Sesungguhnya para Nabi dan Rasul adalah manusia-manusia pilihan yang saya
rasa lebih layak membanggakan hubungannya dengan Allah dari manusa-manusia
manapun (walau mereka lebih tawadu' dan tidak pernah membanggakan diri).
Dan kita tahu setiap Nabi dan Rasul sholat sesuai dengan syariat yang
dibawanya masing-masing dan tidak pernah meninggalkanya.

Wassalam,
Agus

On Mon, 25 Nov 2002, Abubakar wrote:

>
>
> 23 Nopember 2002
> RAMADHAN TV7
> Kampanye tidak Shalat?
>
> Saya salut pada TV7 yang dalam bulan Ramadhan ini membuat program
> Salamun ya Ramadhan, sebuah tayangan yang terdiri dari 3 segmen, dan
> salah satu segmennya menceritakan tentang tokoh-tokoh masyarakat kita.
> Namun, rasa salut itu mendadak sirna saat menyaksikan program yang
> ditayangkan pada hari Selasa, 12 November 2002, pukul 15.30 WIB, yang
> menampilkan sosok Wardah Hafidz.
>
> 'Tokoh' itu dengan gamblang dan tanpa beban mengadakan bahwa shalat itu
> adalah ibadah konvensional yang dia tak lakukan lagi saat ini. Dalam
> acara itu, pemirsa dengan mudah dapat menyimpulkan bahwa shalat tidak
> ada korelasinya dengan perubahan. Si 'tokoh' tersebut menceritakan bahwa
> kemiskinan yang diderita seseorang tak akan teratasi dengan mengerjakan
> shalat, sehingga ia merasa tak perlu lagi shalat karena telah mempunyai
> cara tersendiri dalam berhubungan dengan Tuhan.
>
> Setahu saya, Wardah Hafidz adalah seorang muslimah. Terlepas dari
> pernyataannya yang sudah barang tentu menjadi tanggungjawabnya sendiri,
> saya sungguh gundah dengan maksud dan tujuan TV7 menayangkan kisah
> 'tokoh' tersebut di bulan suci ini. Apa sebenarnya motivasi yang
> mendasari para pengelola TV7 menampilkan "kampanye tak perlu shalat"
> dalam bulan Ramadhan?
>
> Saya juga mohon sikap Majelis Ulama Indonesia (MUI), bagaimana
> sebenarnya peran dan fungsi MUI dalam mengayomi umat Islam Indonesia,
> khususnya menghadapi tayangan-tayangan televisi yang dapat mengikis
> nilai-nilai keberagamaan dan keimanan kita.
>
> Trisna W
> Kalibata, Jakarta Selatan
>
>
>   _____
>
> Berita ini dikirim melalui Republika Online http://www.republika.co.id
> Berita bisa dilihat di :
> http://www.republika.co.id/cetak_detail.asp?id=104950&kat_id=20
> <http://www.republika.co.id/cetak_detail.asp?id=104950&kat_id=20>
>

Kirim email ke