Salam! Saya sepakat sekali dengan para analis di milis-milis yang memuji dan mensyukuri penekenan "Peace Agreement" Pemerintah RI dan pemimpin GAM di Jenewa, 9 Desember kemarin. Para pemimpin TNI sekarang yang profesional perlu dipuji pula.
Kita memang harus mendorong supaya setiap konflik harus diselesaikan dan bermuara pada pendekatan perdamaian. Perang dan kekerasan senjata bukanlah sesuatu yang tak bisa dielakkan. Pujian Presiden Bush (dalam teks di bawah) terhadap pemerintah Megawati, menguatkan bahwa segala sesuatu yang terjadi di tanah air senantiasa mendapat perhatian saksama dari internasional. Saya pikir inilah moment yang tepat bagi bangsa Indonesia memperoleh kehormatan tertinggi dalam bidang perdamaian. Dalam hal ini wajar sekali jika Presiden Megawati mendapat penghargaan Nobel Perdamaian, sama seperti halnya diperoleh Presiden Korsel Kim Dae Jung lalu. Panitia Nobel Perdamaian tentu mempunyai pertimbangan khusus tatkala menentukan nominasi peraih Nobel Perdamaian itu. Namun, jika kita jujur dan menilai secara dingin, apa yang dilakukan Presiden Korsel sebelumnya sama derajatnya dengan yang dilakukan Presiden RI mengutamakan perdamaian dibandingkan kekerasan. Bahkan dalam track record pribadi, Megawati justeru memiliki daftar yang lebih panjang plus reputasi dalam konteks perdamaian dibandingkan Kim Dae Jung. Ada beberapa pembuktian. Dalam menghadapi tekanan Regim Soeharto, Peristiwa Juli 1996, tidak balas dendam pada Soeharto dan bekas mesin-mesin politik kekuasaan lama yang pernah menggusur Mega dan massa pendukungnya; partainya menang pemilu tapi kalah pemilihan presiden 1999 namun menerimanya secara sportif sekaligus mencegah puluhan juta pendukungnya tidak merusak stabilitas; netralitas dalam konflik agama dan etnis di Maluku mengutamakan rekonsiliasi dibandingkan penyelesaian kekerasan (Kesepakatan Malino); menyikapi Peristiwa 11 September WTC-Pentagon sebagai salah satu pemimpin dunia pertama yg menyatakan anti teror dengan mengunjungi AS. Karena saya bukan pengamat Mega, silahkan diteruskan saja daftarnya. Intinya, ada daftar panjang pidato dan perbuatan Megawati yang layak mendapat apresiasi tinggi dalam konteks perdamaian Indonesia dan Dunia. 1. Saya pikir bagus sekali jika ada LSM perdamaian , apakah dari Indonesia atau internasional atau dua-duanya, mengampanyekan nominasi Megawati untuk Nobel Perdamaian itu. Para diplomat dan Deplu RI bisa memberi kontribusi pula, tanpa terjerat diplomasi murahan tentunya. 2. Ini kesempatan Indonesia meraih nobel, Nobel Perdamaian, disamping meneruskan upaya selama ini bagi Pramoedya Ananta Toer untuk Nobel Sastra. 3. Jika Nobel Perdamaian ini bisa diraih bangsa Indonesia, kita pun bisa berharap yang sama supaya gerakan separatisme dan konflik Papua juga berproses dan berakhir dengan Perdamaian. Begitu pula dengan konflik-konflik lain dan upaya perdamaian lain yang bisa diteruskan dan menjadi patokan kunci di seluruh wilayah NKRI, Asean dan Pasifik Selatan. Kita berharap apresiasi dan kampanye perdamaian sekaligus penolakan kekerasan tetap mendapat tempat terhormat dalam setiap pergulatan kehidupan manusia. Universalisme. 4. Megawati sendiri sempat tidak popular gara-gara meng-endorse pencalonan Gubernur DKI lalu yang dituduh terlibat Peristiwa Juli. Begitu juga soal isu TKI di Nunukan dan isu Jaksa Agung Rahman di mana Megawati banyak dikritik. Begitu juga konteks pemilu presiden 2004, yakni kekuatiran jika nominasi ataupun pemilihan Megawati untuk Nobel Perdamaian ini menjadi modal kampanye pencalonannya. Tapi, semua isu ini mestinya jangan menciptakan ketidakrelaan para oposan Megawati dalam konteks Nobel ini. Kita harus berpikir luas, untuk kepentingan dan kehormatan bangsa. Keberhasilan Mega harus dibaca sebagai reputasi anak bangsa. Saya pikir isu Nobel ini perlu diwacanakan dan dikampanyekan. Menurut Anda? Salam dari jauh. ramadhan pohan washington, dc ## Office of the Press Secretary December 9, 2002 Statement by the President I congratulate the Government of Indonesia and the Leadership of the Free Aceh Movement on the peace agreement signed on December 9th. The United States strongly supports this courageous effort to end a conflict that has cost thousands of innocent lives in Aceh and torn at the fabric of Indonesia for almost three decades. I commend President Megawati and the people of Aceh for choosing the path of reconciliation over the path of violence. I applaud the determined efforts of the Henri Dunant Center which made this agreement possible. The United States strongly supports the agreement's monitoring mechanisms, which will ensure that both sides follow through on their commitments. We welcome decisions by the Governments of Thailand and the Philippines to deploy monitors in support of that mission. To reinforce the peace, the United States will work closely with Japan, Australia, and Indonesia's other partners in the coming months to provide humanitarian and reconstruction assistance for Aceh. Today's agreement demonstrates that Indonesia's efforts to fight terror and maintain a united Indonesian nation are fully compatible with principled efforts to address legitimate political grievances. The agreement offers the hope of greater autonomy and respect for the people of Aceh. I call on all parties to the agreement to faithfully meet their commitments and build the better future that all peace-loving Indonesians expect and deserve. # # # _________________________________________________________________ Add photos to your messages with MSN 8. Get 2 months FREE*. http://join.msn.com/?page=features/featuredemail
