dapat dikenali. Sedangkan kerjasama lain
> >akan lebih ditekankan pada  pemanfaatan teknologi
> >tinggi.
> >
> >4.       REKOMENDASI
> >
> >Kepada Yang Terhormat,
> >Presiden Republik  Indonesia
> >Wakil Presiden
> >Menteri Koordinator Bidang
> >Politik  dan
> >Keamanan
> >Menteri Pertahanan Republik
> >Indonesia
> >Para Menteri  Kabinet
> >Panglima TNI
> >Kepala Kepolisian Negara
> >Republik  Indonesia
> >Kepala Staf TNI AD
> >Kepala Staf TNI AL
> >Kepala Sraf TNI  AU
> >Para Gubernur Kepala Daerah
> >Para Bupati dan Walikota
> >Tokoh  Masyarakat dan LSM
> >Pimpinan Redaksi Media Massa
> >Kepala Lembaga  Pemerintah Non
> >Departemen
> >Duta Besar RI di seluruh dunia
> >Direktorat  Teknis di Seluruh
> >Jajaran
> >Pemerintah RI
> >
> >Untuk dapat menjalankan  tugas dan fungsi masing-masing
> >sesuai dengan kapasitasnya dalam  menjalankan
> >tugas-tugas darurat dan khusus menangani Tragedi Bali
> >dengan  mendukung tugas-tugas sesuai kewenangan sebagai
> >berikut
> >
> >A.      Melakukan Inventarisasi terhadap  para
> >tamu/wisatawan domestik dan internasional di seluruh
> >hotel dan  penginapan di wilayah Hukum Bali dan
> >Sulawesi Utara yang menginap 1 minggu  sebelum dan 3
> >hari setelah kejadian  pengeboman.
> >B.      Melakukan Inventarisasi Daftar  Penumpang
> >Pesawat Domestik dan Internasional yang masuk dan
> >keluar  wilayah Propinsi Bali dan Sulawesi Utara 1
> >minggu sebelum dan 3 hari  sesudah kejadian pengeboman.
> >
> >C.      Melakukan  Inventarisasi Daftar Penumpang dan
> >Kendaraan yang keluar dari wilayah Hukum  Propinsi Bali
> >melalui Pelabuhan Gilimanuk, Pelabuhan Padang Bay  dan
> >Benoa serta Pelabuhan Bitung Sulawesi Utara dari
> >tanggal 11 Oktober  sampai dengan 14 Oktober 2002.
> >
> >D.       Melakukan Inventarisasi Percakapan Telepon
> >selular di sekitar wilayah  Denpasar, Kuta, Renon dan
> >Nusa Dua serta Kota Manado yang dilakukan melalui  BTS
> >(Base Transceiver Station) milik Operator Selular
> >Swasta dan PT.  Telkom
> >pada tanggal 11 Oktober hingga 13 Oktober  2002.
> >
> >E.      Melakukan Operasi Keamanan Rutin  terhadap
> >Kelompok Separatis khususnya GAM.
> >F.      Meminta Aparat Kepolisian melakukan  pengawasan
> >khusus dan melakukan pemanggilan untuk dimintai
> >keterangan  pendahuluan terhadap kemungkinan
> >keterlibatan baik secara perorangan maupun  organisasi
> >kepada antara lain:
> >
> >       a.      Kelompok Tommy Soeharto : Sdr. Agus  Diaz
> >dan Sdr. Dion
> >       b.      Kelompok Pro Integrasi Timtim :  Sdr.
> >Eurico Guteres
> >       c.      Kelompok Separatis : GAM, RMS dan  OPM
> >      d.       Kelompok Fundamentalis : Sdr. Ustadz
> >Jafar Umar Thalib, Sdr.
> >Ustadz  Habib Ridzik Shihab, dan Sdr. Ustadz Abu  Bakar
> >Ba'asyir.
> >
> >G.      Meminta Aparat  Kepolisian Republik Indonesia
> >dan Direktorat Jenderal Imigrasi secara  khusus
> >mengawasi orang asing dari wilayah selatan Filipina,
> >Timur Tengah  dan Israel, dengan cara meneliti pola
> >perjalanan dan embarkasi
> >bagi  mereka yang patut dicurigai
> >
> >H.      Melihat  akibat yang ditimbulkan mampu
> >menciptakan instabilitas politik dan ekonomi  dalam
> >waktu-waktu kedepan dengan dampak dan nilai yang
> >sangat tinggi,  maka meminta kepada pemerintah pusat
> >khususnya Presiden Megawati untuk  mempertimbangkan
> >dijadikannya 1 minggu setelah kejadian menjadi  Hari
> >berkabung Nasional dengan pengibaran bendera setengah
> >tiang yang  diharapkan menjadi titik balik bagi seluruh
> >Bangsa Indonesia bahu membahu  dengan solidaritas
> >tinggi mempersatukan seluruh komponen  bangsa.
> >
> >I.      Meminta secara khusus agar  tiap pimpinan
> >daerah lain baik Kota, Kabupaten dan Propinsi di
> >wilayah  Negara Kesatuan Republik Indonesia , para Duta
> >Besar Republik Indonesia di  seluruh dunia untuk
> >memberikan bantuan dalam berbagai bentuk  guna
> >meringankan akibat yang ditimbulkan khusus kepada
> >Jantung  Pertahanan Terakhir Bangsa Indonesia, Pulau
> >Dewata  Bali.
> >
> >J.      Terakhir, menghimbau masyarakat  Indonesia di
> >seluruh penjuru tanah air untuk melakukan aksi
> >solidaritas  dan prosesi keagamaan (sesuai dengan agama
> >dan kepercayaan) khusus dimulai  sejak hari Jumat
> >tanggal 18 Oktober 2002
> >untuk umat Muslim dan Sabtu 19  Oktober 2002 untuk umat
> >Hindu dan Budha serta Minggu 20 Oktober 2002  untuk
> >umat Kristiani (Kristen dan Khatolik).
> >
> >Demikian hasil Analisa  Intelejen ini dibuat untuk
> >dirilis secara terbatas kepada Pihak  Keamanan,
> >Pemerintahan Pusat dan di daerah, Organisasi
> >Masyarakat dan  Umum tertentu.
> >
> >Dikeluarkan di Jakarta
> >Tanggal 15 Oktober  2002
> >
> >Kepala
> >Disiapkan Oleh : Kepala Biro HUMAS
> >Doc/Arsip :  01/Humas/RT/BIN-Okt2002

--
__________________________________________________________
Sign-up for your own FREE Personalized E-mail at Mail.com
http://www.mail.com/?sr=signup

Kirim email ke