Perbedaan 1 Syawal tidak boleh terjadi pada geografis yang sama
Seperti kita ketahui, planet yang kita tumpangi ini hanya memiliki satu bulan.
Berarti pada suatu waktu hanya menempati posisi
yang satu. Demikianlah logikanya.
Tamsil lainnya : bila anda berjalan, kemudian pada suatu waktu, saya melihat
anda. Berarti pada saat itu anda sedang menempati
posisi yang satu.
Lain halnya bila bumi kita ini mempunyai lebih dari satu bulan, sebagaimana
Jupiter (Ion dan Eorupa) dan Saturnus (Titan dan
Mas). Wajarlah bila terjadi perbedaan pendapat dalam penentuan awal Ramadhan/1 Syawal.
Misalkan : kelompok pertama berpatokan pada
bulan yang satu dan kelompok kedua berpatokan pada bulan yang lainnya.
Selama bumi kita hanya mempunyai satu bulan, malah sampai kapan pun akan tetap
satu, memang lucu bila penyambutan Ramadhan
maupun perayaan lebaran masing-masing terjadi pada hari yang berbeda di daerah
geografis yang sama.
Bila terjadi perbedaan seperti itu, berarti salah satunya pasti ada yang salah :
*) menyambut Ramadhan pada akhir Sya'ban atau
2 Ramadhan *) merayakan lebaran pada akhir Ramadhan atau 2 Syawal.
Aneh, bukan! Membenarkan semuanya jelas tidak mungkin.
Wassalam,
Nasrullah Idris